Ethereum

Ethereum adalah sistem blockchain open-source terdesentralisasi yang memiliki cryptocurrency sendiri, yakni Ether (ETH).

Apa Itu Ethereum?

  • Bagi Anda yang berencana beli Ethereum (ETH) dengan konversi harga ETH to IDR atau ETH to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkini tentang Ethereum. Ethereum adalah aset kripto (cryptocurrency) terbesar kedua setelah Bitcoin. Selain itu, Ethereum (ETH) juga memiliki pangsa pasar dan volume perdagangan terbesar di peringkat kedua.
  • Salah satu update berita dari Ethereum adalah kini Ethereum telah berkembang menjadi Ethereum 2.0. Dari sebelumnya menggunakan Proof of Work, kini menggunakan metode Proof of Stake yang lebih hemat energi dan aman. Proof of Stake juga dapat mendukung 100.000 transaksi per detik.
  • Ethereum adalah platform berbasis blockchain open-source yang memungkinkan developer untuk membuat smart contract dan decentralized applications (Dapp) yang dapat diakses pengguna di berbagai jenis transaksi, tanpa perlu adanya perantara. Setiap token yang dibuat pada platform Ethereum merupakan token ERC-20. 
  • Penemu Ethereum adalah Vitalik Buterin. Sebelumnya, dia adalah tim developer Bitcoin yang mengusulkan konsep smart contract. Sayangnya, kala itu idenya ditolak. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk membuat platform blockchain sendiri yang saat ini dikenal luas sebagai Ethereum.

Key Metrics

TickerETH
Nama TokenEthereum
Tipe Token atau ProtokolERC-20
Total Pasokan TokenTidak ada limit jumlah koin
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan TokenJuli 2015
Apakah Token Ini Bisa Ditambang?Ya, Anda bisa mining ETH

Siapa Penemu Ethereum?

Penemu atau pembuat Ethereum ada delapan orang. Ini termasuk angka yang fantastik untuk sebuah proyek crypto. Mereka pertama kali bertemu pada 7 Juni 2014 di Zug, Swiss. 

Salah satu yang terkenal dari delapan co-founder Ethereum  adalah Vitalik Buterin. 

Vitalik Buterin adalah seorang programmer Rusia-Kanada. Dia lah yang menulis original white paper dan juga jadi orang yang pertama kali menjelaskan Ethereum pada tahun 2013. Hingga saat ini, Vitalik Buterin aktif berpartisipasi mengembangkan Ethereum.

Apa Tujuan Ethereum?

Tujuan Ethereum adalah menjadi platform global untuk aplikasi terdesentralisasi, sehingga memungkinkan pengguna di seluruh dunia untuk menulis dan menjalankan software yang bebas dari penipuan, censorship, dan downtime.

Insight

  • Smart contract dan platform Dapp, sebuah world center computer yang memungkinkan komputasi aplikasi terdesentralisasi (Dapp) dengan menggunakan smart contract secara terbuka.
  • Platform ICO (Initial Coin Offering) adalah platform penggalangan dana yang menghasilkan token untuk dijual di ICO.
  • Platform penerbitan aset (Asset Issuance Platform) digunakan untuk menerbitkan token dan mentransfer nilai aset, termasuk actual assets seperti USDT dan USDC.
  • Platform Decentralized Finance (DeFi) menciptakan generasi baru di dunia keuangan. 
  • ERC-20 adalah protokol yang digunakan di setiap token yang berbasis Ethereum. ERC-20 lah yang membuat token kompatibel di jaringan Ethereum.
  • Proof of Stake adalah sebuah konsep yang menjelaskan bahwa pengguna dapat menambang (mining) dan memvalidasi transaksi aset kripto sesuai dengan jumlah aset yang dimiliki. Artinya, semakin banyak aset kripto yang dimiliki oleh pengguna, semakin tinggi daya tawar yang dimiliki pengguna. 
  • Gas fee adalah biaya transaksi di Ethereum.
  • Saat ini gas fee secara signifikan meningkat karena densitas Ethereum. Pada Juli 2018, gas fee tertinggi adalah sekitar 5,5 USD atau setara Rp79,715. Namun kini gas fee mencapai 25,1 USD atau sekitar Rp363,790 per Januari 2021. Ini artinya gas fee mengalami peningkatan hingga 356,36%.
  • ETH hash adalah mining power di Ethereum DeFi computer dan jaringan Blockchain yang mengarah pada peningkatan ETH hash dan gas fee.
  • Smart contract adalah istilah untuk menyebut perjanjian atau kontrak yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer yang memungkinkan akurasi, transparansi, kredibilitas dan efisiensi yang lebih tinggi sehingga dapat digunakan di berbagai aplikasi terdesentralisasi.
  • Rata-rata waktu untuk mining Ethereum (Ether) adalah 12 detik. Sehingga lebih banyak ETH yang bisa ditambang dan tingkat inflasi Ether yang lebih tinggi
  • Banyak orang mulai memperhatikan DeFi dan mengembangkan beberapa konsepnya. Salah satu sistem DeFi telah diterapkan pada blockchain Ethereum. Kini  penerapan sistem DeFi menjalar di berbagai aplikasi pinjaman stablecoin dan agunan berbagai jenis koin, seperti MakerDao dan Compound.

Risiko

  • Volatilitas Ether (ETH) sama seperti cryptocurrency lainnya. Hal ini masih menjadi perhatian karena tidak ada yang bisa memperkirakan nilai akurat Ethereum.
  • Semakin banyak penggalangan dana ICO (Initial Coin Offering) di sistem Ethereum, semakin rendah potensi sistem yang dapat mendukung volume investasi besar pada waktu bersamaan.

Berita dan Update

  • Ethereum 2.0 sedang mempersiapkan hard fork pertama yang dianggap membawa perubahan besar. Salah satu perkembangannya adalah mendukung light client, yaitu node yang membutuhkan sumber daya dan dukungan paling sedikit pada perangkat seluler. Hal ini membantu Trust-Minimized Wallets memverifikasi blockchain sendiri alih-alih mengandalkan penyedia layanan eksternal.
  • Sebuah laporan mengungkapkan bahwa 80% dari modal investor institusional di pasar crypto diinvestasikan ke dalam Ethereum (ETH). Total investasinya adalah sekitar $195 juta atau setara Rp2 triliun. Ini terjadi sebelum pembukaan CME’s ETH Future Exchange pada 8 Februari 2021. Di sisi lain, investasi Bitcoin hanya sebesar $41,9 juta atau sekitar Rp607 miliar. Hal ini setidaknya menyiratkan bahwa banyak investor mulai mendiversifikasi investasi mereka di crypto market.

Community & Whitepaper Link

Disclaimer: 
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more