Dapatkah Membayar Zakat dengan Bitcoin?

Posted on May 04, 2021 in Articles, Kriptopedia
Dapatkah Membayar Zakat dengan Bitcoin?
View all Articles

Membayar zakat merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat muslim di bulan suci Ramadan. Karena, membayar zakat merupakan salah satu bagian dari lima rukun Islam yang wajib untuk dilakukan bagi umat muslim. Dengan membayar zakat, artinya sudah melakukan salah satu rukun Islam. 

Untuk membayar zakat sendiri, besaran zakat yang harus dibayarkan adalah sebesar 2,5 persen dari kekayaan yang dimiliki selama satu tahun penuh di atas jumlah yang ditentukan. Saat menghitung pembayaran zakat, semua aset harus diperhatikan. Mulai dari uang yang tersimpan di rekening bank, logam mulia, saham, uang yang terutang kepada Anda, barang yang akan dijual, bahkan jumlah kekayaan aset kripto. Namun untuk membayar zakat, dapatkah melakukan pembayaran zakat dengan menggunakan aset kripto?

Bentuk-bentuk Pembayaran Zakat

Hadist Rasulullah SAW menyebutkan, “Barang siapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Eid, maka zakatnya diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Eid, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Praktik pembayaran zakat sendiri sudah dilakukan sejak beribu tahun lalu. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah proses pembayaran zakat. Hingga hari ini, terdapat banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk membayar zakat, mulai dari cara yang paling konvensional hingga cara yang paling efisien.

Membayar Zakat Melalui Masjid Terdekat

Melakukan pembayaran zakat melalui masjid terdekat merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh masyarakat. Cara ini sudah diterapkan sejak lama dan hingga kini masih menjadi pilihan untuk menunaikan pembayaran zakat. 

Sebelum Anda membayar zakat, terdapat perhitungan zakat yang perlu Anda ketahui. Dikutip dari BAZNAS, zakat fitrah diberikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokoknya harus sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari. 

Namun, terdapat cara alternatif yang dapat Anda lakukan selain dengan memberikan bahan makanan. Beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang dengan nilai yang setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras yang Anda konsumsi.

Untuk membayar zakat melalui amil zakat terdekat, seperti masjid, jangan lupa untuk membaca niat membayar zakat. Kemudian ditutup dengan membaca doa setelah memberikan zakat fitrah.

Membayar Zakat Online

Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, membayar zakat secara langsung mungkin menjadi pilihan yang cukup beresiko meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun saat ini tersedia layanan pembayaran zakat yang dapat dilakukan secara online melalui beragam platform yang menyediakan layanan zakat online. 

Melakukan zakat secara online tentu lebih efisien dan dapat dilakukan kapan saja selama masih dalam jangka waktu sebelum Idul Fitri. Anda hanya perlu memilih platform pembayaran zakat yang Anda inginkan, lalu Anda hanya perlu mengirimkan sejumlah uang tunai yang sesuai dengan penghitungan zakat dan jumlah orang yang dibayarkan.

zakat dengan aset kripto

Pexels/Pixabay

Kepemilikan Aset Kripto dalam Zakat

Ya, kepemilikan aset kripto Anda juga harus dipertimbangkan saat menghitung kekayaan Anda sebelum membayar zakat. 

Dilansir dari National Zakat Foundation, setiap aset kripto atau token yang dibeli untuk dijual kembali perlu dimasukkan juga dalam penghitungan zakat. Untuk memudahkan dalam menghitung harta aset kripto dalam penghitungan pembayaran zakat, aset kripto dapat dikonversi menjadi mata uang lokal pada saat penghitungan. 

Aset kripto yang Anda miliki seperti Bitcoin, Litecoin, Ripple, dan aset kripto lainnya akan tetap dapat dimasukkan dalam zakat. Hal ini disebabkan karena kegunaannya sebagai mata uang dalam ekosistemnya. 

Dapatkah Membayar Zakat dengan Bitcoin?

Seiring dengan meningkatnya penggunaan aset kripto, sudah banyak sekali layanan yang mulai menerima penggunaan aset kripto. Mulai dari membeli tiket pesawat, hingga untuk melakukan pembayaran zakat.

Hingga saat ini, pilihan membayar zakat dengan Bitcoin masih belum awam untuk dilakukan. Namun beberapa amil zakat dan masjid di beberapa negara sudah mulai mempraktikkan hal tersebut. Seperti di Malaysia, yang mendirikan Global Sadaqah pada tahun lalu untuk memudahkan masyarakat dengan memberikan layanan pembayaran zakat dengan menggunakan aset kripto. 

Di London, Inggris, sebuah masjid menerima menerima zakat dan sedekah dalam bentuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Masjid ini menjadi masjid pertama yang menerima zakat dan sedekah berupa aset kripto.

———————————————

Aset kripto legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter