Match! Cari Jodoh Bebas Tipu-tipu di Aplikasi Kencan Berbasis Blockchain

Posted on March 17, 2021 in Articles, Berita Kripto, Kriptopedia
Match! Cari Jodoh Bebas Tipu-tipu di Aplikasi Kencan Berbasis Blockchain
View all Articles

Tren cari jodoh melalui aplikasi kencan daring meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Aplikasinya beragam, mulai dari Tinder, Bumble, OkCupid, Coffee Meets Bagel, dan masih banyak lagi. 

Awalnya, banyak yang enggan menggunakan aplikasi kencan dianggap sebagai cara yang tidak tulus dalam mencari pasangan. Bagaimana tidak? Salah satu faktor utama dari aplikasi kencan adalah pemasangan foto pengguna di profil. Hal ini dianggap terlalu mementingkan penampilan fisik dalam mencari pasangan.

Akan tetapi, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi pergerakan masyarakat membuat agenda “kopi darat” tak jadi pilihan. 

Demi alasan kesehatan dan keamanan, social distancing dan campaign #dirumahaja diberlakukan. Beberapa negara bahkan menerapkan lockdown, sehingga masyarakat dilarang untuk bepergian keluar rumah.

Sejak saat itu, peningkatan penggunaan aplikasi kencan meningkat drastis. Dilansir Fortune, lockdown pada Maret 2020 lalu, terdapat 3 miliar aktivitas swipe di aplikasi kencan Bumble per harinya. Aplikasi kencan daring jadi cara masyarakat untuk tetap terkoneksi dengan dunia luar, terutama mencari jodoh selama pandemi. 

Bicara soal aplikasi kencan daring, tahukah Anda kalau teknologi blockchain juga ambil bagian penting dalam dunia percintaan? 

Ya, bukan hanya untuk aset kripto saja, teknologi blockchain kini juga diterapkan dalam industri aplikasi kencan. Seperti apa penerapannya dalam industri ‘cupid’ digital?

Simak ulasannya berikut ini.  

Kekurangan Aplikasi Kencan Konvensional

Aplikasi kencan yang biasanya dipakai seperti Tinder, OkCupid, Bumble, dan lain-lain, masih menggunakan sistem jaringan yang tersentralisasi. Hal ini menimbulkan banyak hambatan dalam proses pencarian pasangan bagi pengguna.

Tinder misalnya, aplikasi ini hanya menyediakan informasi mengenai pengguna. Sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk bisa mendapatkan pasangan yang match saat melakukan swipe kiri atau kanan. Minimnya informasi dalam algoritma yang digunakan menyulitkan pengguna untuk mendapatkan pasangan yang berpotensi tinggi untuk match. 

Tidak ada data bahwa Algoritma menyaring pengguna berpotensial yang paling sesuai dengan preferensi untuk masuk kedalam radar mereka. Hasilnya, para pengguna sering merasa kesulitan menemukan match yang bermakna melalui aplikasi ini. Sebab, tidak ada kejelasan algoritma yang digunakan. 

Kabarnya, Tinder menggunakan kode yang dipatenkan untuk menentukan nilai seorang pengguna. Nilai tersebut yang akan dipakai untuk menemukan pengguna lain yang dirasa berpotensi untuk match dengan pengguna tersebut.

Sayangnya, akses dan penyimpanan data yang dilakukan industri aplikasi kencan daring ini seringkali dimanfaatkan untuk memantau pengguna. Bukan cuma itu saja, data-data pengguna yang didapat oleh aplikasi kencan juga kerap digunakan untuk memeras pengguna. Tak sedikit yang akhirnya berakhir ke kasus pembunuhan. 

Hal tersebut disebabkan kurangnya syarat keamanan dalam membuat akun. Alhasil, banyak pengguna yang membuat akun palsu untuk aktivitas ilegal.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Blockchain?

Blockchain: Angin Segar di Aplikasi Kencan

Dengan berbagai kecanggihan yang dimiliki blockchain, pengembang dapat memaksimalkan pengoperasiannya sehingga lebih sesuai dengan preferensi pengguna. Berikut beberapa kelebihan blockchain dalam aplikasi kencan daring. 

Kejelasan Algoritma

Blockchain dikembangkan dengan tujuan memaksimalkan transparansi dan keberlanjutan. Dua faktor ini penting dalam mengidentifikasi identitas pengguna sekaligus menjaga keamanan privasinya. Pengguna bisa membagikan informasinya secara anonim. Identitas tersebut nantinya dapat dengan mudah diverifikasi di rantai blockchain dan divalidasi.

Bukan hanya itu saja, teknologi blockchain dapat menciptakan ekosistem yang transparan dalam aplikasi kencan. Blockchain juga bisa memberikan insentif kepada pengguna yang melakukan proses verifikasi data atau menambah detail di akunnya. Dengan begitu, pengguna akan merasa lebih percaya diri. 

Cari Jodoh = Cari Cuan

Tidak hanya itu, teknologi blockchain memungkinkan pengguna untuk mendapat hadiah apabila berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Salah satunya adalah menambah detail informasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 

Biasanya hadiah diberikan dalam bentuk toke. Jadi, para pengguna bisa termotivasi untuk berpartisipasi di aplikasi kencan. Hitung-hitung cari jodoh sembari mendapat cuan.

Perlindungan Privasi Pengguna

Blockchain memiliki reputasi yang aman dan sulit diretas. Kemampuan blockchain dikenal sangat mumpuni untuk melindungi data transaksi pasar aset kripto. Sehingga dapat dipastikan blockchain bisa mengatasi permasalahan privasi pengguna yang kurang terlindungi yang dapat mengganggu proses pencarian pasangan.

Aplikasi Kencan
Unsplash/Alexander Sinn

Lima Aplikasi Kencan yang Menggunakan Blockchain

Hicky

Hicky menggunakan teknologi blockchain untuk mengatasi permasalahan umum yang ada di aplikasi kencan konvensional. Aplikasi ini menggunakan teknologi biometrik untuk memverifikasi data penggunanya. Hasilnya, pengguna tidak bisa sembarangan membuat akun palsu yang dapat digunakan untuk tujuan yang tak sesuai.

Hicky menggunakan parameter untuk mengukur koneksi penggunanya yang sudah bertemu dengan match-nya. Kemudian ukuran tersebut diseimbangkan dengan koneksi mereka di dunia virtual dan dunia nyata. Selain itu, Hicky juga mengedepankan keseimbangan antara pengguna laki-laki dan perempuannya.

Viola.AI

Viola.AI memfokuskan layanannya pada perjodohan daring dengan tujuan utama mencapai pernikahan. Viola.Al menggunakan teknologi blockchain untuk melakukan verifikasi identitas pengguna dan menghapus profil palsu dari aplikasinya. 

Cara tersebut dilakukan untuk memastikan keaslian pengguna dan menghindari kegiatan penipuan yang sering terjadi di aplikasi kencan. Viola. AI juga juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) untuk mengoperasikan asisten personal yang bernama Viola. 

Viola sendiri akan bertugas untuk memandu pengguna dalam menggunakan fitur-fitur yang ada di aplikasi dan menemukan match terbaik untuk pengguna. 

Ponder

Ponder adalah perusahaan berbasis blockchain yang memberikan insentif kepada matchmaker, pengguna yang menjodohkan pengguna lain dengan match-nya. Elemen ini dianggap sangat unik sehingga banyak pengguna baru yang tertarik untuk menggunakan aplikasi ini. Meskipun mereka menggunakan aplikasi ini bukan untuk mencari pasangan, tapi mereka bisa sangat membantu untuk memaksimalkan algoritma aplikasi ini.

Selain pengguna yang menjodohkan pengguna lain, ada juga yang mendaftar untuk dijodohkan dengan pengguna lain. Dengan kata lain, Ponder bisa dianggap sebagai biro jodoh yang tidak hanya mempertemukan pengguna dengan calon pasangannya, tapi juga dengan mak comblang-nya.

Luxy

Aplikasi kencan satu ini tidak kalah menarik dari aplikasi-aplikasi yang sudah disebutkan sebelumnya. Luxy menggunakan blockchain untuk melakukan penyaringan pengguna dengan konsep yang eksklusif. Perusahaan berbasis Hongkong ini menyediakan pencarian pasangan bagi pengguna yang sudah melewati tahap penyaringan dan masuk ke dalam kategori “pria terkaya” dan “perempuan tercantik”.

Dengan kata lain, eksklusifitas aplikasi inilah yang menjadi daya tariknya. Desentralisasi yang dimiliki teknologi blockchain memungkinkan pengguna untuk mencari calon pasangan yang terbaik sesuai dengan kategorisasi yang dibuat Luxy.

Matchpool

Sama seperti Ponder, aplikasi kencan Matchpool juga memberikan sistem insentif kepada penggunanya. Namun, insentif tidak hanya diberikan kepada pengguna yang menjodohkan pengguna lain, tapi juga pengguna yang mendapatkan match di aplikasi kencan ini.

Sama seperti Hicky, pengguna yang match dengan pengguna lain akan diberikan insentif sesuai dengan koneksi yang mereka bangun. Bukti koneksinya dapat dilihat dari percakapan intens di fitur pesan atau bahkan hingga bertemu langsung di dunia nyata.

Baca juga: 7 Hal Aneh yang Bisa Anda Beli dengan Bitcoin

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter