7 Perempuan Paling Berpengaruh dalam Industri Aset Kripto

Posted on March 10, 2021 in Articles, Kriptopedia, Opini
7 Perempuan Paling Berpengaruh dalam Industri Aset Kripto
View all Articles

Industri aset kripto sering kali diidentikan sebagai dunia laki-laki, seakan tidak ada peran perempuan di industri kripto. Anggapan ini tak lepas dari dominasi laki-laki dalam industri aset kripto, baik sebagai pembicara, pengguna maupun trader aset kripto. 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh eToro, industri kripto didominasi oleh laki-laki. Dari jumlah keseluruhan, proporsi perempuan di industri kripto hanya mencapai angka 8,5 persen saja. Jauh lebih sedikit ketimbang proporsi laki-laki yang mencapai 91,5 persen. 

Kesenjangan ini mencerminkan minimnya jumlah perempuan secara umum dalam industri kripto. Secara tak langsung, menimbulkan anggapan bahwa laki-laki mendominasi industri ini. 

Padahal, ada banyak perempuan-perempuan hebat yang memiliki pengaruh di industri aset kripto. 

Untuk memperingati International Women’s Day, kali ini Zipmex telah merangkum tujuh perempuan paling berpengaruh yang juga memiliki andil besar dalam industri aset kripto. Tujuh sosok tersebut bahkan memberikan inovasi serta kemajuan baru yang luar biasa. 

Siapa saja mereka? Yuk, simak ulasannya berikut.

Laura Shin

Laura Shin, perempuan di industri kripto

Laura Shin adalah seorang jurnalis independen yang mengulas dunia kripto dan blockchain. Ia juga menjadi pembawa acara podcast Unchained dan Unconfirmed. Unchained dan Unconfirmed adalah podcast yang mengulas tentang berita dan perkembangan dunia kripto. 

Sejak diluncurkan pada 2016, Laura Shin berhasil menempatkan Unchained dan Unconfirmed sebagai podcast yang terkenal dan dihormati oleh seluruh komunitas kripto di Amerika Serikat. Dalam podcast-nya, Shin juga mewawancarai tokoh-tokoh penting dalam perkembangan industri kripto seperti Vitalik Buterin. 

Sebelumnya, Shin juga pernah menjabat sebagai mantan editor senior Forbes yang berfokus pada aset kripto dan blockchain. Shin bahkan menjadi reporter pertama yang membuat liputan aset kripto di majalah ternama tersebut.

Rachel Wolfson

Rachel Wolfson, perempuan di industri kripto

Rachel Wolfson adalah seorang blockchain guru dan jurnalis yang menulis untuk Bitcoin Magazine. Bitcoin Magazine adalah salah satu media cetak yang berfokus pada Bitcoin dan aset digital lainnya. 

Sebelumnya, ia merupakan seorang jurnalis untuk Huffington Post. Selain Huffington Post, Wolfson juga telah berkontribusi pada Forbes, Dataconomy Media, Elite Daily, dan banyak lagi. 

Saat ini, Wolfson bekerja sebagai jurnalis untuk Cointelegraph dan juga host di podcast The Crypto Chick. Selain mengisi kesehariannya sebagai jurnalis, Wolfson juga menjabat sebagai Dewan Penasehat untuk perusahaan manajemen supply-chain berbasis blockchain. 

Tak sampai di situ saja, Wolfson juga menjadi dewan pengamat untuk sejumlah perusahaan blockchain lainnya. Pada tahun 2018, Wolfson dinobatkan oleh Next Web sebagai salah satu dari lima wanita teratas yang berpengaruh dalam perubahan dunia kripto.

Alakanani Itireleng

Alakanani Itireleng, perempuan di industri kripto

Alakanani Itireleng adalah perempuan hebat yang memperkenalkan aset kripto di tanah kelahirannya, Botswana. Ia adalah sosok yang mendorong pergerakan aset kripto di Afrika menuju tingkat baru. Itireleng merupakan CEO dari Satoshi Center, pasar perdagangan yang digunakan untuk melakukan semua transaksi Bitcoin di Botswana.

Wanita yang memiliki julukan Bitcoin Lady ini memberikan ilmu dan keterampilan seputar aset kripto kepada generasi muda di Botswana. Baginya, Botswana perlu meningkatkan serta mengimplementasikan penggunaan aset kripto seperti negara tetangganya, yaitu Afrika Selatan. 

Terlebih lagi, Itireleng adalah duta utama untuk Humaniq, sebuah platform penggalangan dana dan amal yang menggunakan teknologi Blockchain. Humaniq diciptakan untuk membantu memastikan transparansi donasi.

Kathleen Breitman

Kathleen Breitman

Kathleen Breitman adalah CEO Dynamic Solutions, perusahaan yang menciptakan Tezos versi pertama. Tezos merupakan platform smart contract berbasis blockchain yang terdesentralisasi dan bersifat open-source yang dapat melakukan transaksi peer-to-peer (P2P). Breitman mendirikan Tezos pada Juli 2018. 

Breitman memiliki cita-cita untuk menjadi seorang entrepreneur. Digerakkan oleh mimpi, ia akhirnya memilih untuk meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai Senior Strategy Associate di R3, perusahaan yang bergerak di industri blockchain. 

Bersama sang suami, Breitman berjuang untuk mendirikan perusahaan baru berbasis blockchain. Kini, mimpinya telah menjadi nyata. Breitman menjadi salah satu perempuan yang berpengaruh di industri aset kripto dan blockchain.

Elizabeth Stark

Elizabeth Stark, perempuan di industri kripto

Elizabeth Stark adalah CEO dan juga co-founder Lightning Labs. Lightning Labs adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas sistem transaksi keuangan berbasis Blockchain yang terdesentralisasi. 

Perusahaan yang dipimpin oleh Stark memiliki peran penting dalam pengembangan Lightning Network, protokol yang berpengaruh dalam transaksi Bitcoin. Teknologi yang dimiliki oleh Lightning Network ini dianggap sebagai protokol “layer 2” yang dapat menghadirkan transaksi yang lebih singkat untuk Bitcoin.

Stark sebelumnya merupakan seorang mantan profesor yang mengajar tentang open-source, perangkat peer-to-peer, dan private technology di Universitas Yale dan Stanford. Selain itu, Stark juga menjadi konsultan untuk banyak perusahaan startup yang bergerak di dunia blockchain. Ia juga menjadi mentor dari Thiel Fellowship dan telah berkolaborasi dengan perusahaan besar seperti Google dan Mozilla. 

Connie Gallippi

Connie Gallippi, perempuan di industri kripto

Connie Gallippi adalah pendiri dari BitGive, perusahaan non-profit pertama di dunia Bitcoin. Gallippi terinspirasi dari konferensi Bitcoin di tahun 2013, ia menemukan bahwa industri kripto membutuhkan organisasi amal yang legal. Kemudian Gallippi membangun BitGive, yang hingga saat ini menjadi platform terbaik untuk menyumbangkan beragam bentuk aset kripto untuk beramal.

Saat ini, Gallippi tengah menggarap proyek teranyar BitGive yang disebut dengan GiveTrack. GiveTrack bertujuan untuk melacak kegiatan transaksi yang dilakukan oleh organisasi amal dengan donasi yang mereka terima dalam aset kripto. GiveTrack akan meninjau keseluruhan detail transaksi untuk mengetahui apakah semua uang yang diterima digunakan dengan semestinya.

Mihriban Ersin Tekmen

Mihriban Ersin Tekmen

Mihriban Ersin Tekmen adalah Chief Operating Officer (COO) dan co-founder dari Colendi. 

Colendi adalah platform skor kredit terdesentralisasi bersifat cross-border yang menggunakan teknologi blockchain. Perusahaan tersebut menyediakan layanan yang aman dan demokratis bagi dunia fintech. Colendi juga mengubah definisi perbankan yang terkesan kaku dan konvensional.

Bukan hanya itu saja, perempuan jenius asal Turki ini juga menjadi co-founder dari Fintechtime. Fintechtime adalah perusahaan publikasi independen yang menyajikan analisis, informasi, dan berita terbaru mengenai pasar fintech secara global.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter