Apa Itu Proof of Work (PoW)?

Posted on April 30, 2021 in Articles, Kriptopedia
Apa Itu Proof of Work (PoW)?
View all Articles

Proof of work atau PoW adalah sebuah sistem yang memiliki tujuan utama untuk mencegah adanya serangan siber. Misalnya, seperti mengirim email berbahaya, spam, atau seperti serangan distributed denial of service (DDoS), Serangan siber dapat menghabiskan sumber daya sistem komputer hanya dengan mengirimkan beberapa permintaan palsu. 

Konsep POW ini sudah hadir terlebih dahulu sebelum Bitcoin ada. Ide PoW dahulunya dipublikasinya oleh Cynthia Dwork dan Moni Naor pada tahun 1993. Namun, untuk istilah “proof of work” sendiri diciptakan oleh Markus Jakobsson dari Ari Juels dalam sebuah dokumen yang diterbitkan pada tahun 1999.  

Konsep ini kemudian diadaptasi oleh Hal Finney pada tahun 2004 untuk mengamankan uang digital. Melalui gagasan “Proof of work yang dapat digunakan kembali”, ia menggunakan algoritma hashing SHA-256. 

Banyak kabar yang beredar bahwa PoW adalah ide terbesar di balik dibuatnya whitepaper Bitcoin oleh Nakamoto yang diterbitkan pada tahun 2008. Sebab, hal ini memungkinkan terjadinya konsensus tanpa kepercayaan namun dengan sistem yang terdistribusi. 

Baca Juga: 7 Perusahaan yang Terima Bitcoin sebagai Metode Pembayaran

Kegunaan Proof of Work pada Kripto

Bitcoin merupakan sebuah aset kripto yang didukung oleh jejaring blockchain. Dalam blockchain, seluruh catatan transaksi Bitcoin diatur dalam blok yang dirangkai secara berurutan. Metode ini diterapkan agar nantinya tidak ada pengguna yang dapat memalsukan penggunaan asetnya. Misalnya dengan cara menghabiskan aset yang sama lebih dari satu kali. 

Oleh karena itu, untuk mencegah gangguan pada blockchain yang bersifat publik, versi yang berbeda akan segera ditolak oleh pengguna lain. Contoh, transaksi pengguna akan dicatatkan dalam blok dan diidentifikasi sebagai hash. Rangkaian angka panjang yang memiliki sebuah fungsi dalam hash tersebut yang dikenal sebagai proof of work

Proof of work sendiri tidak hanya digunakan pada blockchain Bitcoin, namun juga Ethereum dan banyak jejaring blockchain lainnya. Beberapa fungsi serta kegunaan proof of work berbeda-beda tergantung tujuan dan kegunaannya. 

Proof of Work dan Penambangan

Proof of work merupakan persyaratan yang dibuat untuk mendefinisikan suatu perhitungan penambangan. Jika sekumpulan data tertentu hanya dapat menghasilkan satu hash saja, lalu bagaimana seorang penambang dapat memastikan mereka bisa menghasilkan hash di bawah target? 

Mereka akan mengubah masukan dengan menambahkan bilangan bulat yang disebut nonce (nomor yang nantinya digunakan sekali). Setelah hash yang valid ditemukan, hash itu akan disiarkan ke jaringan dan blok baru akan ditambahkan ke blockchain

Mining atau penambangan adalah aktivitas yang sangat kompetitif. Kadangkala mining bahkan terasa seperti lotre ketimbang kompetisi. Rata-rata, seseorang akan menghasilkan proof of work yang dapat diterima setiap sepuluh menit. 

Miner nantinya akan berkumpul bersama untuk meningkatkan peluang mereka untuk mining. Semakin cepat mereka menghasilkan blok baru dalam kurun waktu terbatas, maka makin cepat pula mereka mendapat imbalan. Imbalan yang diterima penambang akan digunakan untuk menutup biaya transaksi dan dibagikan ke masing-masing penambang yang ikut melakukan mining.  

Menambang dalam blockchain yang menggunakan konsensus proof of work memang sulit. Mengubah satu aspek saja dalam blockchain dapat membuat penambang harus melakukan mining ulang di seluruh blok lainnya. Keuntungannya, proof of work akan meminimalisasi peluang pengguna untuk memonopoli daya komputasi jaringan

Proses penambangan memiliki dua fungsi utama, yaitu:  

  1. Untuk memverifikasi keabsahan suatu transaksi atau menghindari sesuatu yang disebut pengeluaran ganda.
  2. Untuk menciptakan aset kripto baru dengan memberikan imbalan kepada penambang yang berhasil melakukan mining

Contoh Cara Kerja Proof Of Work

Dalam melakukan pekerjaannya, proof of work memerlukan sebuah komputer untuk secara acak terlibat dalam fungsi hashing hingga mencapai output dengan jumlah minimum nol.

Misalnya, hash untuk blok #429818, ditambang pada 14 September 2016 adalah 000000000000000004dd3426129639082239efd583b5273b1bd75e8d78ff2e8d. Hadiah blok untuk hash yang sukses itu adalah 12,5 BTC.

Blok itu akan selalu berisi 2.012 transaksi yang melibatkan lebih dari 1.000 Bitcoin, serta header dari blok sebelumnya. Jika seseorang mencoba mengubah jumlah transaksi bahkan dengan 0,000001 bitcoin, hash yang dihasilkan tidak akan dapat dikenali, dan jaringan akan menolak upaya penipuan.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Non-Fungible Token (NFT), Token Spesial Bagi Gamer dan Kolektor

———————————————

Aset kripto legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter