Terra

Terra adalah platform dual token yang dihadirkan untuk memecahkan masalah umum pada beberapa stablecoin teratas dalam cryptocurrency.

Apa Itu Terra? 

  • Bagi Anda yang berminat untuk beli Terra(LUNA) dengan konversi harga LUNA to IDR atau LUNA to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkini mengenai Terra di bawah ini.
  • Terra adalah platform blockchain yang dapat diprogram. Platform ini menawarkan stablecoin yang nilainya dipatok ke fiat dengan tujuan memberikan tingkat stabilitas harga yang lebih tinggi dalam hal pembayaran cross-border. 
  • Adapun dua token yang menggerakan jaringan adalah LUNA dan Terra USD (UST). LUNA adalah native token cryptocurrency, sementara Terra USD (UST) adalah stablecoin USD yang dibangun di Ethereum. 
  • Dengan memanfaatkan stablecoin, ekosistem Terra menawarkan kepada pengguna biaya yang lebih rendah, instantiations settlement, dan bursa frictionless cross-border.

Key Metrics

TickerLUNA
Nama TokenTerra
Tipe Token atau ProtokolIBC/ERC-20 Multi-Chain
Jumlah Pasokan Token970.963.572
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat Coinmarketcap
Kapitalisasi Pasar Lihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan TokenJanuari 2018
Apakah Token Ini Dapat Ditambang?Tidak, Anda tidak bisa mining LUNA

Siapa Penemu Terra?

Terra (LUNA) awalnya didirikan pada Januari 2018 oleh dua co-founder, yaitu Daniel Shin dan Do Kwon. Do Kwon menempati posisi CEO Terraform Labs, yang merupakan perusahaan di belakang Terra (LUNA).

Di sisi lain, sebelum Daniel Shin menciptakan Terra, dia adalah salah satu pendiri Ticket Monster, atau TMON, yang merupakan platform e-commerce Korea Selatan. 

Alasan utama di balik penciptaan Terra (LUNA) pada tahun 2018 adalah untuk memfasilitasi adopsi aset kripto massal melalui penciptaan aset asli digital yang price-stable terhadap mata uang FIAT.

Apa Tujuan Terra (LUNA)?

Tujuan utama diciptakannya Terra adalah untuk dapat memecahkan permasalahan yang kerap dihadapi oleh beberapa stablecoin teratas dalam dunia cryptocurrency. Protokol Terra berfungsi di seluruh jaringan blockchain yang berbeda, di mana jaringan utama berupaya menghilangkan batasan teknis apa pun pada aset melalui infrastruktur keuangan terbuka yang disediakannya.

Insight

  • Terra secara algoritma menggunakan rasio 1:1 dari UST:USD yang secara otomatis menyesuaikan pasokan stablecoin berdasarkan permintaannya, dengan memberi insentif kepada pemegang LUNA untuk menukar LUNA dan stablecoin dengan nilai tukar yang menguntungkan. 
  • Melalui Terra, Anda dapat mengakses Terra USD (UST), yang dipatok ke USD. Kendati begitu, ada pula stablecoin lainnya, seperti: 
    • TerraKRW (KRT), dipatok ke WON Korea Selatan
    • TerraMNT (MNT), dipatok ke Tugrik Mongolia
    • TerraSDR (SDT), dipatok ke SDR.
  • Jaringan Terra memberikan kesempatan bagi developer untuk membuat smart contract di Rush, Go, atau AssemblyScript. Rush adalah bahasa pemrograman yang memberdayakan developer untuk membangun software  yang andal dan efisien. Sedangkan Go adalah bahasa pemrograman yang diketik secara statis dan dikompilasi, serta dirancang di Google. AssemblyScript adalah bahasa pemrograman berbasis TypeScript yang dioptimalkan untuk WebAssembly.
  • Developer juga dapat menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi terdesentralisasi yang mereka kembangkan melalui penggunaan oracle jaringan, yang merupakan sensor off-chain yang dapat mengomunikasikan data ke dan dari jaringan blockchain itu sendiri.
  • Jaringan ini juga memiliki protokol Anchor, di mana pemegang Terra stablecoin dapat memperoleh hadiah dan mendukung setoran dan penarikan instan.
  • Pengguna Terra juga dapat membuat aset yang sepadan melalui Mirror Protocol. Untuk melakukan ini, aset yang baru dibuat akan menjadi sintetis. mAsset dapat dikunci lebih dari 150 persen dari nilai aset saat ini di stablecoin Terra atau mAsset sebagai jaminan.
  • Sama halnya seperti Ethereum, Terra membutuhkan penggunaan GAS untuk mengeksekusi smart contract. Hal tersebut membantu menghilangkan potensi spam dalam jaringan blockchain dan memberi insentif kepada miner untuk melakukan tindakan.

Risiko

  • Ada risiko terkait dengan masa depan regulasi cryptocurrency. Contohnya adalah bagaimana Kongres memperkenalkan 18 tagihan pada Crypto dan Blockchain pada tahun 2021. Ke depannya, mungkin akan ada beberapa peraturan yang akan diperkenalkan dan dapat berdampak secara signifikan pada Terra (LUNA). Di mana, yang paling terbaru adalah RUU infrastruktur bipartisan senilai 1 triliun dolar AS atau setara Rp14 kuadriliun dari Senat.
  • Selain itu, risiko slashing juga dapat terjadi saat mendelegasikan staking, karena validator dan delegator tunduk pada slashing.

Berita dan Update

  • Blockchain Terra menyelesaikan Columbus-5, di mana merupakan salah satu peningkatan yang sangat dinanti-nanti. Peningkatan ini diharapkan dapat membuat sistem bisa bekerja tanpa batas dengan jaringan cryptocurrency lainnya.
  • Terra telah menjalin banyak kemitraan dengan platform pembayaran, khususnya di APAC. Sebagai contoh, Terra bermitra dengan Chai. Chain adalah aplikasi pembayaran seluler di Korea Selatan, di mana kemitraan ini memungkinakan pembelian yang dilakukan di platform dapat diproses melalui jaringan blockchain Terra.
  • LUNA juga terintegrasi dengan standar Inter-Blockchain Communication (IBC), yang memungkinkan jaringan Terra untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan protokol di ekosistem Cosmos.
  • Nilai total aset yang dikunci di jaringan Terra mencapai 9,4 miliar dolar AS atau Rp134,8 triliun, per 20 Oktober 2021.

Disclaimer:
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more