EOS

EOS adalah platform blockchain publik yang dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan developer di segala tingkatan dengan akses ke jaringan blockchain yang dapat dikonfigurasikan.

Apa Itu EOS?

  • Bagi Anda yang berencana beli EOS dengan konversi harga EOS to IDR atau EOS to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkininya berikut ini.
  • Sebagai platform blockchain publik, EOS menghadirkan kemudahan bagi developer aplikasi untuk membangun aplikasi di jaringannya. Berfokus pada adopsi dan pengalaman pengguna, platform ini juga mendukung developer untuk menjadi private chain.
  • EOS mengadopsi mekanisme konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) untuk mencapai throughput high (kecepatan transaksi diproses) pada kinerja blockchain EOS dengan 21 node (produsen blok) yang mengatur jaringan. Blok pertama di jaringan utama ini diproduksi pada Juni 2018.
  • Produsen blok di jaringan EOS dipilih oleh pemegang token mayoritas. Ada lebih dari 100 node standby yang dapat dipilih. 21 node teratas yang dipilih oleh pemegang token EOS akan mengatur jaringan selama 60 detik dan menerima imbalan dalam bentuk EOS. Node perlu mempertahankan aturan dan dukungan yang benar untuk ekosistem yang menguntungkan semua pemegang token.
  • Platform ini menggunakan C++ sebagai bahasa pemrograman utama untuk membangun DApps di platform termasuk smart contract.

Key Metrics

TickerEOS
Nam TokenEOS
Tipe Token atau ProtokolEOS
Total Pasokan TokenTidak Terbatas
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat coinmarketcap
Tanggal Pembuatan TokenDesember 2008
Apakah Token Ini Bisa Ditambang?Tidak, Anda tidak bisa mining EOS.

Siapa Penemu EOS?

Token ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Block.one. Ini adalah perusahaan blockchain software yang didirikan pada tahun 2018, Brendan Blumer lah CEO perusahaan ini. 

Selanjutnya Dan Larimes, yakni peneliti EOS dan penemu mekanisme konsensus DPoS turut bergabung bersama perusahaan Block.one sebagai CTO. Hingga akhirnya, Dan Larimes meninggalkan perusahaan pada 31 Desember 2020.

Apa Tujuan EOS? 

Tujuannya adalah untuk memudahkan para developer termasuk yang belum familiar dengan blockchain, sehingga para developer bisa dengan mudah membangun DApps yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan para developer

Hadirnya EOS menggunakan mekanisme konsensus DPoS juga bertujuan untuk membatasi jumlah verifikasi blok untuk meningkatkan kecepatan transaksi dalam jaringan dengan tetap menjaga demokrasi dengan memberikan kebebasan kepada pemegang token untuk memilih node (delegasi).

Insight

Harga atau nilai token EOS pada dasarnya didorong oleh kinerja DApps yang dibangun di platform tersebut. Hal ini dikarenakan pengguna DApps perlu menggunakan token tersebut sebagai biaya transaksi. Peningkatan suplai sirkulasi EOS karena mekanisme insentif node juga harus lebih kecil dari pertumbuhan platform untuk mempertahankan nilai EOS.

  • Penawaran koin awal (ICO) dari EOS termasuk yang terlama dan paling sukses, yakni senilai $4,1 miliar atau sekitar Rp58 miliar.
  • EOS mengadopsi inflationary token economic model sekitar 5% tiap tahun. Model ini berfungsi mirip dengan kebijakan moneter tradisional karena memberikan fleksibilitas untuk menambahkan lebih banyak token (fiat) yang beredar. Hal ini bertujuan untuk mengamankan jaringan yang mereka miliki dengan mempertahankan insentif kepada produsen blok.
  • Sekitar 850 juta EOS terjual selama penawaran koin awal (ICO). Angka tersebut menyumbang 89% dari total suplai sirkulasi EOS saat ini.

Risiko

  • Kompetisi untuk menjadi platform blockchain publik teratas semakin sengit tiap tahunnya. Kegagalan untuk merespon kebutuhan pasar jadi pengaruh serius dalam kompetisi ini. Pasalnya developer DApps nantinya hanya membutuhkan satu platform saja.
  • Produsen blok dipilih oleh pemegang token mayoritas, namun tidak ada batasan berapa banyak token yang dapat dipegang seseorang. Oleh karena itu, ada risiko monopoli jaringan oleh pemegang terbesar terutama mengingat bahwa 850 juta EOS yang dijual saat penawaran awal (ICO) hanya dijual kurang lebih kepada seribu investor.

Berita dan Update

  • SB Northstar, anak perusahaan Softbank telah setuju untuk berinvestasi sebesar $75 juta atau sekitar Rp1 miliar kepada Bullish, platform exchange aset crypto yang dimiliki oleh Block.one. Banyak rumor berkembang bila Bullish berencana go public dengan nilai sekitar $9 miliar atau setara Rp129 miliar.
  • Upland adalah satu-satunya DApps yang dikembangkan di platform EOS yang masuk dalam 100 DApps teratas menurut Dappradar.
  • Block.one mengatakan bahwa platform pertukaran Bullish akan mengadopsi jaringan blockchain publik EOS guna memberikan transparansi di semua transaksi. Langkah ini tampaknya bertujuan untuk membuktikan kemampuan kinerja jaringan EOS untuk menarik developer membangun proyek mereka di EOS. Selain itu, tampaknya Block.one ingin mengumpulkan investor dan crypto trader untuk percaya kepada platform Bullish. 

Community & Whitepaper Link

Disclaimer:
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more