Ripple

XRP adalah aset digital yang dibuat sebagai alat bayar digital lintas negara pada public ledger. 

Apa Itu Ripple? 

  • Bagi Anda yang berencana beli Ripple dengan konversi harga XRP to IDR atau XRP to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkini tentang XRP di bawah ini.
  • XRP adalah aset digital buatan Ripple Labs yang berada pada XRP Ledger dan dapat memproses transaksi dalam 3-5 detik. XRP Ledger sendiri adalah jaringan blockchain open-source terdesentralisasi yang dapat digunakan oleh siapa saja. Aset digital ini berperan sebagai “jembatan” antara berbagai mata uang yang ditransfer di jaringan Ripple. 
  • XRP adalah aset digital yang tidak dapat ditambang (mining) atau diverifikasi seperti Bitcoin. Hanya bank atau entitas tertentu yang dapat memverifikasi transaksi, sehingga hanya ada beberapa kelompok orang yang dapat mengontrol akun maupun merilis token. 
  • Pada Mei 2015, Ripple telah membekukan akun Jed McCaleb senilai 96 juta XRP. Hal ini mengindikasi bahwa Ripple memiliki kapabilitas untuk mengontrol siapa pun, yang pada akhirnya justru membuat mereka harus berhadapan dengan hukum. 
  • Konsep transfer Ripple berbeda dari aset kripto lainnya. Ketika ada transaksi Ripple, sejumlah XRP akan dimusnakan sebagai biaya. 
  • Ripple dan XRP kerap dianggap sama, tapi secara teknis, keduanya berbeda. Ripple adalah platform transfer uang, sementara XRP merupakan aset digital yang dibuat sebagai alat bayar. XRP bekerja secara independen dan tidak bergantung pada Ripple. Kendati begitu, XRP memfasilitasi seluruh transaksi di platform Ripple. 

Key Metrics

TickerXRP
Nama TokenRipple
Tipe Token atau ProtokolXRP Ledger Consensus
Total Pasokan Token99.990.461.026
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan Token2012
Apakah Token Ini Bisa Ditambang?Tidak, Anda tidak bisa mining XRP

Siapa Penemu Ripple (XRP)?

Pada tahun 2012, Jed McCaleb, pendiri Ripple Labs, Inc menciptakan token XRP. Namun, di tahun 2014, Jed meninggalkan Ripple dan mendirikan Stellar (XML). Saat ini, posisi eksekutif dewan direktur Ripple dipegang oleh Chris Larsen. 

Awalnya, token XRP bernama Opencoin dan diubah namanya menjadi Ripple pada tahun 2015.

Apa Tujuan Ripple (XRP)?

XRP mulanya diciptakan sebagai alat bayar digital lintas negara pada public ledger yang menjalankan sistem dalam jaringan terdesentralisasi (dApp). Konsep transfer Ripple sendiri berbeda dari cryptocurrency lainnya. Ketika ada transaksi Ripple yang masuk, sejumlah XRP akan dimusnakan (burn) sebagai biayanya. 

Insight

  • Ripplenet adalah jaringan penyedia pembayaran institusional antar bank, di antaranya: 
    • Santander (Perusahaan jasa keuangan)
    • Axis Bank (Perusahaan perbankan swasta)
    • Yes Bank (Perusahaan perbankan swasta)
    • Westpac (Perusahaan perbankan swasta)
    • Union Credit
    • NBAD (National Bank of Abu Dhabi)
    • UBS (Perusahaan perbankan investasi)
  • Proses transaksi di Ripple dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik. Kecepatan transaksi itu dapat terjadi karena infrastrukturnya terpusat dan tidak menggunakan algoritma Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS) seperti Bitcoin. Sejumlah bank dan entitas terlibat dalam verifikasi transaksi, sehingga membuat proses transaksinya lebih cepat daripada dengan metode pembayaran cryptocurrency tradisional lainnya. 
  • Ripplenet atau Ripple Transaction Protocol  (RTXP) adalah jaringan berbasis gateway yang berperan sebagai jembatan antara beberapa institusi termasuk bank, instansi pemerintah, dan beberapa perusahaan untuk bergabung dan melakukan transaksi di dalam jaringan.  

Risiko

  • Karena terpusat, transaksi berpotensi dikendalikan atau diintervensi oleh entitas tertentu dengan cara yang berbeda. Misalnya seperti pembekuan akun (personal wallet), maupun menjeda atau mematikan transaksi di seluruh dunia. 
  • XRP tidak memiliki validator apa pun dan hanya dapat divalidasi oleh bank atau entitas tertentu yang memengaruhi keandalan token. 
  • Layanan Ripple hanya mendukung B2B, seperti lembaga pemerintah, institusi, dan perusahaan besar.

Berita dan Update

  • Flare Network memiliki tujuan untuk menjadi jaringan blockchain baru yang terukur dan aman. Dengan begitu mereka dapat menjalankan fungsi smart contract dan mendapatkan akses ke keuangan terdesentralisasi (DeFi) menggunakan XPR dan Litecoin (LTC), yang kemudian diikuti Bitcoin. Flare Network mengumumkan bahwa token Spark akan melakukan airdrop  ke pemegang XRP pada Q2 tahun 2021. 
  • Securities and Exchange Commision (SEC) Amerika Serikat menjatuhkan denda pada Ripple dan dua eksekutifnya karena melakukan penawaran sekuritas aset digital yang belum terdaftar senilai 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp18,8 miliar. Gugatan tersebut menyebabkan harga XRP merosot drastis dan beberapa bursa di Amerika Serikat bahkan menangguhkan perdagangan dan menghapus tokennya di platform mereka. 

Community & Whitepaper Link

Disclaimer: 
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substantial. Investor harus memahami sifat aset digital, termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun. 

Read more