5 Platform yang Bisa Digunakan untuk Membuat NFT Sendiri

Posted on March 25, 2021 in Articles, Kriptopedia
5 Platform yang Bisa Digunakan untuk Membuat NFT Sendiri
View all Articles

Belakangan ini, NFT tengah menjadi perbincangan hangat. Terutama sejak CEO Twitter, Jack Dorsey mengumumkan bahwa ia menjual cuitan pertamanya dalam bentuk NFT. Di Indonesia sendiri, NFT juga menjadi topik yang terus ramai dibicarakan pada media sosial. 

Meningkatnya tren NFT ini bukan tanpa alasan. Penjualan cuitan itu menjadi penanda bahwa ada banyak hal yang dapat dijadikan NFT. Anda bisa membuat NFT untuk beragam karya. Mulai dari karya seni digital, lagu, meme, resep, dan bahkan cuitan Twitter. 

Hingga saat ini, masih belum ada aturan mengenai batasan apa saja yang dapat dijadikan token dan diubah menjadi NFT. Artinya Anda masih dapat dengan mudah untuk membuat NFT sesuai dengan keinginan dan kreativitas Anda.

Tapi, apa bisa? Kalau iya, bagaimana cara membuatnya? 

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Anda, Zipmex telah merangkum lima platform yang dapat Anda gunakan untuk membuat NFT. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini. 

Mintable

Mintable merupakan platform NFT yang terpopuler dan paling sering digunakan untuk membuat NFT. Platform berbasis web ini juga dapat membantu Anda untuk menjual NFT dengan mudah. Melalui platform Mintable, pengguna dapat mencetak token ERC-721 hanya dalam hitungan menit saja.

Mintable juga memberikan petunjuk yang mendetail. Anda akan dipandu langkah demi langkah untuk menerapkan NFT di karya pilihan Anda. Selain itu, platform ini memungkinkan pencipta untuk menjual barang digital dalam marketplace mereka.

Mintable juga memudahkan pengguna untuk mengelola NFT yang mereka miliki langsung dalam pada wallet yang dimiliki. Mulai dari melakukan transfer aset hingga mengontrol token dalam wallet mereka.

OpenSea

Platform ini merupakan marketplace NFT terbesar di dunia. Di dalamnya, Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan melalui penjualan NFT. Ada banyak seniman yang menjual NFT nya melalui OpenSea, termasuk seniman cryptoart ternama, Beeple. 

Cara membuat NFT dalam OpenSea cukup mudah. Syaratnya hanya satu, Anda mesti memiliki wallet di blockchain Ethereum. Kalau sudah, Anda tinggal klik tombol “Create”, unggah karya yang hendak dijadikan NFT, menyematkan keterangan, dan voila! Kamu punya NFT sendiri.

Platform NFT opensea

OpenSea tidak hanya hanya menyediakan karya seni dan collectible item dalam bentuk token ERC-721, tetapi juga menyediakan token ERC-1155.

Menariknya lagi, ada banyak jenis NFT yang bisa diperjual-belikan melalui platform OpenSea. Bahkan, bagi Anda yang tidak memiliki keahlian seni namun tertarik untuk menjajal peruntungan melalui NFT, Anda dapat menjual satu kata dalam bentuk NFT. Salah satu contohnya adalah seperti yang Anda lihat dalam ilustrasi di atas.

Rarible

Rarible merupakan marketplace yang memudahkan seniman dan pencipta karya seni digital untuk menerbitkan dan menjual NFT mereka. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Rarible adalah platform ini memiliki native token bernama $RARI yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi NFT.

Rarible tidak hanya menyediakan NFT berupa karya seni atau musik, tetapi juga domain ENS atau Ethereum Name Service. Domain ENS ini digunakan untuk alamat pengiriman Ethereum. Seperti situs yang menggunakan .com atau .co.id, domain ENS menggunakan .eth sebagai alamat untuk mengirim dan menerima ETH.

Async Art

Berbeda dengan ketiga platform lainnya yang merupakan marketplace penyedia beragam jenis NFT, Async Art dirancang khusus untuk pembuatan dan penjualan hasil karya seni digital berbasis blockchain. Karya seni digital tersebut biasa dikenal sebagai cryptoart

Sesuai dengan misinya, platform ini tidak terbuka untuk semua orang. Seniman yang ingin menjual hasil karyanya melalui Async Art harus mendaftar dan melewati seleksi khusus yang dilakukan oleh tim kurator Async Art.

Platform ini juga mengizinkan seniman untuk membuat karya seni digital yang memiliki kemampuan berubah secara otomatis  Salah satu fitur yang dimiliki oleh Async Art yang tidak dimiliki oleh platform lainnya adalah Master dan Layer.

Dalam karya digital Anda, Anda bisa membuat beberapa layer. Tiap layer memiliki token yang berbeda satu dengan yang lain. Master adalah sebutan bagi gambar utama dalam karya seni digital Anda. Sama seperti layer, master juga memiliki token di dalamnya. 

Struktur dasar karya seni yang berlapis ini membuat seniman pembuatnya mampu mengubah tiap layer dalam karya tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan. Bahkan apabila seniman ini mengubah layer karya sesuai dengan timeline waktu tertentu. Menarik sekali, kan?  

Selain itu, Async Art memiliki struktur royalti yang memungkinkan seniman mendapatkan imbalan lebih besar atas karyanya. Seniman akan menerima penghasilan sebesar 90 persen dari hasil penjualan cryptoart. Sisanya, sebesar 10 persen akan diterima oleh Async Art.

SuperRare

Mirip dengan Async Art, SuperRare merupakan platform NFT yang mendukung pembuatan cryptoart yang dibuat secara otentik yang kemudian akan dijual dalam bentuk NFT.

SuperRare memiliki tampilan yang serupa dengan media sosial Instagram. Hal ini membuat pengguna, baik dari pembeli maupun penjual akan merasa lebih familiar. Sehingga, lebih mudah bagi pengguna untuk melakukan transaksi jual beli NFT. 

SuperRare dapat diakses secara bebas. Siapapun dapat mendaftar, meskipun Anda bukanlah seorang seniman. Pada SuperRare, semua transaksi menggunakan aset kripto ETH. Sehingga, Anda mesti memiliki wallet Ethereum sebelum melakukan transaksi. 

Meski tampilannya familiar, dari segi penggunaan, platform SuperRare tidak user-friendly seperti Mintable atau OpenSea. Tetapi, Anda tak perlu khawatir, karena website ini menyediakan pedoman bagi para pemula yang ingin membuat dan menjual NFT di platform mereka.

Jika Anda tertarik untuk mencoba menjual NFT Anda pada SuperRare, pada penjualan pertama, seniman akan menerima 85 persen dari hasil penjualan dan sisanya diberikan ke SuperRare. Pada penjualan selanjutnya, seniman akan mendapat besaran pendapatanyang berbeda dari penjualan pertama.

Cara Menjual NFT

Setelah dibuat, langkah selanjutnya tentu saja menjual NFT. Tanpa adanya penjualan, kamu pasti tidak akan bisa menerima keuntungan dari NFT. 

Untuk menjual NFT, Anda tak perlu memiliki pengetahuan yang luas soal aset kripto. Satu-satunya yang Anda butuhkan adalah wallet di blockchain Ethereum dan juga ETH. Setelah itu, Anda cukup menghubungkan wallet ke platform pembuatan NFT yang telah Anda pilih. 

Kebanyakan platform pembuatan NFT juga memberikan layanan jual beli di dalam website-nya. Sehingga, Anda tak perlu berpindah-pindah situs hanya untuk membuat, menjual, atau membeli NFT. 

Mudah sekali, kan. Jadi, sudah tahu platform apa yang ingin Anda gunakan untuk membuat NFT? 

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter