7 Musisi yang Jual Karya dalam Bentuk Album Musik NFT

Posted on March 22, 2021 in Articles, Berita Kripto
7 Musisi yang Jual Karya dalam Bentuk Album Musik NFT
View all Articles

Gelombang NFT ini nampaknya tidak hanya mempengaruhi dunia meme dan industri seni rupa saja. Kenyataannya, industri musik juga tak luput ambil bagian. Tidak sedikit musisi dunia memanfaatkan teknologi NFT sebagai bagian dari upaya adaptasi dari kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Hadirnya NFT pun seakan menjadi angin segar bagi para musisi. Karena, mereka bisa mendapatkan royalti secara penuh tanpa adanya potongan biaya pihak ketiga setiap kali karya mereka terjual. Selain itu, musisi pun dapat menjual album musik NFT secara langsung, tanpa harus mengandalkan pihak ketiga. Sehingga, mereka bisa berinteraksi langsung dengan penggemarnya. 


Kehadiran NFT diprediksi dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi para seniman. Terutama untuk musisi-musisi yang merasa kesulitan di bawah status quo streaming platform. Terlebih streaming platform kini secara tak kasat mata mampu mengendalikan pasar industri musik. 

Seperti Apa Peran NFT Terhadap Industri Musik?

Beberapa pakar industri musik serta ahli teknologi menganggap bahwa tokenisasi melalui NFT dapat membantu seniman untuk melakukan demokrasi pasar. NFT menjadi bentuk revolusi dari industri musik yang saat ini pendapatannya masih mengandalkan jumlah stream di berbagai platform musik. 

Di masa kini, kebanyakan musisi memasarkan lagu dan albumnya melalui rilisan fisik dan streaming platform populer seperti Spotify dan Apple Music. Sayangnya, meski single maupun album mereka diputar ribuan kali, pendapatan yang dihasilkan belum tentu sesuai dengan usaha yang dikeluarkan. Menurut Spotify Royalty Calculator, dibutuhkan 100.000 streaming untuk mendapatkan penghasilan sekitar 400 dolar AS atau setara dengan Rp 5,7 juta.  

Nilai itu tentu tak sebanding dengan pengeluaran promosi yang dikeluarkan oleh musisi. Penjualan dalam bentuk NFT akan memberikan pengaruh lebih bagi musisi. Mulai dari pendapatan royalti serta hak cipta bagi musisi. Tidak hanya itu, ketika value album meningkat, harganya pun akan makin tinggi. NFT juga dapat mengurangi tindak plagiarisme atau penggunaan musik tanpa izin. 

Musisi yang Menjual Album Musik NFT

NFT digadang-gadang menjadi ‘angin segar’ bagi dunia musik. Ada beberapa musisi yang telah memanfaatkan penggunaan teknologi tokenisasi sebagai upaya penjualan album musiknya. Kings of Leon dan Grimes misalnya. 

Selain itu, ada pula cuitan berupa video pendek yang diiringi musik tekno milik Elon Musk. Lagu dengan lirik berbunyi “NFT for your vanity. Computers never sleep. It’s verified. It’s guaranteed” itu bahkan sempat ditawar seharga 1,12 juta dolar AS atau setara dengan Rp 16,1 miliar oleh CEO Bridge Oracle, Sina Estavi. 

Namun, beberapa hari usai video pendek tersebut viral, Elon Musk justru membatalkan rencananya menjual cuitan lagu itu dalam bentuk NFT. 

Di luar dari ketiga figur publik di atas, masih ada banyak musisi yang mencoba peruntungan dengan membuat album musik NFT. Berikut beberapa di antaranya:

Tory Lanez

Seniman asal Kanada, Tory Lanez, pada Kamis (4/3) lalu baru saja merilis album musik NFT dengan tajuk PLAYBOY. Album ini berisikan tiga lagu baru yang sama sekali belum pernah dirilis melalui platform manapun. Capsule Album dalam bentuk NFT ini tersedia melalui platform BondlyFinance

3LAU

3LAU (dibaca Blau) pada Februari lalu baru saja merilis kembali albumnya pada 2018 dalam bentuk NFT. Artis EDM ini menjual 33 album NFT yang dapat ditukarkan dengan beragam produk. Mulai dari album vinyl 3LAU edisi khusus, musik yang belum dirilis, hingga beragam pengalaman khusus.

