Cold Wallet dan Hot Wallet: Pengertian, Keuntungan, dan Perbedaan

Posted on May 17, 2021 in Articles, Kriptopedia
Cold Wallet dan Hot Wallet: Pengertian, Keuntungan, dan Perbedaan
View all Articles

Sebelum Anda memulai berinvestasi dengan aset kripto, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memiliki dompet. Sama halnya dengan mata uang fiat, aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum juga membutuhkan dompet. Istilah dompet dalam aset kripto disebut dengan wallet. Dengan menggunakan wallet, Anda bisa menyimpan dengan aman aset kripto tersebut. 

Saat ini, sudah ada banyak jenis wallet yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan aset kripto. Setiap wallet tersebut menawarkan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Perbedaan yang paling mencolok adalah dari tingkat keamanan dan likuiditas. Jika dilihat dari mekanisme kerjanya, wallet dalam aset kripto terbagi menjadi dua, yaitu hot wallet dan cold wallet. Lantas, apa perbedaan antara hot wallet dan cold wallet

Kali ini Zipmex akan berbagi informasi mengenai cold wallet dan hot wallet. Mari simak artikelnya. 

Baca Juga: Karakter yang Harus Dimiliki Ketika Ingin Berkarier di Industri Kripto

Apa itu Hot Wallet?

Hot wallet adalah salah satu dompet paling populer di kalangan trader kripto. Hot wallet ditunjukan pada semua wallet aset kripto yang terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan hot wallet, pengguna nantinya dapat memilih platform yang sudah tersedia di internet untuk bisa menyimpan dan nantinya mengamankan public key dan private key yang Anda miliki. 

Karena hot wallet terhubung dengan internet, Hot wallet memiliki keuntungan yaitu,  Anda dapat dengan mudah melakukan transaksi kripto hanya dengan mengklik beberapa tombol di ponsel atau komputer Anda. Selain menawarkan kemudahan, hot wallet memiliki kelemahan utama dalam masalah keamanan. Karena menggunakan jejaring internet, maka hot wallet sangat rentan dengan peretasan. Sehinggan, tidak disarankan untuk Anda gunakan dalam menyimpan aset kripto dengan jumlah yang besar. 

Apa itu Cold Wallet?

Jika hot wallet terhubung dengan jaringan internet untuk pengoperasiannya. Maka cold wallet tidak membutuhkan akses ke internet. Dengan kata lain, cold wallet adalah berupa perangkat yang memiliki bentuk fisik. Cold wallet tentunya sangat aman untuk Anda gunakan, karena tidak memerlukan koneksi internet untuk pengoperasiannya. 

Terdapat dua jenis cold wallet yaitu, hardware wallet dan paper wallet:

  1. Hardware Wallet, merupakan perangkat fisik seperti Trezor, Ledger Nano S dan Keepkey yang bisa mendukung aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan lain-lainnya. Wallet ini menggunakan sistem two-factor authentication. Jika nantinya Anda kehilangan wallet ini, pengguna dapat mengakses kembali dana dan riwayat akun selama dapat mengingat kata sandi tersebut. 
  2. Paper Wallet. Jenis ini dapat dibuat secara offline menggunakan program perangkat lunak yang secara acak dapat menghasilkan public dan private key. Nantinya private key Anda akan dicetak di selembar kertas. Apabila paper wallet Anda disimpan di brankas dengan tingkat keamanan yang tinggi , maka private key tersebut nantinya tidak dapat diakses oleh siapapun. Kemudahan dan keamanan yang ditawarkan ini, menjadi salah satu dari keuntungan cold wallet yang bisa Anda nikmati. Tips keamanan lainnya untuk menjamin wallet jenis ini agar tetap aman adalah dengan menyimpan dua berkas salinan di lokasi yang terpisah. 

Perbedaan Cold Wallet dan Hot Wallet

Setelah Anda mengetahui pengertian dari cold wallet dan hot wallet, berikut akan kami bahas perbedaan antara kedua wallet tersebut: 

Tingkat Keamanan 

Karena hot wallet terhubung dengan jejaring internet untuk pengoperasiannya, perlu diketahui nantinya kunci dan kode keamanan yang pengguna miliki akan disimpan di dalam server platform tersebut. Dengan menggunakan jejaring internet, metode penyimpanan aset kripto dengan cara ini memiliki risiko terhadap ancaman peretas, penipuan, dan lain-lain.

Kebalikannya, dengan cold wallet yang tidak terhubung dengan jejaring internet dalam pengoperasiannya, Anda bisa membawa kemanapun atau bahkan menyimpan di tempat yang bisa Anda percayai, seperti contohnya brankas. Oleh karena itu, cold wallet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dari pada hot wallet karena tidak memiliki risiko peretasan secara online. 

Biaya yang Diperlukan

Beberapa platform hot wallet ada yang menyediakan gratis, namun ada juga beberapa di antaranya berbayar. Kebalikannya, cold wallet membutuhkan biaya yang lebih mahal untuk sebagian penggunaannya, dengan rata-rata harga mencapai Rp 1 juta atau bahkan lebih. 

Jenis Aset Kripto yang Diterima

Bukan hanya menawarkan biaya yang jauh lebih murah, hot wallet juga dapat dijadikan tempat penyimpanan oleh hampir semua jenis aset kripto. Namun lain hal dengan cold wallet, karena hanya aset kripto tertentu saja yang bisa disimpan dalam wallet ini. Seperti contohnya Bitcoin, Ethereum, dan lain-lainnya. 

Bentuk

Karena hot wallet diakses secara online melalui jaringan internet, oleh karena itu hot wallet tidak memiliki bentuk fisik melainkan virtual. Kebalikannya, cold wallet merupakan perangkat lunak yang memiliki bentuk fisik. Sehingga penggunanya bisa menggenggam dan melihat bentuk fisiknya secara nyata. 

Tingkat Kemudahan 

Karena pengoperasiannya secara virtual, maka hot wallet lebih mudah untuk dapat diakses oleh Anda kapanpun dan dimanapun. Sedangkan, dengan bentuk fisik yang dimiliki oleh cold wallet, maka tidak semudah dan sepraktis hot wallet ketika Anda ingin mengaksesnya. 

Baca Juga: Pasar Saham di Indonesia

———————————————

Zipmex adalah platform exchange legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter