Apa Itu Sukuk: Pengertian, Perbedaan, dan Jenis

Posted on June 11, 2021 in Articles, Investasi
Apa Itu Sukuk: Pengertian, Perbedaan, dan Jenis
View all Articles

Tahukah Anda, saat ini di Indonesia, instrumen investasi sudah mengalami banyak perkembangan dan kian menunjukan eksistensinya. Jenis investasi yang ditawarkan pun sudah ada berbagai macam pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bukan hanya saham saja, obligasi, reksadana, dan sukuk atau obligasi syariah kini kian menjadi sorotan untuk menjadi pilihan investasi yang bisa menghadirkan keuntungan yang besar. 

Obligasi syariah sendiri sudah mulai banyak dilirik oleh pemerintah setelah banyak perusahaan swasta yang mengeluarkan obligasi syariah. Bahkan pemerintah melalui Departemen Keuangan (Depkeu) melalui ditjen pengelolaan utang Depkeu sudah menunjuk Bank Syariah dan Konvensional yang memiliki izin Bank Indonesia (BI) dan perusahaan efek yang sudah ada izin usaha sebagai penjamin emisi efek dari Pengawas Pasar Modal untuk menjadi agen penjual obligasi syariah. 

Penerbitan obligasi syariah juga nantinya adalah sebagai bentuk kemandirian keuangan negara berkat adanya partisipasi publik dalam membantu untuk membiayai pembangunan nasional. Untuk dapat mengetahui lebih jelas lagi mengenai obligasi syariah, kali ini Zipmex akan mengulas informasi mengenai sukuk. Mari simak artikelnya. 

Baca Juga: Binance Coin (BNB): Pengertian, Harga, dan Cara Kerja

Pengertian Sukuk 

Sukuk adalah instrumen berpendapatan tetap yang dikeluarkan berdasarkan dengan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Efek Syariah. Dilansir dari Kompas, sukuk adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan aset oleh investor lewat penerbitan surat utang dengan berbasiskan syariah. Sukuk sendiri dapat dikeluarkan oleh negara, perusahaan swasta atau BUMN. Karena itulah, sukuk sering diartikan sebagai obligasi syariah. 

Obligasi pun memiliki dua kategori yang berbeda, ada obligasi konvensional dan obligasi syariah. Sukuk sendiri masuk kedalam kategori obligasi syariah, lalu obligasi konvensional antara lain ORI (obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Saving Bond Ritel). Secara bahasa, sukuk berasal dari bahasa arab yang merupakan bentuk jamak dari kata Sakk, yang berarti dokumen atau lembaran kontrak yang serupa dengan sertifikat. 

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 32/DSN MUI/IX/2002 pada poin ketiga dijelaskan, obligasi syariah (sukuk) adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. 

Perbedaan Sukuk dengan Obligasi

Berikut adalah perbedaan obligasi syariah dan obligasi konvensional pada penerapannya. Sukuk (obligasi syariah) menekankan pada sifat investasi lewat sertifikat kepemilikan atau penyertaan. Sebagai contohnya, penyertaan kepada barang milik negara yang berwujud fisik seperti infrastruktur jalan karena ikut serta dalam mendanai pembangunan. Hal ini tidak sama dengan obligasi konvensional seperti ORI yang memiliki wujud surat pengakuan utang. 

Berbeda dengan obligasi konvensional yang memberikan return kepada investor berupa bunga, dalam pengembalian obligasi syariah biasanya berupa bagi hasil fee margin atau sumber lain yang sesuai dengan akad berlaku. 

Dalam pembelian obligasi syariah, terdapat dua akad yang pertama mudharabah atau bagi hasil. Artinya pembeli obligasi syariah dapat menikmati bagi hasil keuntungan yang didapat dari pembangunan yang menggunakan dana obligasi syariah. Selanjutnya, akad ijarah yang berarti obligasi syariah menggunakan akad sewa sedemikian rupa sehingga kupon atau fee ijarah bersifat tetap, dan dapat diketahui sejak awal obligasi dikeluarkan. 

Obligasi syariah dan konvensional sama-sama dikeluarkan oleh negara, namun memiliki risiko gagal bayar yang minim karena pengembalian pokok dan imbalan yang dijamin oleh pihak negara. Untuk jumlah imbal keduanya juga lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan instrumen penyimpanan perbankan lainnya.  

Jenis Sukuk

Sukuk dibagi menjadi dua jenis, yaitu obligasi yariah yang dikeluarkan oleh korporasi dan obligasi syariah yang diterbitkan onel negara atau yang lebih dikenal dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

Sukuk Ritel 

Dilansir dari Kemenkeu, Suku Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu warga negara Indonesia, sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. Saat ini pemerintah sedang mengeluarkan program Bangkitkan Ekonomi Negeri Lewat Investasi SR014. Melalui investasi di sukuk ritel ini, pemerintah menawarkan kesempatan secara langsung kepada warga negara Indonesia untuk mendukung pembangunan. Nantinya hasil investasi akan diperuntukan untuk membiayai pembangunan negara. 

Berikut adalah karakteristik sukuk ritel: 

  1. Untuk warga negara Indonesia
  2. Pengelolaan Investasi dengan prinsip syariah
  3. Pemesanan mulai dari Rp1 juta
  4. Tenor tiga tahun
  5. Imbalan tetap dibayarkan setiap bulan
  6. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik

Selain itu, dengan berinvestasi di sukuk ritel juga nantinya Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan yang diantaranya: 

  1. Pokok imbalan dijamin oleh negara 
  2. Dapat diperdagangkan dipasar sekunder antar investor domestik
  3. Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN
  4. Cukup dengan Rp1 juta Anda sudah bisa berinvestasi di sukuk ritel 
  5. Tingkat imbalan tetap
  6. Mendukung pembiayaan pembangunan nasional
  7. Imbalan dibayar tiap bulan
  8. Akses investasi sesuai dengan prinsip syariah

Sukuk Tabungan

Dilansir dari Kemenkeu, sukuk tabungan seri ST007 adalah produk investasi syariah yang dikeluarkan oleh pemerintah kepada individu warga negara Indonesia yang aman, mudah, terjangkau, menguntungkan, dan sesuai syariah. Sukuk tabungan sendiri memiliki karakteristik, yaitu: 

  1. Untuk warga negara Indonesia
  2. Pengelolaan investasi dengan prinsip syariah
  3. Pemesanan mulai dari Rp1 juta
  4. Imbalan mengambang dengan imbalan minimal
  5. Tenor dua tahun
  6. Fasilitas early redemption
  7. Tidak diperdagangkan atau dialihkan 

Selain itu, sukuk tabungan juga memiliki keuntungan yaitu: 

  1. Pokok dan imbalan dijamin oleh negara
  2. Early redemption tanpa dikenakan redemption cost oleh pemerintah
  3. Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN
  4. Kemudahan akses transaksi Sistem Elektronik (online)
  5. Imbalan mengambang mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor)
  6. Berpartisipasi langsung membangun negeri
  7. Produk sesuai prinsip syariah
  8. Imbalan dibayar tiap bulan

Keunggulan Sukuk

Sebagai salah satu instrumen investasi, Sukuk Negara memiliki sejumlah keunggulan, yaitu: 

  1. Aman sebagai investasi
  2. Menawarkan Fixed Return
  3. Dapat diperjualbelikan sebelum tanggal jatuh tempo

Manfaat Sukuk

Obligasi syariah juga memberikan sejumlah manfaat kepada investor, yaitu: 

  1. Pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin oleh negara
  2. Memberikan imbalan yang nantinya dibayarkan secara periodik
  3. Bisa diperdagangkan dipasar sekunder pada harga pasar
  4. Instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah
  5. Adanya potensi capital gain bagi obligasi syariah holders

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Sukuk

Berikut adalah, faktor-faktor yang memiliki pengaruh dengan harga obligasi syariah. 

  1. Risiko tidak terima bunga dan pokok pinjaman
  2. Jangka waktu jatuh tempo
  3. Status pada pajak dari pembeli 
  4. Jumlah kupon 
  5. Terdapat provisi yang memungkinkan penerbitan obligasi melunasi tersebut sebelum tanggal jatuh tempo

Mulai Investasi Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya di Zipmex


Jual beli Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin, USDT,  USDC, Chainlink, Swipe, Maker Koin, Enjin Coin, dan aset kripto lainnya di Zipmex, dengan harga terbaik dan spread rendah. Daftar sekarang di sini, dan download aplikasinya. Aplikasi Zipmex tersedia di Google Play Store dan App Store.