Serum

Serum adalah exchange terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Solana untuk menghadirkan transaksi cepat dan berbiaya rendah.

Apa Itu Serum?

  • Bagi Anda yang berencana beli SRM dengan konversi harga SRM to IDR atau SRM to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkininya di bawah ini.
  • Serum membentuk Decentralized Exchange Cryptocurrency (DEX) yang memiliki kecepatan tinggi, serta mendukung stablecoin dan multiple chains. Tak hanya itu, Serum juga menggunakan protokol order book yang terdesentralisasi, sehingga order yang dibuat akan otomatis dipasangkan on-chain. Dengan begitu, para trader dapat trading dengan nyaman dan aman di platform. Sistem order book yang disediakan Serum dianggap lebih nyaman oleh banyak orang dibandingkan dengan exchange terdesentralisasi lainnya, karena memiliki kemiripan dengan exchange terpusat. Kendati begitu, platform ini tetap menawarkan fitur swapping. 
  • Karena dibangun dalam jaringan Solana, Serum DEX menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah, yakni sekitar 0,001 dolar AS atau setara Rp14 (dibaca: 14 rupiah) per transaksi. Di samping itu, proses transaksi di platform ini juga relatif cepat, diperkirakan mampu menangani 50 hingga 65 ribu transaksi per detik. 
  • Sebanyak 80% dari exchange fee yang dikumpulkan akan didistribusikan untuk pembelian dan pemusnahan token SRM. Sementara 20% sisanya akan dialokasikan ke pengguna yang staking token SRM. 
  • Serum juga memiliki fitur pool yang memungkinkan sekelompok pengguna dapat saling berkolaborasi untuk bertindak sebagai sistem automated market maker (AMM) di platform. 
  • Saat ulasan ini ditulis, Serum DEX mencantumkan 30 aset digital yang dipasangkan dengan USDC dan USDT. Selain itu, tersedia fitur Add Market yang memungkinkan siapa saja membuat DEX sendiri di atas jaringan Serum DEX. 

Key Metrics

TickerSRM
Nama TokenSerum
Jenis Token/ProtokolSPL/Solana and ERC20/Ethereum
Total Pasokan Token10,000,000,000
Pasokan yang Beredar Saat Ini Lihat Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan TokenAug 2020
Apakah Token Ini Bisa Ditambang?Tidak, Anda tidak bisa menambang (mining) SRM.

Siapa Penemu Serum? 

Penemu dan pendirinya adalah Sam Bankman-Fried, yang merupakan lulusan MIT dan mantan trader di Jane Street Capital. Sam Bankmand-Fried melalui perusahaannya, yakni Alameda Research dan FTX exchange, membuat Serum sekitar awal tahun 2020 dan memilih untuk membangunnya di dalam jaringan Solana.  

Sam Bankmand-Fried memilih membangun pertukaran terdesentralisasi di Solana karena memungkinkan transaksi yang lebih cepat sekaligus lebih murah, dibandingkan dengan blockchain lainnya. 

Apa Tujuan Serum (SRM)? 

Tujuan utamanya adalah menawarkan exchange aset kripto terdesentralisasi dengan transaksi yang lebih cepat, aman, dan berbiaya rendah dibandingkan dengan exchange terdesentralisasi lainnya. 

Penggunaan protokol order book yang terdesentralisasi juga memberikan trader kontrol penuh terhadap trading yang mereka melakukan. Di sisi lain, Serum juga menawarkan dukungan kontrak cross-chain. Artinya, trader dapat trading token yang dibangun di platform lain, seperti Ethereum dan Polkadot. 

Insight

Permintaan untuk exchange terdesentralisasi tetap kuat di pasar blockchain karena keyakinan pada visi awal Bitcoin, yakni blockchain dibangun untuk didesentralisasi dan bebas sensor. Akan tetapi, karena keterbatasan teknologi, pertumbuhan DEX dinilai relatif rendah. Kabar baiknya, Serum hadir menawarkan model dan desain platform yang menarik, sehingga dapat memberikan solusi untuk mengatasi kendala yang ada dan sedang dihadapi saat ini. 

  • Token Serum berkembang sangat baik di tahun pertama setelah diluncurkan. Setelah terdaftar di Binance, harga 1 SRM pun meroket hingga 10 kali lipat dari 1 dolar AS atau setara Rp14 ribu pada Agustus 2020, menjadi 11 dolar AS atau setara Rp157 ribu pada Mei 2021. 
  • Meski dibangun di blockchain Solana, Serum sepenuhnya dapat dioperasikan di jaringan Ethereum. 
  • Serum digagas oleh seorang trader pengalaman, dan didukung pula oleh perusahaan trading terkemuka lainnya. Jadi, bisa dibilang, fondasinya memang dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi para trader. 
  • Periode vesting (jadwal penerimaan aset) token SRM untuk investor institusi dan tim adalah 7 tahun. Periode vesting SRM ini termasuk yang terpanjang di industri kripto. Hal ini menunjukkan bahwa para pendukung awal proyek ini sejatinya ada untuk jangka panjang. 
  • Mekanisme pemusnahan (burn) token SRM juga layak dipertimbangkan sebagai salah satu nilai potensial yang signifikan dari harga token SRM dalam jangka panjang. 
  • Pengguna bisa mendapatkan diskon trading fees ketika menggunakan token SRM sebagai token pembayaran. SRM juga dapat digunakan untuk beragam utilitas lain, seperti mendapatkan diskon hingga 50% saat transaksi di platform Serum, serta mendapatkan hadiah staking (staking rewards) berupa MegaSerum (MSRM) bila pengguna mengunci 1 juta SRM bersama-sama. 

Risiko

  • Bankman-Fried berperan besar terhadap kesuksesan Serum. Namun, mengingat pengaruhnya yang signifikan dan perannya sebagai CEO Alameda Research dan FTX exchange, ada potensi konflik kepentingan yang mungkin saja dapat merugikan para pemegang token SRM ritel. 
  • Teknologi Solana dianggap baru, sehingga mungkin saja ada risiko atau potensi masalah keamanan yang belum ditemukan. Sebetulnya Serum dapat dengan mudah bermigrasi ke platform blockchain lain. Sayangnya, platform Serum tampaknya dirancang khusus untuk hanya mengandalkan jaringan Solana.

Berita dan Update

  • Jump Trading, market maker di balik platform trading populer seperti Robinhood, Bitfinex, dan Bitmex diketahui telah menginvestasikan modal dalam jumlah yang besar di Serum pada akhir 2020. 
  • Ada beberapa proyek yang dibangun di jaringan Serum, seperti Symmetry Swap, yakni platform pertukaran token SPL yang cepat. 
  • Serum DEX telah melampaui 5,4 miliar dolar AS atau setara Rp77 triliun dalam volume perdagangan sejak diluncurkan pertama kali ke publik. 

Community & Whitepaper Link

Disclaimer: 
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more