Litecoin, Dari Sekadar Update Jadi Aset

Posted on April 07, 2021 in Articles, Kriptopedia
Litecoin, Dari Sekadar Update Jadi Aset
View all Articles

Bagi Anda yang telah berkecimpung di dunia perdagangan aset digital, nama Litecoin pastinya sudah tak asing lagi. Litecoin (LTC) dibuat oleh mantan karyawan Google, Charlie Lee. Diluncurkan pada Oktober 2011, koin ini menjadi salah satu aset digital tertua di dunia cryptocurrency, sama seperti Bitcoin. 

Serupa tapi tak sama, Litecoin dan Bitcoin memiliki banyak kemiripan. Hal ini disebabkan karena mata uang digital ini adalah hard fork dari blockchain Bitcoin itu sendiri. Fork adalah kondisi ketika satu satuan kripto terbagi menjadi dua. 

Dalam kasus Litecoin, ketika penambang dari blockchain Proof of Work tidak menyetujui pembaruan, maka pembaruan menjadi fork. Penambang yang melakukan pembaruan menambang fork, sementara yang tidak melakukan update akan menambang yang asli.  

Pada awalnya, tidak banyak pengembangan yang dilakukan pada jaringan Litecoin. Namun, sejak 2016, mata uang digital ini mulai memiliki banyak penggemar, baik itu investor ataupun developer. Hal ini disebabkan karena Litecoin memiliki beberapa kelebihan. Salah satu di antaranya adalah durasi transaksi yang lebih singkat ketimbang di Bitcoin. 

Kalau Bitcoin sering kali dijuluki sebagai ‘emas’, maka Litecoin adalah versi ‘perak’ dari mata uang digital. Lantas, apakah ini artinya Litecoin lebih baik dibandingkan Bitcoin? Simak detail materi Litecoin berikut ini, ya!

Apa Itu Litecoin?

Sejatinya, Litecoin merupakan hard fork dari blockchain bitcoin. Awalnya, Bitcoin diciptakan sebagai solusi untuk sistem keuangan terpusat. Namun, pada praktiknya, Bitcoin tidak mampu untuk menangani peminat yang membludak setelah meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan investasi mata uang kripto. 

Waktu transaksi yang lama dan masalah skalabilitas menjadi masalah utama yang mesti dipecahkan. Apalagi, sebagian besar aset digital menggunakan mekanisme Proof of Work. Sehingga membutuhkan banyak daya dan waktu untuk melakukan verifikasi transaksi.

Proof of Work adalah upaya paling aman untuk membuat konfirmasi transaksi. Absennya Proof of Work akan membuat seluruh blockchain menjadi kurang aman. Demi mengatasi hal tersebut, maka diciptakanlah mata uang ini. 

Perbedaan Litecoin dan Bitcoin

Perbedaan paling mendasar antara Bitcoin (BTC) dan Litecoin (LTC) adalah waktu transaksinya. LTC hanya membutuhkan waktu 2,5 menit untuk menghasilkan satu blok transaksi. Sementara Bitcoin membutuhkan rata-rata waktu transaksi selama 10 menit. Jadi tak heran, Litecoin sering dijadikan mata uang transaksi harian, dan Bitcoin dijadikan tempat penyimpanan nilai.

Selain masalah waktu, perbedaan utama lainnya antara LTC dan BTC adalah algoritma proof-of-work. Bitcoin menggunakan algoritma hash SHA-256 tradisional. Sedangkan, Litecoin menggunakan algoritma baru yang disebut Scrypt. Scrypt ini butuh kemampuan komputasi yang lebih sedikit, jadi tingkat kerumitannya lebih rendah.

litecoin

Keunikan Litecoin

1. Teknologi di Balik Litecoin

Sama seperti aset digital lainnya, Litecoin juga memanfaatkan teknologi blockchain yang revolusioner. Litecoin berusaha mempermudah penggunanya untuk mendapatkan sistem keuangan yang lebih baik dan penggunaan teknologi blockchain yang paling tepat. 

Tidak seperti sistem keuangan terpusat yang terjadi di bank, jaringan blockchain tak akan bisa ditutup. Sifatnya yang terdesentralisasi membuat siapapun tidak dapat mematikan seluruh node di jaringan.

Hasilnya, Anda bisa bebas menggunakan jaringan Litecoin dalam bertransaksi kapanpun Anda mau. Sangat berbeda dengan sistem keuangan terpusat yang apabila salah satu server terputus atau mati, maka seluruh jaringan akan terganggu.

2. Kecepatan Transaksi

Meski belum secepat Ethereum atau Ripple, kecepatan transaksi Litecoin masih lebih unggul dibandingkan dengan sebagian besar saingannya. Waktu block di jaringan LTC hanya memakan waktu dua setengah menit. Artinya, setiap dua setengah menit, block transaksi baru dapat dibuat di jaringan Litecoin.

Satu block jaringan berisi ratusan transaksi. Sehingga, Anda bisa melakukan transaksi kirim dan terima dana di wallet Litecoin hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja. Transfer juga dapat dilakukan hingga ke negara atau belahan dunia lain dalam waktu lebih cepat. 

3. Tempat Uji Fitur Baru Bitcoin

Sebagai fork pertama dari blockchain Bitcoin, Litecoin (LTC) mewarisi beberapa fitur inti dari jaringan Bitcoin. Kesamaan tersebut membuat mata uang krypto ini sering dijadikan ‘lab uji coba’ bagi fitur-fitur baru yang akan dimasukkan ke Bitcoin. 

Implementasi lightning network, misalnya. Lightning network diciptakan untuk membuat transaksi berlangsung secara instan. Kelebihan lainnya adalah minimnya delay transaksi dan biaya yang rendah membuat mata uang digital ini menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan pembayaran mikro. Setelah proses pengujian dan penerapan lightning network di jaringan LTC sukses, maka fitur tersebut dipakaikan dan dikembangkan untuk Bitcoin. 

4. Lebih Mudah Ditambang

Tidak seperti Bitcoin, ia menggunakan algoritma SCRYPT untuk mining. SCRYPT merupakan sistem unik yang dapat membuat mining aset digital menjadi lebih efisien. Seperti kebanyakan aset digital lainnya, koin ini juga menggunakan mekanisme Proof of Work untuk memudahkan verifikasi transaksi pada jaringan. Karena sebagian besar miners profesional telah mulai menggunakan ASIC (Application-Specific Integrated Circuits) untuk menambang aset digital, maka pemula akan menjadi sulit untuk mining aset digital.

Untuk mining jenis ini, Anda sebagai pengguna tidak memerlukan ASIC yang mahal. Miners yang menggunakan single graphic card juga mendapatkan peluang yang sama untuk menghasilkan uang di jaringan Litecoin.

koin litecoin

Gimana Cara Memiliki Litecoin?

Anda dapat menyimpan aset kripto di tempat aman yang disebut wallet aset digital. Wallet akan menjadi sarana bagi Anda untuk mengirim dan menerima Litecoin. Untuk bisa mendapatkannya, Anda bisa membuka akun exchange aset digital, seperti Zipmex. Anda juga dapat menggunakan hardware wallet seperti Ledger Nano S atau Trezor. 

Setelah memiliki wallet, Anda akan mendapatkan wallet address. Di dalamnya terdapat public address. Public address adalah alamat yang Anda berikan kepada orang lain untuk menerima dana. Di akun Zipmex, Anda dapat menemukan alamat ini di dalam wallet.

Selain public address, Anda akan mendapatkan private key wallet. Tak seperti public address yang bisa dibagikan pada orang lain, private key wallet tidak boleh Anda bagikan pada siapapun. Untuk mengirim dana, Anda cukup memasukkan jumlah dan alamat penerima saja. Setelah itu, hanya dalam waktu beberapa menit saja, dana Anda akan tiba di wallet penerima. 

Anda tidak boleh membagikan private key wallet Anda kepada siapa pun. Untuk mengirim dana kepada seseorang, Anda hanya perlu menentukan jumlah yang akan Anda berikan dan alamat penerima. Dalam beberapa menit, dana akan sampai di wallet penerima. Mudah dan cepat, kan. 

Cara Beli Litecoin di Zipmex

  1. Pastikan Anda memiliki akun Zipmex, sudah terdaftar untuk KYC, dan memiliki saldo Rupiah yang sesuai.
  2. Apabila poin pertama sudah terpenuhi, dan Anda ingin beli LTC di Zipmex, kunjungi https://trade.zipmex.co.id/buy/ETH/IDR. Sekadar informasi, saat ini (7/4/0201), harga 1 Litecoin (LTC ke IDR) senilai Rp3.373.021.
  3. Masukkan nominal uang ingin Anda gunakan untuk membeli Litecoin.
  4. Klik button “Beli”, dan konfirmasi pesanan Anda. Jika pesanan sudah terkonfirmasi, transaksi pembelian LTC Anda berhasil.

Jadi, bagi Anda yang ingin memiliki Litecoin, Anda bisa membelinya di Zipmex. Prosesnya mudah, aman, terjamin, dan juga murah. Yuk, tuai cuan dengan aman di Zipmex!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter