Mengapa Banyak Perusahaan yang Tertarik Beli Bitcoin?

Posted on March 24, 2021 in Articles, Investasi, Opini
Mengapa Banyak Perusahaan yang Tertarik Beli Bitcoin?
View all Articles

Beberapa waktu terakhir, aset kripto Bitcoin tengah meraup popularitas. Tingginya peminat aset kripto beberapa waktu terakhir membuat tren harga cryptocurrency terus melesat.

Seiring berjalannya waktu, Bitcoin mengalami perkembangan yang signifikan. Bitcoin beranjak dari aset yang dulunya diragukan oleh banyak orang menjadi sebuah investasi yang menjanjikan. Baik untuk investor terkenal, perusahaan besar, maupun investor ritel.

Keputusan PayPal dan Elon Musk untuk membeli dan menjadikannya sebagai salah satu metode pembayaran membuat Bitcoin bahkan mencapai titik puncak. 

Awal Februari lalu, Tesla Inc membeli Bitcoin senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS). Selain Tesla, sebelumnya perusahaan US Microstrategy Inc. pada tahun 2020 telah membeli Bitcoin sebanyak 55.226 BTC atau senilai 600 Juta dolar AS atau setara dengan Rp 8,8 triliun. 

Jadi pertanyaannya, mengapa banyak perusahaan besar seperti Tesla Inc dan Microstrategy Inc. begitu optimis dengan Bitcoin? 

Baca Juga: Investasi Bitcoin di Tengah Pandemi: Rugi atau Cuan?

Alasan Tesla & Microstrategy Inc. Pilih Bitcoin

Seperti yang diberitakan Tempo, Elon Musk menjelaskan bahwa menyimpan aset dalam bentuk Bitcoin lebih baik ketimbang jika Anda memegang uang konvensional atau tunai. Selain itu, Elon juga berencana untuk menerima pembayaran untuk pembelian mobil listrik Tesla miliknya dalam bentuk Bitcoin. Hal tersebut yang menyebabkan perusahaan beli Bitcoin.

Keputusan ini diambil untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumennya dalam mendiversifikasikan pembayaran, sekaligus memaksimalkan pengembalian uang tunai. Kebijakan ini membuat Tesla menjadi satu-satunya perusahaan mobil listrik yang secara resmi menerima aset kripto sebagai alat pembayaran. 

Sementara itu, Microstrategy Inc. mengalami lonjakan kenaikan saham mencapai 600 persen selama Agustus 2020 – Februari 2021 setelah membeli Bitcoin. Artinya, semenjak pembelian BTC, valuasi aset yang dimiliki Microstrategy mengalami kenaikan drastis. Inilah alasan mengapa perusahaan Microstrategy berniat ingin membeli Bitcoin lebih lagi. 

Tesla dan Microstrategy bukan satu-satunya di dunia. Selain kedua perusahaan besar tersebut, ada masih banyak pihak yang mendapatkan keuntungan besar setelah membeli Bitcoin. Beberapa diantaranya adalah Square Inc., Tudor Investment Corp, dan lain-lain. Hal tersebut tentu memicu kenaikan harga Bitcoin dan rasa percaya masyarakat. 

Selain itu tingkat keuntungan dan kepercayaan perusahaan besar, Forbes menyebutkan bahwa ada beberapa alasan lainnya yang membuat perusahaan menjatuhkan hatinya pada Bitcoin. Apa saja? Simak ulasannya berikut.

Bitcoin Sebagai Aset Safe Haven 

Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu sepanjang 2020-2021 ini, banyak pelaku pasar meyakini bahwa Bitcoin masuk kedalam salah satu aset safe haven sama seperti emas. Aset safe haven telah lama dipercaya memiliki kemampuan untuk tetap bertahan pada situasi ekonomi yang tidak menentu. 

Tak sembarang aset bisa dianggap sebagai safe haven. Ada syarat tertentu yang dimiliki sebuah komoditas agar dapat dikatakan sebagai aset safe haven. 

Salah satunya adalah komoditas tersebut harus bisa membuktikan bahwa nilai yang dimilikinya akan tetap kuat di tengah terpaan resesi ekonomi global. Dalam 10 tahun terakhir, Bitcoin telah membuktikan dirinya berkali-kali menjadi satu diantara beragam aset safe haven yang dapat dipercaya. Sebab, nilainya tetap menunjukan tren kenaikan walau diterpa isu global, termasuk pandemi COVID-19. 

Lebih dari itu, kini makin banyak orang yang mulai memiliki rasa ketidakpercayaan dengan mata uang resmi. Inflasi tentu adalah salah satu faktor penyebabnya. Alhasil, banyak orang mulai berinvestasi Bitcoin demi menghindari pengurangan nilai aset.

Lantas, bagaimana dengan emas? Emas memang bisa menjadi salah satu alat investasi yang mudah dan terbebas dari inflasi. Namun, untuk menyimpan emas, Anda membutuhkan ruang khusus dengan tingkat keamanan tinggi. Jika dibandingkan dengan emas, Bitcoin tentu lebih efisien. Sebab, Anda tidak membutuhkan tempat penyimpanan khusus. 

Dengan menggunakan Bitcoin sebagai safe haven, perusahaan dapat memiliki aset imbal hasil yang aman dari terpaan masalah ekonomi global. Sebelum momentum halving yang terjadi pada Mei 2020, harga Bitcoin sudah melambung cukup tinggi, bahkan lebih dari 30 persen dalam kurun waktu beberapa minggu saja. 

Pexels/Karolina Grabowska

Tingkat Penawaran dan Permintaan Bitcoin

Bitcoin mempunyai suplai yang terbatas, yaitu sebesar 21 juta BTC saja. Setiap empat tahun sekali, Bitcoin mengalami halving atau pengurangan sebesar separuh dari jumlah reward yang biasa dihasilkan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat inflasi Bitcoin sekaligus menjaga  suplainya yang tersisa. 

Halving terakhir terjadi pada 2020 lalu. Dengan adanya halving, Bitcoin mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut bukan hanya karena mining reward yang semakin sedikit, tetapi juga karena reward tersebut makin sulit untuk didapatkan. 

Itu sebabnya banyak analis ekonomi yang memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, harga Bitcoin akan naik drastis. Sebab, jumlah permintaan menjadi jauh lebih besar daripada penawaran. 

Potensi Imbal Hasil yang Besar dari Bitcoin

Tujuan berinvestasi tentu saja adalah untuk mencari keuntungan dari dana atau aset yang ada. Bitcoin menawarkan kesempatan untuk mendapat keuntungan dalam jumlah besar. Hal ini menjadi salah satu alasan yang membuat banyak investor atau perusahaan beli Bitcoin. 

Kendati Bitcoin terhitung relatif baru, potensi imbal hasil yang dijanjikan jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Bahkan ketika aset kripto sedang tidak stabil, peluang untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi masih sangat mungkin untuk terealisasikan. 

Aksesibilitas Bitcoin

Berinvestasi menggunakan saham, obligasi, reksa dana, properti, tanah dan beragam aset lainnya kadang kala terasa merepotkan bagi sebagian orang. Ada banyak sekali berkas yang perlu dipelajari dan dipersiapkan. Untuk instrumen investasi dalam bentuk properti misalnya, Anda mesti mengetahui membuat kontrak dengan notaris untuk mengurus perjanjian dan kontrak. 

Di lain sisi, Bitcoin menawarkan cara yang berbeda dan jauh lebih mudah. Cukup mengunduh aplikasi platform perdagangan aset kripto, mendaftarkan diri, melakukan verifikasi, menyetor  deposit dan selesai. Anda bisa langsung membeli Bitcoin.

Untuk membeli Bitcoin pun Anda tak perlu membeli satu koin dengan harga hingga ratusan juta rupiah. Anda bisa membeli sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan kocek Anda. Di Zipmex Indonesia misalnya, Anda bisa membeli aset kripto, termasuk Bitcoin, mulai dari harga Rp 10 ribu saja. Setiap kali memiliki uang lebih, Anda bisa langsung menambah jumlah aset di dalam wallet Anda.   

Berdasarkan faktor-faktor dan alasan  tersebut, maka tak lagi aneh jika banyak perusahaan beli bitcoin dan investor besar yang memilih untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk bitcoin. Bahkan jumlah investasinya tak tanggung-tanggung, bisa mencapai ratusan juta hingga triliunan rupiah demi demi melindungi nilai aset yang mereka miliki.

Bagaimana dengan Anda?

Baca Juga: Seberapa Aman Berinvestasi di Zipmex?

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter