Mengenal Pola Candlestick Jepang

Posted on May 14, 2021 in Articles, Berita Kripto, Kriptopedia
Mengenal Pola Candlestick Jepang
View all Articles

Bagi Anda yang masih terbilang baru di industri kripto, maka Anda perlu mengetahui betul tentang apa itu candlestick Jepang. Sesuai dengan namanya, candlestick atau batang lilin ini ditemukan oleh Munehisa Homma seorang pedagang beras dari Sakata, Jepang di tahun 1724-1803. Berkat keahlian Munehisa lah, yang menjadikan dia sebagai Samurai Kehormatan di Jepang pada masanya. 

Munehisa tidak menemukan candlestick dalam waktu sehari semalam. Dia menemukan candlestick melalui hasil pengamatan yang dilakukannya selama bertahun-tahun terhadap pasar beras. Hingga akhirnya, dia mampu menggambarkan kondisi yang terjadi dalam pasar beras (pasokan, permintaan dan emosi pedagang) ke dalam sebuah bentuk grafik candlestick

Setelah Munehisa berhasil memperkenalkan pola candlestick pada pasar saham Jepang. Selanjutnya, metode ini masuk ke pasar Amerika Serikat, di mana metode ini muncul pertama kali dalam sebuah buku yang ditulis oleh Steve Nisson, seorang analisis teknis dengan judul buku “Japanese Candlestick Charting to the Western World“.

Munehisa tidak pernah berfikir, rancangan grafik yang dibuatnya dapat mengantarkan dirinya menjadi seseorang yang sukses. Kedatangan pola ini di Amerika Serikat, bahkan membuka jalan bagi adopsi teknik global pada saat berinteraksi dengan instrumen keuangan. Bahkan, saat ini banyak trader ulung yang menggunakan pola candlestick Jepang sebagai alat utama untuk menentukan kapan harus masuk atau keluar dari posisi perdagangan. 

Sebelum kita membahas lebih dalam lagi, mari kita mengenal terlebih dahulu apa itu pola candlestick Jepang secara lebih dalam. Berikut ulasannya. 

Baca Juga: Apa Saja Dasar-dasar Trading yang Harus Diketahui Pemula?

Apa Itu Candlestick Jepang?

Candlestick Jepang adalah representasi grafik dalam bentuk sebuah lilin. Grafik ini berbeda dengan grafik lainnya, grafik ini dapat digunakan untuk menganalisa sebuah perkembangan harga pada suatu aset secara lebih rinci dengan hanya menggunakan beberapa potongan informasi. 

Trading dengan candlestick Jepang merupakan salah satu metode yang dinilai paling akurat di pasar karena dapat memberikan informasi mengenai perilaku para pelaku pasar. 

Grafik candlestick sendiri merupakan alat analisis yang paling handal untuk dipakai. Dalam dunia aset kripto sendiri, candlestick dapat mewakili sebuah pergerakan harga dalam berbagai kerangka waktu, satu menit dan selama satu bulan atau bahkan lebih dari itu. 

Untuk dapat memudahkan Anda mempelajari candlestick Jepang, maka kali ini kita akan menghadirkan gambar candlestick. 

Jika harga pada grafik ditutup di atas harga pembukaan (open), maka candlestick nantinya akan diberikan warna hijau atau putih dan dapat dikatakan bahwa harga suatu aset sedang bergerak naik atau yang biasa kita sebut “bullish”.  

Kebalikannya, jika harga pada grafik ditutup di bawah harga pembukaan (open), maka nantinya candlestick akan diberi warna merah atau hitam dan dikatakan bahwa harga pada suatu aset sedang mengalami penurunan “Bearish”. 

Pada bagian candlestick yang diberi warna disebut dengan “Real Body” atau “Body”.  Sedangkan, garis yang berada di bawah atau di atas Real Body, disebut dengan shadow atau bayangan yang menggambarkan mengenai harga tertinggi dan terendah selama sesi perdagangan terjadi. Lalu, titik puncak garis yang berada di bawah body atau lower shadow adalah harga terendah, namun titik puncak garis yang berada di atas body atau upper shadow adalah harga tertinggi. 

Pola Candlestick Jepang yang Berbeda 

Candlestick Jepang memiliki pola-pola yang berbeda, sebagai bentuk penggambaran suatu kondisi pasar yang berbeda-beda. Mereka terbagi menjadi pola single, double dan triple

Pola Single Candlestick Jepang

Pola single candlestick Jepang ini nantinya menjadi bentuk dasar dari pola-pola lainnya. Dengan Anda memahami pola single ini, dapat membantu mengekstrak tren pasar dari pola double dan triple. Untuk pola single candlestick memiliki beberapa pola, yaitu. 

Doji

Doji adalah candlestick Jepang dengan body yang sangat kecil (harga pembukaan dan penutupnya yang hampir sama). Secara garis besar, doji dianggap oleh beberapa investor, sebagai tanda ketidakpastian di pasar karena ketiadaan bull dan bear yang dapat menutup harga dalam wilayahnya. 

Tidak seperti pasar tradisional yang sering beroperasi pada jam yang dijadwalkan dari Senin hingga Jumat, candlestick dalam kripto sebenarnya dapat mewakili visualisasi yang lebih realistis dari pergerakan aset yang diperdagangkan, karena perdagangan kripto secara eksklusif online dan pergerakan harga pada jangka waktu yang lebih pendek, misalnya. 15m, 30m, 1h dan 4h, dapat digambarkan tanpa ada jeda dalam aktivitas perdagangan, tidak seperti bursa saham tradisional.

Doji yang berdiri sendiri, disebut sebagai pola netral. Namun, jika doji yang terbentuk setelah rangkaian candlestick bullish dengan body panjang, maka menandakan pelaku beli telah kehabisan tenaga dan harga berpeluang untuk berbalik turun. 

Kebalikannya, jika doji terbentuk setelah rangkaian candlestick bearish dengan body panjang, berarti pelaku jual yang mulai kehabisan daya dan harga suatu aset siap berbalik naik.

Pola Dragonfly Candlestick 

Pola candlestick dragonfly adalah pola pembalikan bullish yang signifikan, terutama terbentuk pada akhir trend turun dan pola ini juga menunjukkan bahwa kekuatan bullish semakin berkurang. 

Pola Candlestick Gravestone

Pada pola gravestone adalah pola pembalikan bearish yang signifikan, terutama terbentuk pada puncak trend. 

Spinning Top

Candlestick ini terbentuk saat pasar mengalami pergerakan yang cenderung kecil. Pola spinning top ini seringkali menunjukan pasar yang sedang berkonsolidasi. Meski bull dan bear sedang aktif, tapi tidak satu pun yang dapat mempertahankan keuntungan. Setelah mengalami candlestick bullish yang panjang, spinning out menunjukan kelemahan antara bull dan potensi perubahan atau gangguan tren. Setelah mengalami penurunan yang panjang atau candlestick bearish yang panjang, spinning top menunjukkan kelemahan di antara bearish dan potensi perubahan atau gangguan pada trend. 

Marubozu Pattern 

Pola candlestick ini memiliki tubuh tanpa ekor. Marubozu menunjukan peningkatan suasana perdagangan bullish atau bearish, dengan kata lain Marubozu bullish terbentuk ketika suatu harga pada aset pembukaan sama dengan harga terendah dan harga penutupan sama dengan harga tertinggi serta menunjukan bahwa pelaku beli mengendalikan pergerakan harga sepanjang periode.

Sedangkan Marubozu bearish terbentuk ketika suatu harga pembukaan sama dengan harga tertinggi dan harga penutupan sama dengan harga terendah dan menunjukan bahwa adanya pergerakan harga yang dikendalikan oleh pelaku jual. 

Baca juga: Cara Membaca Pola Candlestick untuk Pemula

Pola Candlestick Jepang Double 

Pada candlestick kategori ini dapat dibaca berpasangan untuk mengetahui suatu keadaan pasar saat ini. Pola yang paling banyak digunakan dalam kategori ini adalah bearish atau bullish engulfing dan pinset.

Pola Candlestick Jepang Engulfing menunjukkan bahwa tren pasar dikuasai atau dikonsumsi oleh yang lain ke arah yang berlawanan. Dua candle yang berdekatan menampilkannya, menunjukkan pergerakan antara bullish dan bearish, yang mendominasi yang lain. Misalnya, candlestick bullish engulfing akan memiliki candle bearish diikuti candle bullish dengan tubuh yang lebih besar. Pola-pola ini menunjukkan pembalikan perilaku pasar.

Pola Triple Candlestick Jepang 

Untuk trend naik, ini dimulai dengan candle kecil, diikuti oleh candle yang terlihat lebih besar, kemudian candle yang lebih besar. Mereka menunjukkan pergeseran tren dari bullish ke bearish dan sebaliknya.

Mengapa Candlestick Jepang Penting?

Pola candlestick Jepang secara historis memberikan tampilan visual yang andal untuk memetakan bagaimana aset tertentu berperilaku. Selain itu, mereka bisa membantu Anda mengantisipasi langkah selanjutnya dan memposisikan diri di garis keuntungan agar tahu kapan harus menjual, membeli, atau menahan.

Saat ini, pemahaman pola membantu trader membaca grafik kompleks yang disajikan oleh platform perdagangan aset seperti pertukaran aset kripto. Dengan begitu, dapat memungkinkan trader kripto untuk memasukkan grafik dalam strategi perdagangan.

Meskipun pola candlestick Jepang dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk meninjau sejarah aset kripto atau saham atau memetakan potensi masa depannya. 

Namun, penting untuk dipahami bahwa ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat menggunakannya, seperti analisis fundamental, sentimen dan tren pasar secara keseluruhan, berita utama, dan jangka waktu yang Anda gunakan.  Jadi, jangan hanya mengandalkan satu alat, namun alangkah bijaknya bila Anda bisa memilih yang terbaik dan buat keputusan yang tepat sebelum trading.

———————————————

Zipmex adalah platform exchange legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti).

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex: InstagramFacebook, dan Twitter.