Dua Sisi NFT Pada Industri Musik

Posted on March 22, 2021 in Articles, Kriptopedia, Opini
Dua Sisi NFT Pada Industri Musik
View all Articles

Popularitas NFT tengah melesat. Dari beragam pemberitaan dan kabar viral di media sosial dapat terlihat bahwa adaptasi NFT sedang dalam kondisi paling prima. Anda bisa menemukan NFT di berbagai industri. Baik di bidang olahraga seperti yang digunakan oleh NBA, hingga musisi ternama seperti Grimes, Yaeji, dan Toro Y Moi.

NFT digadang-gadang dapat membantu industri seni, terutama musik untuk bangkit. Satu sisi, NFT memberikan seniman kesempatan untuk mendapat royalti atas penjualan karyanya. Di sisi yang lain, NFT membantu seniman mempertahankan hak cipta karya mereka. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah musisi yang mengadaptasi NFT, dapat dipastikan bahwa kelak teknologi tersebut akan berkembang makin pesat. Namun, apakah kehadiran NFT akan mengubah cara pandang pencinta seni dan masyarakat dalam mengapresiasi musik?

Simak ulasannya berikut ini!

nft pada industri musik
Unsplash/Zarak Khan

Kondisi Industri Musik Masa Kini

Di masa lalu, industri musik hanya bisa dinikmati melalui radio, tayangan televisi, dan kaset. Namun, di masa kini, seiring dengan perkembangan teknologi digital dan internet, musik bisa dinikmati di bebagai saluran. Beberapa di antaranya adalah Spotify dan Apple Music. 

Streaming platform musik seperti Spotify dan Apple Music menawarkan akses ke ribuan  rekaman musik lintas genre dan generasi. Biaya yang mesti dibayarkan pengguna pun relatif murah. Tak heran, penggunaan streaming platform untuk mendengarkan musik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. 

Sayangnya, bagai pedang bermata dua, kehadiran streaming platform rupanya dapat mematikan pasar penjualan rilisan fisik.

Menurut laporan akhir tahun terbaru dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika, streaming platform telah menyumbang hingga 83 persen dari seluruh pendapatan industri musik. Kendati terlihat menguntungkan, jumlah pendapatan tersebut tidak sebanding dengan biaya promosi yang sudah dikeluarkan oleh musisi.

Pasalnya, layanan streaming mendistribusikan pendapatannya dengan metode pro rata. Layanan streaming akan membayar musisi sesuai dengan total pangsa pasar mereka. 

Sehingga, meskipun Anda sering mendengarkan musisi independen pada platform musik streaming, musisi yang mendapatkan pendapatan besar hanya bintang pop yang sudah memiliki jumlah stream yang tinggi.

Baca Juga: NFT sebagai Sarana Investasi: Yay or Nay?

Peran Penting NFT di Industri Musik 

NFT atau non-fungible token merupakan tokenisasi sebuah aset yang menggunakan standar token ERC-721 yang memanfaatkan blockchain Ethereum. Keunikan yang dimiliki oleh NFT adalah masing-masing memiliki kode unik. Setiap NFT akan memiliki kode yang berbeda-beda. 

Sehingga, Anda tidak akan pernah memiliki aset token yang benar-benar sama persis. Masing-masing NFT merupakan entitas yang berbeda, walaupun merupakan produk yang sama. Dengan membeli NFT, Anda menjadi pemilik penuh aset tersebut. 

NFT dapat menjadi cara untuk memberikan apresiasi langsung kepada musisi. Karena penggemar membeli hasil karya musisi secara langsung. NFT pada industri musik berperan seperti edisi deluxe rilisan fisik. Sebab, biasanya album yang dijual dalam bentuk NFT dikemas berupa satu set MP3 dengan versi animasi dari cover album tersebut. 

Dilansir Pitchfork, Rob Horning melalui milis berlangganannya mengatakan bahwa di era yang membutuhkan validasi di internet seperti sekarang, Anda bisa membuktikan kepemilikan melalui NFT. Kepemilikan NFT memberikan validasi bahwa Anda mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh siapapun. 

NFT pada industri musik menjelma jadi sertifikat digital keaslian yang berharga. Terlebih karena keunggulan utamanya yang membuat token tidak dapat direplikasi. Selain itu, nilai musik dalam bentuk NFT juga dapat berubah sesuai dengan value yang dimiliki. 

Oleh karena itu, pengguna tidak perlu khawatir akan kehilangan akses musik tersebut. Sebab, ‘sertifikat’ kepemilikan Anda atas NFT tersebut akan selamanya tersimpan dalam blockchain.

Tak Selamanya Menguntungkan 

Meski NFT bisa menjadi peluang yang menguntungkan bagi seniman, tetap Charles Damga meyakini bahwa tokenisasi tersebut memiliki dampak negatifnya tersendiri. Charles Damga adalah founder label indie UNO NYC yang juga bekerja di Foundation, sebuah platform penjualan NFT. 

Damga mengatakan pada Decrypt bahwa NFT dapat menjadi peluang pendanaan yang demokratis bagi musisi. Tetapi di sisi lain, penjualan NFT memunculkan masalah eksklusivitas. 

Produser musik sekelas Jacques Greene dapat meraup keuntungan dari NFT sebesar 24 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 345,8 juta. Greene bisa mendapatkan keuntungan sebanyak itu karena ia memiliki banyak penggemar. Selain itu, Greene juga bagian dari komunitas aset kripto. 

Keberuntungan yang didapatkan Greene tidak serta-merta bisa diterima oleh seluruh seniman atau musisi. Foundation merupakan platform penjualan NFT yang membutuhkan seleksi dan undangan apabila ada musisi yang ingin menjual melalui platform ini. Sehingga, tidak semua musisi bisa menjual NFT miliknya dalam bursa NFT yang tersedia.

“Eksklusivitas ini yang menjadi masalah besar dalam industri aset kripto. Masalah itu akan menjadi penghalang untuk para musisi yang masih awam dengan industri kripto,” ujar Damga.
Beruntungnya, eksklusivitas tidak bisa menutup seluruh kesempatan musisi untuk berkarya dan menjual musiknya dalam bentuk NFT. Ada banyak sekali platform penjualan NFT yang terbuka dan dapat digunakan oleh siapa saja tanpa menerapkan seleksi terlebih dahulu.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter