Dapatkah Praktik Money Laundry Terjadi dalam Aset Kripto?

Posted on March 06, 2021 in Articles, Kriptopedia
Dapatkah Praktik Money Laundry Terjadi dalam Aset Kripto?
View all Articles

Money laundry atau pencucian uang adalah sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menyembunyikan asal-usul uang yang diperoleh secara ilegal. 

Dalam prosesnya, money laundry dilakukan melalui rangkaian transfer bank atau komersial yang rumit. Hal ini dilakukan untuk membuat uang ilegal tersebut tampak ‘bersih’. Alhasil, melalui dana tersebut, jejak atau aktivitas kriminal dapat ditutupi. 

Money laundry bukanlah hal baru. Praktik ini telah berlangsung sejak sekian dekade lalu dan sampai saat ini masih berlangsung. 

Bahkan seiring dengan munculnya aset kripto, praktik money laundry juga ikut berevolusi menjadi lebih modern. Pelaku kriminal memanfaatkan keunggulan aset kripto dalam segi anonimitas sebagai ladang peruntungan. Terutama untuk melakukan money laundry dalam bursa perdagangan aset kripto. 

Berdasarkan data Elliptic, terdapat 829 juta dolar AS dana gelap yang ‘dicuci’ dalam bentuk Bitcoin. Dana itu dialirkan melalui digital wallet oleh para pelaku kriminal untuk menyembunyikan jejak mereka. Pada tahun 2020, angka pencucian uang pada pasar perdagangan aset kripto meningkat hingga 2 persen.

Selain itu, dilansir dari Reuters, menurut studi yang dilakukan oleh perusahaan forensik aset digital, sebanyak 13 persen dari dana hasil kriminal diubah dalam bentuk Bitcoin melalui private key. Ada pula transaksi aset kripto yang menggunakan nama samaran. Hal itu membuat pelacakan transaksi aset kripto sulit untuk dilakukan. 

Identitas tersebut dicatat pada ledger yang dimiliki oleh blockchain yang dapat memudahkan untuk melacak aliran dana. Selama beberapa tahun terakhir, penegakan hukum menjadi lebih baik dalam melacak aktivitas kriminal yang dilakukan pada teknologi blockchain.

praktik money laundry
Pexels.com

Praktik Money Laundry Pada Aset Kripto

Proses money laundry biasanya diawali dengan pendapatan hasil kriminal yang dipecah menjadi jumlah yang lebih kecil agar lebih mudah untuk disembunyikan. Dana tersebut kemudian disimpan dan disebarkan pada layanan keuangan seperti bank atau bahkan pada pasar aset kripto. 

Tindakan itu menjadi solusi agar pelaku kriminal tidak terdeteksi berdasarkan informasi dana mereka. Sehingga dana tersebut dianggap aman dan tidak dicurigai oleh lembaga keuangan. Pelaku kriminal akan mengambil dana tersebut biasanya dalam bentuk uang tunai melalui aliran bank atau pasar aset kripto yang seakan akan ‘bersih’.

Dalam aset kripto, ada beberapa cara yang biasa dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melakukan money laundry. Berikut di antaranya:

Tumbler

Tumbler adalah layanan yang secara efektif dapat menggabungkan aset kripto yang berasal dari pencucian uang. Layanan ini mampu mengirimkan aset kripto melalui serangkaian alamat yang berbeda, lalu aset-aset tersebut digabungkan kembali. Proses penggabungan ini dapat menghasilkan aset kripto yang lebih “bersih” 

Biasanya, ketika aset kripto sudah dianggap aman untuk diperjualbelikan, pelaku kriminal akan mulai menjual aset-aset kripto yang ia miliki pada bursa aset kripto atau dijual menjadi uang fiat.

Melalui Bursa yang Tidak Teregulasi

Cara lain yang dapat dilakukan untuk melakukan money laundry melalui aset kripto adalah melakukan transaksi melalui bursa aset kripto yang tidak teregulasi. Bursa yang tidak teregulasi platform yang tidak sesuai dengan praktik anti money laundering (AML). Dan dengan ‘sengaja’  gagal melakukan pemeriksaan KYC ketat dan menyeluruh. 

Pada bursa yang tidak teregulasi biasanya pelaku kriminal akan menjual aset kripto mereka berulang kali di berbagai pasar. Kemudian aset itu akan disimpan pada bursa dan diperdagangkan untuk mendapatkan aset kripto yang berbeda.

Trading dari satu jenis aset kripto ke jenis aset kripto lainnya perlahan-lahan membersihkan dana ilegal dan akhirnya dapat ditarik ke hardware wallet.

Peer-to-Peer (P2P) Network

Untuk mengurangi risiko pencucian uang dalam aset kripto, banyak pelaku kriminal yang melakukan money laundering melalui jaringan peer-to-peer terdesentralisasi yang bersifat internasional. Pada peer-to-peer network ini, mereka sering kali menggunakan pihak ketiga yang tidak mengetahui apa-apa untuk mengirim dana yang dapat ditujukan kepada tujuan sebenarnya.

Sebagian besar skema pencucian uang aset kripto diakhiri dengan aset kripto yang bersih dan disalurkan pada platform exchange di negara asing yang tidak memiliki peraturan AML. Selanjutnya mereka akan menukar aset kripto tersebut menjadi mata uang fiat.

Dapatkah Blockchain Mencegah Money Laundry?

Salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah praktik pencucian uang adalah dengan memantau transaksi yang berpotensi mencurigakan melalui blockchain.

Blockchain yang bersifat transparan dapat memudahkan untuk melakukan penyelidikan atas aktivitas ilegal seperti pencucian uang. Aliran dana aset kripto sangat mudah untuk dilacak pada jaringan blockchain. Berbeda dengan mata uang fiat yang lebih sulit untuk dilacak. Terutama yang disalurkan secara tunai, bukan melalui layanan bank atau lembaga keuangan. 

Transaksi blockchain yang mencurigakan dapat dipantau dengan memperhatikan pihak-pihak yang terlibat. Teknologi blockchain pun memiliki tahapan KYC sehingga identitas palsu atau kecurangan dapat diminimalisir.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter