NFT sebagai Sarana Investasi: Yay or Nay?

Posted on March 12, 2021 in Articles, Kriptopedia
NFT sebagai Sarana Investasi: Yay or Nay?
View all Articles

Seiring dengan meningkatnya popularitas NFT, semakin tinggi pula keinginan pegiat kripto untuk menjadikan token-token istimewa tersebut sebagai barang koleksi. Ada yang mengoleksi karena hobi, dan ada pula yang melakukannya dengan tujuan berinvestasi. 

Tak tanggung-tanggung, harga ratusan hingga jutaan dolar AS tidak menjadi masalah bagi kolektor. Beragam barang digital dalam bentuk aset kripto NFT diperjualbelikan melalui platform berbasis blockchain. Jenisnya beragam, mulai dari fotografi, motion graphic, karya seni digital, hingga kicauan Twitter.

Aset NFT yang diperjualbelikan pun tidak sembarangan. NFT menjadi representasi salinan digital resmi yang biasanya dijual oleh seniman, musisi, olahragawan, hingga tokoh terkenal. Karakteristiknya yang unik satu dan tak bisa sama satu dengan yang lain membuat NFT bersifat non-interchangeable atau tidak dapat dipertukarkan.

Baca juga: Koleksi NFT Twitter Naik Daun, Untung atau Rugi?

Nilai NFT Masa Kini

Menurut situs Coinranking, nilai seluruh kegiatan pasar aset kripto NFT mencapai 39,5 juta dolar AS dengan total aset terjual sebanyak 153.058 unit dalam 30 hari terakhir. Data tersebut menunjukkan bahwa popularitas kegiatan jual beli aset kripto NFT bisa dikatakan sangat tinggi. Tidak heran semakin banyak pegiat kripto yang turut berpartisipasi di dalam kegiatan ini.

Ditambah pula NFT kini bukan hanya digunakan oleh perorangan saja, tetapi juga perusahaan besar untuk meningkatkan pengalaman konsumen dalam bisnisnya. Dilansir Forbes, perusahaan merk terkenal seperti Nike, Louis Vuitton, dan NBA bahkan sudah memproduksi dan menjual aset berbasis NFT.

NBA sendiri telah meluncurkan situs barang digital untuk dikoleksi para penggemarnya bernama “NBA Top Shot”. Salah satu asetnya bahkan menampilkan LeBron James dan terjual dengan harga yang fantastis hingga 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar. Besarnya harga penjualan tersebut membuktikan bahwa pegiat aset kripto NFT rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi memiliki NFT. 

Salah seorang kolektor yang mengklaim dirinya sebagai “kolektor aset digital” baru-baru ini menjual kembali salah satu koleksi digitalnya. Koleksi bergambar Joe Biden dan Donald Trump itu terjual seharga 6,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp 95 miliar. 

Aset NFT terpopuler yang terjual dengan harga fantastis adalah grafis populer bertajuk “Nyan Cat”. NFT “Nyan Cat” terjual di platform jual beli dengan harga mencapai 580 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 8,3 miliar.

NBA top shot sebagai contoh NFT investasi
Source: NBA Top Shot

Apa yang Membuat Harga NFT Mahal?

Banyak yang heran mengapa ada orang-orang tertentu yang mau membeli karya seni digital. Apalagi karena karya-karya digital sebenarnya bisa dinikmati secara gratis melalui internet. Lantas apa alasannya? 

Tingginya harga aset NFT disebabkan oleh faktor kepemilikan yang berbeda dari hanya sekadar melihat. Dengan membeli suatu barang digital sebagai aset kripto NFT, kepemilikan terhadap aset tersebut dinilai sah dan bisa terautentikasi. Baik secara hukum maupun dari segi teknologi, sebab kegiatan jual beli di dalam blockchain selalu tercatat dan tidak bisa diubah.

Selain itu, teknologi blockchain juga mampu memberikan tanda unik di setiap karya digital. Sehingga sulit untuk direplikasi penuh, diplagiasi, atau dipalsukan. Matt Hall, co-founder CryptoPunks mengatakan bahwa sebelum NFT hadir, tidak ada cara untuk mengetahui pasti pemilik sah dari sebuah aset digital. Kehadiran NFT menjadi solusi terhadap permasalahan  replikasi atau plagiasi konten yang sering menjadi permasalahan dalam dunia digital.

Sifatnya yang tidak dapat dipertukarkan juga meningkatkan daya tarik aset kripto NFT untuk dimiliki. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, manusia akan selalu tertarik untuk memiliki barang yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tidak aneh jika konten digital yang biasa dilihat di internet kemudian dapat bernilai sangat tinggi ketika diketahui bahwa jumlahnya hanya ada satu di dunia dan dapat dibuktikan keabsahannya.

Apakah NFT Merupakan Investasi yang Menguntungkan?

NFT berhasil menghadirkan dobrakan baru terhadap dunia perekonomian digital. 

Pertama, kegiatan jual beli aset kripto NFT dianggap memberi solusi terhadap masalah seniman yang karyanya rentan diplagiasi atau duplikasi. Melalui blockchain, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan kehadiran enkripsi unik di masing-masing salinan NFT unik.

Kedua, adanya demokratisasi dalam kepemilikan suatu karya seni. Sejak dulu, berinvestasi dalam karya seni dianggap hanya untuk kalangan atas saja. Nilai karya seni yang dianggap fluktuatif dan hanya dapat dijadikan koleksi membuat masyarakat menengah ke bawah enggan untuk membeli atau menikmatinya. 

Seni digital dalam bentuk NFT bisa menjadi alternatif bagi berbagai kalangan untuk berinvestasi di suatu karya seni. Menurut John Crain, CEO SuperRare, berinvestasi di karya seni digital tidak membutuhkan biaya yang besar. Sebab, Anda tidak perlu memikirkan akomodasi lainnya seperti transportasi maupun ruang pajang setelah membeli karya seni.

Ketiga, seniman bisa menjual hasil karya seninya secara langsung pada penikmatnya tanpa campur tangan pihak lain. Sehingga semua keuntungan dapat dimiliki penuh oleh kreator seni.

Penjualan karya seni dalam bentuk NFT juga memberikan seniman peluang untuk mendapat komisi setiap karyanya terjual kembali. Hal ini dianggap dapat memecahkan masalah lain dari karya seni digital, yakni kurangnya apresiasi terhadap seniman atas karya seninya.

Kelemahannya, penetapan nilai suatu barang di NFT dianggap tidak memiliki sistem yang jelas. 

Sejauh ini, popularitas pemilik orisinil aset NFT masih dianggap penting dalam menentukan nilai suatu aset NFT. Aset-aset yang terjual dengan harga tinggi kebanyakan dibeli dari tokoh terkemuka. Contohnya adalah dari kicauan Twitter yang dilelang oleh CEO Twitter itu sendiri, Jack Dorsey, yang angkanya mencapai 2,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp 36 miliar.

Oleh sebab itu, menurut InvestorPlace, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan berinvestasi dalam bentuk NFT.

Pertama, disarankan untuk membeli aset yang Anda percaya akan memiliki nilai yang bertambah seiring berjalannya waktu. Contohnya, jika anda membeli suatu karya seni seorang seniman, Anda harus yakin bahwa di masa depan, seniman itu akan terus berkarya. Bukan menghasilkan karya seni dari menyalin karya-karyanya yang pernah ada.

Kedua, Anda juga harus yakin akan sistem aset kripto itu sendiri. Anda harus memahami analisis fundamental dari aset kripto dan sistem yang digunakan.

Ketiga, pastikan aset NFT yang akan Anda investasikan belum dimiliki oleh orang lain, sehingga nilai keunikannya tetap terjaga. Akan semakin baik apabila ada asuransi di dunia nyata yang dapat memastikan hal tersebut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, makin unik dan makin sedikit jumlahnya, maka harga NFT pun makin mahal.

Terakhir, pastikan Anda memulai investasi dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan persiapkan mental yang matang. Sifat alami aset kripto yang volatil dan fluktuatif rentan membuat trader maupun investor pemula gentar, karena nilainya yang berubah dengan cepat seiring berjalannya waktu. 

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter