Setelah Bitcoin ATH, Aset Kripto Apa Lagi yang Sebaiknya Dibeli untuk Investasi?

Posted on April 16, 2021 in Articles, Berita Kripto, Investasi, Kriptopedia
Setelah Bitcoin ATH, Aset Kripto Apa Lagi yang Sebaiknya Dibeli untuk Investasi?
View all Articles

Bitcoin sebagai aset kripto paling dominan telah melewati harga jual 60 ribu dolar AS pada beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, harganya pun terus merangkak naik menjadikannya all time high (ATH) dan pola tersebut diprediksi akan terus berlangsung dalam jangka panjang.

Selain itu, setahun terakhir adalah tahun yang tidak pasti bagi perekonomian global dan bank sentral. Hal inilah yang membuat ketertarikan terhadap aset kripto semakin meningkat. Apalagi, teknologi digital juga semakin canggih dan lebih mudah diakses oleh siapa saja.

Tidak heran bahwa Bitcoin sebagai aset kripto saat ini sangat diminati sebagai sarana investasi digital. Mengingat banyaknya aset kripto yang beredar di pasar, bisa dikatakan cukup sulit untuk menentukan mana saja yang memiliki potensi bagus untuk diinvestasikan. Untuk memudahkan Anda, berikut adalah beberapa aset kripto yang perlu Anda perhatikan di tahun 2021 ini.

Ethereum (ETH)

Ethereum adalah platform smart contract yang bertujuan untuk menjadi “komputer dunia”. Dibuat pada tahun 2015, platform ini bertujuan untuk menjadi bentuk pembayaran apapun seperti Bitcoin. Akan tetapi, keduanya masih memiliki perbedaan yang signifikan.

Platform ini menyediakan tokenisasi aset digital dalam bentuk apapun. NFT yang ramai diperbincangkan saat ini adalah berbasis Ethereum. Dengan begitu, berbagai macam aset digital dari rumah hingga barang koleksi bisa disusun, didesentralisasi, diamankan, dan di-trading dengan Ethereum.

Ethereum menggunakan perangkat lunak terdesentralisasi yang menggunakan Decentralized Apps (DApps) dan smart contract yang dibangun dan dijalankan tanpa adanya penipuan, kendali, batas waktu, atau gangguan dari pihak ketiga. Aplikasi di Ethereum bekerja pada platform token grafik aset digital khusus yang disebut dengan Ether.

Salah satu keunggulan dari aset kripto ini adalah teknologi smart contract yang digunakan. Teknologi ini memungkinkan adanya transaksi yang transparan dan tidak bisa direkayasa karena bekerja secara mandiri dan terotomatisasi.

Pada 15 April 2021, harga ETH mencapai angka 2.458 dolar AS atau setara Rp Rp 36.379.105. Dalam rentang waktu 24 jam, BCH mengalami kenaikan sekitar 3,15 persen. Ethereum sendiri merupakan salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, tepat di bawah Bitcoin.

Baca juga: Mengenal Ethereum, Pelopor Smart Contract di Jaringan Blockchain

Litecoin (LTC)

Litecoin diciptakan untuk mengurangi beban dari Bitcoin sebagai aset kripto yang paling sering digunakan sebagai alat transaksi. Dibuat oleh mantan insinyur di Google, Charles Lee, Litecoin bertujuan untuk menjadi Bitcoin versi yang lebih disempurnakan.

Penyempurnaan Litecoin dilakukan dengan cara merancang sistem yang lebih ringan agar transaksi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan murah. Selain itu, ukuran block Litecoin lebih besar ketimbang Bitcoin, sehingga memungkinkan untuk menciptakan block lepas yang membuat transaksi Litcoin lebih efisien.

Litecoin sendiri merupakan salah satu aset kripto yang mendominasi, sehingga memiliki volatilitas yang tinggi, sama seperti Bitcoin. Hal ini menjadikan Litecoin memiliki risiko yang besar, namun tetap dibarengi dengan imbalan yang tinggi sebagai sarana investasi.

Peluang Litecoin sebagai medium pembayaran sangat tinggi, sebab platform Litecoin menawarkan transaksi dengan biaya minim namun waktu konfirmasi yang cepat. Selain itu, dengan pengembangan protokol barunya MimbleWimble, keamanan privasi pengguna juga semakin meningkat.

Pada 15 April 2021, harga LTC mencapai angka 273,47 dolar AS atau setara Rp 3.990.515,26. Dalam rentang waktu 24 jam, BCH mengalami kenaikan sekitar 2,03 persen. 

Baca juga: Litecoin MimbleWimble: Bukan (Mantra) Protokol Biasa

Bitcoin Cash (BCH)

Bitcoin Cash (BCH) adalah altcoin yang tercipta dari proses hard fork sistem blokchain Bitcoin utama. Gagasan pembuatan Bitcoin Cash berangkat dari kekhawatiran penambang dan pengembang Bitcoin terhadap skalabilitas Bitcoin (BTC). Nakamoto mendesain blok BTC dengan kapasitas hanya 1 MB saja. 

Sayangnya, seiring dengan meningkatnya transaksi harian, kapasitas ini tak lagi memungkinkan. Alhasil, penuntasan transaksi membutuhkan durasi waktu yang lebih lama. Sebab, tidak banyak transaksi yang dapat divalidasi. Untuk mengatasi masalah ini, pengembang akhirnya memutuskan untuk membuat cabang atau forking dari blockchain utama. 

Proses forking selesai dilakukan pada Agustus 2017. Perbedaan utama BTC dan BCH tentu saja bisa langsung dilihat dari besar kapasitas bloknya. BCH memiliki dua jenis kapasitas yakni 8 dan 32 MB, sehingga transaksi bisa lebih fleksibel.

Bahkan ada beberapa pengamat aset kripto yang mengklaim bahwa aset kripto ini bisa memiliki performa yang lebih baik dibanding blockchain BTC. Akan tetapi, ada perbedaan pandangan juga yang mengatakan bahwa hal ini belum terbukti, terutama dari segi keamanan.

Melihat performa valuasi Bitcoin Cash selama ini tak terpaut jauh dengan sang ‘kakak’ Bitcoin (BTC), maka BCH bisa jadi alternatif sarana investasi Anda. Terutama untuk memperluas diversifikasi portofolio investasi Anda. 

Pada 15 April 2021, harga BCH mencapai angka 815,68 dolar AS atau setara Rp 12.076.301. Dalam rentang waktu 24 jam, BCH mengalami kenaikan sekitar 1,41 persen. 

Baca juga: Bitcoin, Bitcoin Cash, dan Bitcoin Gold: Apa Bedanya?

Ripple (XRP)

Ripple atau yang dikenal juga sebagai XRP adalah mata uang digital berbentuk token yang dikeluarkan oleh Ripple Labs. Ripple diciptakan sebagai payment settling atau penyelesaian pembayaran, misalnya pengiriman dan penukaran mata uang.

Ripple awalnya diciptakan untuk industri keuangan, terutama perbankan yang sering kali mengalami masalah penundaan pengiriman dana. Kehadiran Ripple diharapkan mampu meminimalisir biaya dan waktu transaksi. Berbeda dengan kebanyakan aset kripto, Ripple menganut prinsip sentralisasi, bukan desentralisasi. 

Walau begitu, dari segi jumlah, XRP masih setia mengikuti para pendahulunya yang dibuat dalam kuantitas terbatas. Dalam kasus ini, Ripple Labs hanya menciptakan 100 miliar XRP saja, 60 persen di antaranya masih dimiliki oleh Ripple. Kondisi itu membuat banyak orang menganggap XRP sebagai sekuritas, bukan sebagai mata uang digital. 

Pada 15 April 2021, harga XRP mencapai angka 1,72 dolar AS atau setara Rp 25.128. Dalam rentang waktu 24 jam, XRP mengalami kenaikan sekitar 3.20 persen. 

Baca juga: Apa Itu XRP dan Bagaimana Cara Beli Ripple?

Zipmex Token (ZMT)

Selain aset kripto Bitcoin yang mendominasi pasar dengan volume trading-nya, ada satu token lagi yang wajib Anda pertimbangkan: ZMT.

Zipmex Token (ZMT) adalah aset native token yang diluncurkan oleh Zipmex. ZMT merupakan token ERC20 yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum (ETH). Aset kripto ini termasuk dari token utilitas yang diciptakan untuk meningkatkan dan mempromosikan ekosistem Zipmex dengan total persediaan yang hanya terbatas hingga 200 juta.

Mengapa Anda harus berinvestasi ZMT? Valuasi aset kripto ini terbilang sangat tinggi selama 3 bulan terakhir sejak diluncurkan pertama kali pada Desember 2020 silam. Tidak hanya itu, Zipmex juga menghadirkan fitur-fitur menarik bagi pengguna yang memiliki dan mengunci ZMT. 

Ya, di Zipmex, Anda bisa membeli dan mengunci aset ZMT untuk mendapatkan bunga hingga 16 persen per tahunnya. Ada dua jenis fitur yang bisa Anda gunakan untuk investasi ZMT, yaitu ZipUp dan ZipLock. 

ZipUp adalah fitur tabungan fleksibel berbunga. Di ZipUp, Anda bisa mendapatkan bunga hingga 10,5 persen per tahun dari jumlah aset. Bunga tersebut akan dikreditkan setiap hari langsung ke akun Anda. Sifatnya yang fleksibel membuat pengguna ZipUp dapat menarik dan menggunakan dananya untuk trading kapan pun mereka mau dengan nominal berapa pun, tanpa minimum transaksi.

Sementara itu, fitur ZipLock lebih mirip dengan deposito bank. Dalam program ini, aset ZMT Anda akan dikunci selama 90 hari. Penguncian ini membuat Anda tidak bisa menggunakan dana yang tersimpan. Namun, sebagai imbalannya, Anda akan mendapat bunga hingga 16 persen per tahun yang dikreditkan setiap harinya. 

Menariknya, jumlah investasi ZMT dalam ZipLock akan menentukan tier atau level Anda sebagai pengguna Zipmex. Masing-masing tier akan mendapat keuntungan yang berbeda. Semakin banyak token yang Anda kunci, semakin tinggi juga keuntungan Anda.

Selain berguna untuk mengamankan aset, pengguna yang melakukan staking juga akan mendapatkan reward menarik, seperti market call, undangan di acara-acara spesial Zipmex, diskon biaya trading, dan beragam benefit lainnya. 

Berikut tiga tingkatan pemilik ZMT berdasarkan nominal penguncian: 

ZipStarter: Pengguna yang memiliki dan staking sebanyak 1-99 ZMT 

ZipMember: Pengguna yang memiliki dan staking sebanyak 100-19.999 ZMT 

ZipCrew: Pengguna yang memiliki dan staking mulai dari 20 ribu ZMT

Ke depannya, Anda bisa menikmati berbagai fitur tambahan yang saat ini tengah dikembangkan Zipmex. 

Beberapa di antaranya adalah ZipLoan, yaitu fitur peminjaman dana dalam bentuk ZMT. Lalu ada pula ZipStock, fitur Zipmex yang memungkinkan kamu untuk membeli saham menggunakan ZMT. 

Terakhir yang paling dinanti adalah ZMT NFT. Dalam fitur ini, Anda yang mengunci ZMT akan mendapatkan hak kepemilikan atas karya seni yang dapat diperjualbelikan. Nantikan kabar baiknya, ya. 

Bagaimana Cara Berinvestasi Aset Kripto di Atas?

Kelima aset kripto di atas bisa Anda temukan di platform Zipmex. Cara mendapatkannya juga sangat mudah. Anda bisa mendaftarkan diri menggunakan telepon genggam. Cukup unduh aplikasi Zipmex di gawai Anda, registrasi dan selesaikan verifikasi KYC. 

Jangan lupa untuk menyiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan untuk memvalidasi identitas. Apabila seluruh dokumen Anda telah lengkap dan disetujui tim KYC, Anda akan menerima email pemberitahuan. Setelah itu, Anda hanya perlu melakukan deposit dengan menyetor sejumlah uang ke dalam akun Zipmex. 

Dana deposit yang tersedia itu bisa langsung Anda gunakan untuk membeli aset kripto yang tersedia di platform exchange Zipmex. Cukup dengan memilih menu “Trade” lalu klik “Beli”. Setelah itu, pilih aset yang diinginkan bersama dengan pasangan mata uang fiatnya. 

Masukkan nominal uang yang kamu ingin gunakan untuk membeli aset kripto. Setelah itu “Tinjau Pesanan”. Cek kembali ringkasan pemesanan Anda, kemudian klik “Konfirmasi Pesanan”. Pesanan kamu akan ditinjau dan diproses. Kamu akan menerima email konfirmasi apabila transaksi pembelian kamu berhasil dilakukan. 

Selamat investasi!

———————————————

Aset kripto legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset kripto hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter