Litecoin

Litecoin (LTC) adalah cryptocurrency yang dirancang untuk menyediakan pembayaran yang cepat, aman, dan dengan biaya rendah.

Apa Itu Litecoin (LTC)? 

  • Bagi Anda yang berencana beli Litecoin (LTC) dengan konversi harga LTC to IDR atau LTC to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi detail dan berita terkini tentang Litecoin di bawah ini.
  • Litecoin (LTC) adalah mata uang yang dibuat berdasarkan protokol Bitcoin (BTC). Meski menggunakan protokol Bitcoin, Litecoin memiliki perbedaan dalam hal algoritma hashing yang digunakan, hard cap, waktu transaksi blok, dan beberapa faktor lainnya. Litecoin hanya membutuhkan waktu 2,5 menit untuk menghasilkan 1 (satu) blok transaksi. Biaya transaksinya pun sangat rendah, sehingga cocok untuk jenis transaksi kecil dan pembayaran di tempat. Secara sederhana, Litecoin adalah koin alternatif sebagai penyempurnaan dari Bitcoin. 
  • Litcoin dirilis melalui klien open-source di Github pada 7 Oktober 2011, dan Litecoin Network ditayangkan lima hari kemudian tepatnya pada 13 Oktober 20211. Sejak saat itu, popularitas Litecoin kian meroket. Bahkan, Litecoin masuk di antara 10 cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. 
  • Seperti kebanyakan mata uang digital dengan algoritma proof-of-work (PoW), jumlah Litecoin yang beredar secara bertahap meningkat seiringan dengan adanya blok baru yang ditambang. 
  • Sebagai mata uang kripto berbasis blockchain, Litecoin diamankan oleh pertahanan kriptografi yang sangat kuat, sehingga membuatnya hampir sangat tidak mungkin untuk diretas. 

Key Metrics

TickerLTC
Nama TokenLitecoin
Jenis Token/ProtokolLTC
Total Pasokan Token66,752,415 LTC
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan Token2011
Apakah Token Ini Bisa DitambangYa, Anda bisa mining Litecoin

Siapa Penemu Litecoin?

Penemu atau pembuat Litecoin adalah Charlie Lee. Charlie Lee menggarap proyek Litecoin pada tahun 2011 saat dirinya sedang menjadi direktur teknik di Coinbase. Empat tahun kemudian, yakni pada tahun 2015, Charlie Lee memutuskan untuk benar-benar fokus pada Litecoin.

Selain sebagai ilmuwan komputer, Charlie Lee, yang dikenal sebagai “Chocobo,” dulunya adalah penambang (miner) Bitcoin. Ia merupakan mantan insinyur perangkat lunak di Google. Charlie Lee juga pernah menjabat sebagai direktur teknik di Coinbase selama beberapa tahun, sebelum akhirnya ia pindah ke perusahaan lain.

Apa Tujuan Litecoin?

Lee beranggapan bahwa lambatnya proses transfer dan mahalnya biaya yang digunakan dalam metode transaksi Bitcoin bukanlah kualitas yang diinginkan dalam sebuah mata uang. Itulah sebabnya, tujuan awal Lee menciptakan Litecoin adalah untuk membuat token yang lebih unggul daripada Bitcoin.

LTC sendiri adalah peer-to-peer token yang menggunakan public ledger di blockchain dan bersifat open-source, sehingga dapat dimanfaatkan dengan proyek lain. 

Insight

  • Cara menambang (mining) Litecoin seperti Bitcoin, karena menggunakan mekanisme konsensus yang sama, yakni proof-of-work (PoW). Perbedaan paling mendasar antara Bitcoin dan Litecoin adalah penggunaan algoritmanya. Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256, sementara Litecoin menggunakan Scrypt. Algoritma Scrypt yang digunakan Litecoin inilah yang membuat pemrosesannya jauh lebih cepat daripada Bitcoin. 
  • Litecoin (LTC) dapat menangani lebih banyak volume transaksi karena waktu tunggu untuk memproses satu bloknya lebih singkat daripada Bitcoin, sehingga dapat meminimalisir pengeluaran ganda (double-spending issue)
  • Litecoin mengadopsi Segregated Witness (SegWit) untuk meningkatkan batas ukuran blok pada jaringan blockchain dan lightning. Selain itu, biaya transaksi hampir nol dan proses pembayaran yang sangat cepat membuat lebih banyak toko mulai menerima Litecoin (LTC) sebagai alat pembayaran.
  • Penambang (miner) Litecoin mendapat imbalan sebesar 12.5 LTC untuk 1 (satu) bloknya. Dan seperti Bitcoin, Litecoin juga melakukan halving setiap empat tahun sekali.
  • Litecoin Foundation, organisasi yang mengembangkan Litecoin telah mengumumkan usaha patungan dengan perusahaan rintisan Korea Selatan bernama MeconCash. Kerja sama keduanya memungkinkan pengguna untuk menarik Litecoin dalam bentuk won di lebih dari 13.000 ATM di seluruh Korea Selatan. Litecoin juga tersedia di MeconCash melalui M.Pay. 

Risiko

  • Litecoin memang lebih unggul daripada Bitcoin dalam hal proses transaksinya yang cepat. Namun, akhir-akhir ini ada banyak token yang menawarkan keunggulan yang sama seperti LTC, sekaligus mendukung lebih banyak transaksi dan menyediakan lebih banyak utilitas dari aset kripto satu ini. Oleh karena itu, Litecoin harus terus mengembangkan sistem, inovasi, dan fitur barunya untuk mempertahankan minat investor.
  • Charlie, sang pendiri Litecoin, telah menjual semua Litecoinnya karena konflik kepentingan dan sebagai upaya untuk menghindari masalah di kemudian hari. Sayangnya, sejumlah investor melihat hal tersebut dapat memengaruhi kredibilitas token Litecoin. 

Berita dan Update

  • Litecoin akan terdaftar di Exchange-traded Product (ETP) Swiss, sebuah produk keuangan yang diperdagangkan secara publik seperti obligasi di pasar saham yang mirip dengan ekuitas dan obligasi. Perusahaan tersebut saat ini mendukung penggunaan Bitcoin dan Ethereum, dan Litecoin akan segera tersedia untuk investor institusi dan ritel di seluruh Eropa. Litecoin juga akan terdaftar di SIX Swiss Exchange di bawah produk “LITE” di mana setiap unitnya dihargai 0,20 LTC. 
  • Litecoin telah meluncurkan Mimble Wible Testnet yang merupakan protokol alternatif bagi mereka yang menginginkan mata uang atau aset yang sangat pribadi. Selain itu, protokol ini juga dapat disesuaikan dengan proyek kripto lainnya. 

Community & Whitepaper Link

Disclaimer:
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substantial. Investor harus memahami sifat aset digital, termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun. 

Read more