Berbeda dengan seniman dan musisi lainnya yang menjual karyanya melalui marketplace, 3LAU menjual NFT miliknya melalui lelang. Lelang tersebut disiarkan musisi bernama asli Justin Lau tersebut disiarkan melalui akun Twitter miliknya.

Lelang NFT 3LAU berlangsung pada akhir Februari lalu selama 48 jam dan digunakan untuk memperingati tiga tahun rilisnya album Ultraviolet. Melalui lelang ini, 3LAU meraih keuntungan hingga 11,6 juta dolar AS setara dengan Rp 167,34 triliun.

Mike Shinoda

Mike Shinoda, vokalis dari Linkin Park, juga menjadi salah satu musisi yang menyambut NFT secara antusias. Shinoda membuat karya seni dalam bentuk video klip berisikan single-nya dengan rapper Iann Dior dan penyanyi UPSAHL. Selain itu, Shinoda juga membuat beragam karya seni dalam bentuk NFT berupa rangkaian klip NFT eksklusif dengan tajuk “Happy Endings”.

Melalui akun Twitternya, Shinoda menjelaskan pada pengikutnya bahwa NFT bukanlah lagu atau musik itu sendiri. NFT hanya berupa token yang Anda bahkan bisa melepaskan video maupun audio yang ada di dalamnya. Apabila lagu di dalam NFT menjadi semakin terkenal, maka tokennya pun akan makin bernilai.

album musik NFT milik Mike Shinoda
Source: twitter.com/mikeshinoda

Musisi yang Juga Terjun di Dunia NFT

Deadmau5

Musisi EDM asal Kanada, Deadmau5 mereplikasi karya seninya dalam bentuk NFT pada Desember silam, jauh mendahului musisi lainnya. Ia bahkan menjual beragam collectible items berbentuk audio-visual.

Musisi dengan nama asli Joel Thomas Zimmerman ini merupakan salah satu musisi yang paling sering membuat NFT. Hasil karyanya bisa Anda dapatkan melalui platform NFT Nifty.

Ja Rule

Rapper kawakan, Ja Rule, juga turut meramaikan pasar penjualan NFT dengan menjual lukisan berlogo Fyre Festival dalam bentuk NFT. 

Fyre Festival adalah sebuah acara festival musik yang dikenal sebagai salah satu scam terbesar di dunia. Festival musik tersebut berhasil menipu para pembeli tiket dengan memberikan layanan yang tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan melalui situsnya. 

Selain lukisan Fyre Festival, dalam waktu dekat Ja Rule juga berencana untuk melansir album terkenalnya, yaitu Pain Is Love 2 dalam bentuk NFT.

Shawn Mendes

Penyanyi pop populer, Shawn Mendes juga tak ketinggalan untuk mengikuti tren NFT. Penyanyi yang terkenal melalui lagunya “Stitches” itu melakukan kolaborasi pembuatan NFT bersama Genies. Genies adalah platform yang membuat digital avatar untuk selebritas Hollywood. 

Kolaborasi ini menghasilkan NFT dalam bentuk collectible item yang terinspirasi dengan album milik Shawn Mendes berjudul Wonder. Jika Anda tertarik untuk membeli NFT lansiran Shawn Mendes ini, Anda dapat membelinya melalui OpenSea.

IAMSOUND x Zora

IAMSOUND merupakan pameran seni dalam bentuk digital serta lelang seluruh karya seni yang ditampilkan dalam bentuk NFT. Karya seni yang akan ditampilkan ini merupakan hasil karya dari 12 peserta. Mulai dari seniman visual, musisi, and serta pelaku industri kreatif lainnya. 

Kegiatan pameran sekaligus lelang ini akan dilakukan melalui Zora, sebuah protokol yang menggunakan teknologi blockchain Ethereum. Pameran digital ini dapat diakses secara bebas oleh publik tanpa batas waktu. 

Sedangkan, untuk kepemilikan hasil karya yang dipamerkan akan dikirim dalam bentuk NFT. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah musisi ternama seperti Yaeji, Toro Y Moi, Mura Masa, bahkan 88 Rising. 

Apakah NFT Menjadi Masa Depan Industri Musik?

Berbagai musisi serta media menganggap hadirnya NFT pada industri musik sebagai bagian dari masa depan dari penjualan musik. Selain perihal royalti dan hak cipta, penjualan album musik NFT dapat meningkatkan hubungan antara penggemar dengan artis. NFT juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan komunitas penggemar.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter