Apa Itu Arbitrase? – Panduan yang Mudah Dipahami Trader

Posted on May 04, 2020 in Articles, Investasi, Kriptopedia
Apa Itu Arbitrase? – Panduan yang Mudah Dipahami Trader
View all Articles

Bagi Anda yang ingin terjun dalam dunia trading, ada baiknya mengenal apa itu arbitrase. Arbitrase adalah salah satu strategi yang umum digunakan di pasar saham atau pasar aset. Arbitrase terjadi pada saat Anda mengambil peluang untuk menghasilkan keuntungan dari perbedaan harga yang muncul di antara pasar.

Sebagai contoh, jika Anda membeli Dolar AS (USD) menggunakan Rupiah (IDR) di situs A, Anda mungkin akan dikenakan biaya sebesar Rp 14 ribu. Sementara itu, apabila Anda membeli USD di situs B, Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 28 ribu. Apabila Anda membeli dari situs A dan menjual ke situs B, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 14 ribu.

Sekilas, besar keuntungan ini mungkin nampak tidak terlalu banyak. Tetapi, jika Anda melakukan transaksi sebesar 1 juta dolar AS, Anda bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 14 miliar.

Arbitrase dapat dilakukan di berbagai aset. Ketika arbitrase forex menjadi strategi yang paling sering dipakai, kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dalam pasar uang menjadi tidak terbatas. Perbedaan harga antara setiap pasar dapat terjadi karena berbagai alasan. Misalnya, terjadi fluktuasi mata uang di AS dan Thailand yang mengakibatkan perbedaan harga untuk beberapa aset.

Strategi Arbitrase dalam Perdagangan Aset Kripto

Praktik arbitrase bukan hanya dapat dilakukan dalam pasar aset konvensional. Praktik arbitrase pada aset digital ternyata cukup banyak juga dilakukan oleh pegiat aset kripto. Di Thailand dan Indonesia misalnya, Anda bisa menemukan lebih dari satu exchange aset digital. Setiap platform biasanya menawarkan harga kripto yang berbeda pada waktu tertentu.

Secara teori, semakin tinggi likuiditas dalam exchange, harga yang ditawarkan akan makin kompetitif. Hal ini dapat terjadi karena Anda akan memiliki banyak pesanan yang sesuai dengan harga beli/jual Anda.

Jika Anda memiliki aset di kedua platform, Anda dapat membeli Bitcoin (BTC) dari platform A dan menjual di platform B untuk mendapatkan keuntungan tanpa mentransfer aset Anda di antara penyedia. Arbitrase dapat berlaku pula untuk sebaliknya, Anda bisa membeli dari platform A, kemudian mentransfer ke platform B untuk menjual. Kendati Anda akan dikenakan biaya transaksi, Anda tetap mendapatkan keuntungan.   

Strategi lain dalam arbitrase pada aset kripto adalah melakukan transaksi lintas batas. Rasanya sangat wajar apabila permintaan dan penawaran aset digital di setiap negara berbeda-beda. Misalnya, permintaan BTC di Korea Selatan sangat tinggi. Artinya, harga BTC di Korea Selatan biasanya akan lebih tinggi dibandingkan dengan pasar lain.

Contoh lainnya adalah ketika terjadi krisis atau protes politik di Hong Kong. Pada masa itu, harga BTC bisa mencapai 2 persen lebih tinggi ketimbang negara lain. Itu artinya, Anda bisa mendapat keuntungan dengan menerapkan strategi arbitrase dengan menjual dan membeli BTC di negara yang berbeda. Misalnya dengan membeli Bitcoin dari Pasar Thailand yang memiliki harga lebih murah, kemudian menjualnya ke Korea atau Hongkong dengan harga yang lebih tinggi.  

arbitrase adalah

Bagaimana Cara Mengetahui Peluang Trading Arbitrase?

Setelah mengetahui apa itu arbitrase dan strategi arbitrase dalam perdagangan aset krip, saatnya kita mengenal trading arbitrase lebih dalam. Trading arbitrase mungkin terdengar sederhana secara teori. Anda hanya perlu membeli aset lebih murah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi untuk mendapat untung.

Namun pada kenyataannya, kesempatan seperti itu tidak sering muncul. Dan ketika peluang terjadi, smart money atau bit traders mungkin saja bertindak dan mendapatkan keuntungan lebih cepat ketimbang Anda atau trader lainnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan dari trading arbitrase, Anda harus menghitung peluangnya terlebih dahulu.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan analisis biaya. Misalnya apabila Anda berencana untuk melakukan trading arbitrase antara Zipmex dan exchange lainnya, Anda harus melakukan analisis biaya. Hitung, besar keuntungan dan kerugian yang bakal Anda dapatkan, kemudian bandingkan. Apakah besar kerugian Anda akan lebih besar ketimbang keuntungan yang akan didapatkan, atau sebaliknya.

Lalu, apabila keuntungan yang didapatkan lebih besar ketimbang biaya yang dikenakan, hitung besar keuntungannya. Apabila keuntungan yang didapat benar-benar signifikan nominalnya jika dibandingkan dengan biaya yang dikenakan. Anda hanya bisa mendapatkan prediksi keuntungan yang tepat setelah menghitung seluruh biaya pada kedua platform dengan benar.

Proses penghitungan biaya memang bisa memakan waktu yang lama. Tidak bisa dipungkiri, prosesnya juga bisa saja membuang peluang keuntungan yang ada. Namun, dengan perhitungan yang matang, Anda bukan hanya bisa memprediksi besar keuntungan yang akan diterima di masa mendatang. Tetapi, juga menentukan strategi arbitrase yang tepat.

Strategi Trading Arbitrase

Trading arbitrase yang sukses membutuhkan strategi yang matang, pengalaman, kecepatan, dan juga ketepatan. Berikut beberapa strategi arbitrase yang bisa digunakan untuk memaksimalkan profit Anda. 

Arbitrase Sederhana

Seperti namanya, arbitrase sederhana adalah yang paling mudah untuk dipahami dan dijalankan di dunia nyata. Tidak heran, arbitrase sederhana adalah jenis arbitrase yang paling populer. Teknik arbitrase sederhana dilakukan dengan membeli aset dengan harga rendah di exchange tertentu lalu menjualnya di exchange aset digital lainnya yang memiliki harga lebih tinggi.

Perhitungannya sederhana, Anda punya nilai dari aset yang Anda beli dan biaya transaksi yang menyertainya. Biaya transaksi bisa Anda hindari dengan memiliki aset di kedua bursa. Jika Anda memiliki IDR di platform A dan BTC di platform B, maka Anda dapat membeli Bitcoin di platform A dan menjual di platform B pada saat yang bersamaan, tanpa mesti melakukan transaksi lintas platform.   

Arbitrase Triangular

Arbitrase Triangular membutuhkan perhitungan yang lebih rumit ketimbang arbitrase sederhana. Wajar saja apabila strategi ini kurang populer di kalangan trader. Arbitrase triangular biasanya digunakan untuk meminimalisasi risiko atau biaya tersembunyi yang dapat mengurangi besar keuntungan.

Arbitrase triangular biasanya digunakan oleh investor institusi yang memiliki sumber daya yang cukup. Arbitrase Triangular mengalihkan sistem kerja manual menjadi otomatis dengan memanfaatkan kerja komputer. Dengan cara ini, peluang arbitrase akan lebih mudah untuk didapatkan.

Berikut salah satu contoh arbitrase triangular:

Anda memiliki Rp 600 juta. Pada saat itu, nilai tukar BTC/IDR = Rp 120 juta, BTC/USD = 7 dolar AS , dan USD/IDR = Rp 15 ribu. Dengan demikian, maka besar peluang arbitrase yang Anda miliki:

  • Trading Rp untuk BTC: 600 juta = 600 juta/120 juta= 5 BTC 
  • Ubah BTC menjadi USD: 5 BTC x 9 ribu = 45 ribu dolar AS
  • Jual USD ke IDR = 45 ribu dolar AS x 15 ribu = Rp 675 juta

Melalui perhitungan di atas, Anda dapat melihat investasi yang dimulai dengan modal awal Rp 600 juta bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 75 juta. Besar keuntungan ini memang hanya merupakan perhitungan langsung, tidak termasuk biaya yang dikenakan. Namun, pada kenyataannya, untuk bisa mendapatkan gambaran yang lebih nyata, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya terkait, seperti biaya trading atau biaya transaksi.

apa itu arbitrase

Risiko Trading Arbitrase

Semua investasi dan trading memiliki risiko sendiri, termasuk dalam melakukan trading arbitrase.

1. Waktu Perhitungan Terbatas

Mencari profit dari dengan strategi ini biasanya membutuhkan perhitungan cepat dalam waktu yang terbatas. Ketika dihadapkan dalam kondisi tertentu, trader bisa saja mengalami kepanikan. Sehingga, tidak bisa menghitung biaya, risiko, dan keuntungan dengan baik. 

2. Biaya Tidak Terduga

Dalam arbitrase kripto, trader harus memahami bahwa ada biaya lainnya yang akan dikenakan selain biaya transaksi. Jika Anda menyetor Rupiah (IDR) ke platform A untuk membeli Bitcoin, lalu mentransfer BTC tersebut ke platform B untuk dijual, dan melakukan penarikan Rupiah (IDR) dari platform yang sama, Anda akan dikenakan beberapa jenis biaya. Kemungkinan, Anda perlu membayar biaya setoran, biaya trading, biaya transaksi, dan biaya penarikan.

3. Ketidakpastian Harga

Harga aset digital sangat fluktuatif. Ini berarti bahwa harga dapat terus berubah, terlepas dari exchange yang digunakan serta aset yang diperjualbelikan. Ketika Anda mencoba untuk melakukan trading arbitrase, selalu ada risiko orang lain juga ikut memanfaatkan peluang tersebut. Oleh karena itu, tidak ada kepastian trading arbitrase selalu menghasilkan keuntungan. 

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Trading Arbitrase?

Jika Anda ingin melakukan trading lintas batas, disarankan untuk memperhatikan perbedaan masing-masing yurisdiksi. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari hukum-hukum yang berlaku dan regulasi yang ada. Mulai dari regulasi KYC hingga peraturan AML (anti money laundry).

Walau sudah mengetahui apa itu arbitrase dan risiko arbitrase, dan informasi lainnya mengenai arbitrage trading, Anda tetap membutuhkan lebih banyak penelitian dan latihan. Cobalah untuk berinvestasi dengan jumlah uang sesuai tingkat toleransi risiko Anda. Semakin banyak pengalaman yang Anda miliki, semakin baik kemampuan trading Anda.

Aset kripto legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan aset kripto hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter