Band Protocol

Band Protocol adalah multi-chain oracle yang dirancang untuk menghubungkan real world data (seperti harga token) dan menyediakan on-chain application atau API sebagai transmisi informasi antar sumber data on-chain dan off-chain.

Apa Itu Band Protocol? 

  • Bagi Anda yang berencana beli BAND dengan konversi harga BAND to IDR atau BAND to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkini tentang Band Protocol di bawah ini.
  • Band Protocol memungkinkan data di dunia nyata berinteraksi dengan blockchain, sehingga memungkinkan developer untuk mengakses berbagai kumpulan data, termasuk harga, nowallet metrics, cuaca, angka random, atau hasil acara olahraga.
  • Awalnya, Band Protocol dikembangkan di jaringan Ethereum sebagai proyek ERC-20, namun pada Juni 2020 bermigrasi ke jaringan Cosmos dan memindahkan pengembangan protokol ke Cosmos SDK.
  • BAND adalah native token di Band Protocol. Token ini digunakan sebagai jaminan untuk memverifikasi dan memenuhi permintaan data serta digunakan sebagai media pertukaran di BandChain sebagai alat pembayaran untuk kumpulan data pribadi/eksklusif.
  • Band Protocol dirancang untuk berikan efisiensi terbaik dibandingkan jaringan oracle lainnya. Protokol ini menggabungkan kompatibilitas aslinya dengan berbagai blockchain dan smart contract network yang memungkinkan data yang akurat dan andal untuk memberikan cross-chain pada waktu yang tepat.

Key Metrics

TickerBAND
Nama TokenBand Protocol
Tipe Token atau ProtokolCosmos
Total Pasokan Token100,000,000
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan TokenSep 2019
Apakah Token Ini Bisa Ditambang?Ya, Anda bisa mining BAND.

Siapa Penemu BAND?

Soravis Srinawakoon adalah CEO Band Protocol saat ini. Ia menggabungkan keahliannya di bidang ilmu komputer berkat pendidikannya di Universitas Stanford dengan pengalaman kerjanya di bidang konsultasi manajemen dan rekayasa perangkat lunak di Ericsson dan Boston Consulting Group.

Soravis Srinawakoon membangun Band Protocol bersama dua orang lainnya, yakni Sorawit Suriyakarn dan Paul Nattapatsiri.

Sorawit Suriyakarn adalah CTO Band Protocol yang memiliki reputasi baik. Ia mendapatkan gelar magister teknik dan ilmu komputer dengan tituler dari Massachusetts Institute of Technology. Sebelum bekerja untuk Band Protocol, ia Sorawit Suriyakarn bekerja di Hudson River Trading, Quora, dan Dropbox.

Sementara, Paul Nattapatsiri adalah mantan web developer di Tripadvisor dan Turfmapp. Dia telah meluncurkan berbagai cypto games dengan critical reception di lebih dari 800.000 pengguna sejak 2013.

Apa Tujuan Band Protocol?

Band Protocol berupaya menyediakan oracle framework yang sepenuhnya aman, terdesentralisasi, dan blockchain-agnostik untuk aplikasi Web 3.0. Ini akan berfungsi sebagai sumber data “emas” yang mengandalkan smart contract dengan menggunakan economic incentive untuk memastikan bahwa semua informasi terverifikasi dan sah. Hal inilah yang akan membangun platform untuk mengembangkan perangkat dari Web 2.0 ke 3.0.

Insight

  • Multichain – BandChain dirancang agar kompatibel dengan berbagai platform smart contract untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber eksternal yang mampu menyajikan data dalam format yang lebih mudah digunakan dan cross-chain yang dapat diverifikasi secara kriptografis. Hal inilah yang membedakan BandChain dari layanan Oracle lainnya.
  • Diciptakan untuk developer – BandChain memungkinkan developer menggunakan WebAssembly untuk membuat oracle khusus yang terhubung dengan API ortodoks dengan smart contract dalam hitungan menit.
  • Delegated Proof-of-Stake (dPoS) – BandChain menggunakan PoS yang dimodifikasi untuk mengamankan jaringan secara terdesentralisasi dengan menggunakan token aslinya, yakni BAND. Serupa dengan blockchain berbasis PoS lainnya, ini memungkinkan pembuatan blok baru dan validasi jaringan dengan cara yang hemat energi dan mampu melindungi jaringan dari bad actors yang membuat token ‘dikunci’ di staking pool.
  • Band Protocol telah mengumpulkan lebih dari 8 juta dolar di dua ICO dan satu IEO. ICO pertama berlangsung pada Agustus 2018 dan berhasil mengumpulkan sekitar 3 juta USD atau sekitar Rp43 juta. Sementara ICO kedua berlangsung pada bulan Mei 2019 telah mengumpulkan total 2 juta USD atau sekitar Rp28 juta. IEO ketiga sejauh ini adalah yang paling pretensius, berlangsung di Binance launchpad dan telah mengumpulkan total kurang dari 6 juta USD atau sekitar Rp86 juta. Secara keseluruhan, sentimen pasar pada kasus penggunaan BAND tampaknya positif dengan pengembalian rata-rata untuk investor ICO dan IEO awal hampir 20 kali.
  • Band Protocol adalah chain-agnostic bila dibandingkan dengan pesaingnya Chainlink (LINK). Pasalnya, LINK requests data pada layanan ‘per request’, sedangkan Band Protocol umumnya sudah memiliki data yang ingin pengguna dapatkan secara chain. Ini artinya, Anda dapat menerima data lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan implementasi ERC-20 LINK (terutama saat jaringan ETH padat).

Risiko

  • Band Protocol baru-baru ini meluncurkan variable inflation rate sekitar 7-20% per tahun untuk mendorong partisipasi jaringan di antara pemegang token BAND. Hal ini bertujuan agar menjaga minimal 66% dari total pasokan BAND yang beredar untuk disimpan di jaringan. Ini juga memastikan bahwa protokol terus terdesentralisasi di antara berbagai pemegang token guna menjaga keamanan jaringan.
  • Tidak seperti Chainlink (dan beberapa oracle lainnya), Band Protocol tidak memerlukan dokumentasi Know Your Customer (KYC). Ini berarti banyak penyedia data di Band Protocol cenderung karena opsi anonimitas. Meski worldwide regulatory environment untuk cryptocurrency telah bergeser ke arah peningkatan KYC dan peraturan yang memaparkan pada beberapa tingkat risiko atau setidaknya cenderung wajib melakukan KYC melalui governance vote.
  • Terlepas dari keunggulan BAND yang menjadi blockchain-agnostic (dibandingkan dengan pesaingnya). Faktanya, sebagian besar dApps yang diadopsi secara luas yang dibangun di Ethereum masih diperdebatkan. Namun, mengingat competitive nature dari smart contracts, BAND mungkin bisa memanfaatkan keistimewaannya untuk kepentingan deverloper yang menggunakannya sebagai oracle, serta pemegang cryptocurrency yang mengharapkan apresiasi harga token.

Berita dan Update

  • Band baru-baru ini bermitra dengan Google Cloud Public Data untuk menganalisis financial time series data yang akurat. Hal ini memungkinkan berbagai aplikasi (baik di dalam maupun di luar blockchain) untuk memanfaatkan data feed unik yang disediakan pada Band Protocol dengan cara yang terdesentralisasi.
  • Band Protocol telah bermitra dengan Beta Finance untuk menyediakan layanan oracle. Sebelumnya Band juga telah bekerja sama dengan Mirror Protocol, Venus, dan dan Injective Protocol.

Community & Whitepaper Link

Disclaimer: 
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more