Alasan Teknologi Blockchain Harus Digunakan dalam Industri Keuangan

Posted on March 04, 2021 in Articles, Opini
Alasan Teknologi Blockchain Harus Digunakan dalam Industri Keuangan
View all Articles

Hadirnya teknologi blockchain dalam industri keuangan nyatanya mampu untuk mengubah dan juga mendorong transformasi digital beragam layanan yang disediakan oleh industri keuangan.

Blockchain telah menunjukkan kemampuannya untuk merevolusi berbagai industri, bahkan ketika masih dalam masa pengembangan. Fitur-fitur yang dimiliki oleh blockchain seperti desentralisasi, transparansi, dan immutability mampu menarik perhatian para pelaku bisnis di seluruh dunia. Di antara banyak jenis industri, penyedia layanan keuangan merupakan industri dengan peluang tertinggi dalam mengimplementasikan teknologi ini.

Blockchain berhasil membangun teknologi yang lebih efisien dan praktis bagi penggunanya.  Mulai dari transaksi pembayaran hingga bagaimana uang dikumpulkan di pasar swasta. Akankah industri keuangan akan menerapkan teknologi ini secara keseluruhan?

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Blockchain

Keuntungan Menggunakan Blockchain Untuk Industri Keuangan

Blockchain adalah rantai blok yang berurutan atau grup transaksi yang dirangkai bersama dan didistribusikan di antara pengguna. 

Blockchain dapat memberikan kemudahan dalam setiap layanan yang dimiliki oleh industri keuangan. Berikut ini merupakan gambaran apabila blockchain diterapkan pada berbagai layanan yang sudah tersedia pada industri keuangan.

Transaksi Lebih Cepat dan Mudah

Teknologi blockchain menawarkan cara yang lebih aman dan murah untuk melakukan transaksi pembelian dan pembayaran. Karena berada dalam satu jaringan yang sama, blockchain tidak memerlukan verifikasi dari pihak ketiga. 

Oleh karena itu, blockchain dapat mempersingkat waktu proses transaksi dibandingkan transaksi konvensional. Hadirnya ledger yang terdesentralisasi untuk pembayaran membuat blockchain dapat memfasilitasi pembayaran yang lebih cepat dengan biaya lebih rendah.

Pasar Modal yang Lebih Efisien

Dalam investasi konvensional, Anda perlu mencari tahu pemilik aset sebelum membeli atau menjual saham dan obligasi. Untuk itu, Anda membutuhkan bantuan bursa untuk melakukan pencarian identitas dengan berbagai cara konvensional melalui rantai pialang, penyimpanan keamanan pusat, lembaga kliring, dan bank kustodian yang kompleks. 

Praktiknya akan berbeda apabila blockchain pada layanan keuangan, terutama pasar modal. Blockchain dapat memberikan kemudahan dengan menyajikan basis data yang bersifat terdesentralisasi dan transparan. Dengan adanya tokenisasi sekuritas pada blockchain publik, teknologi blockchain dapat menciptakan pasar modal yang lebih efisien. 

Pinjaman dan Kredit

Bank dan layanan pemberi pinjaman konvensional biasanya menjamin pinjaman hanya berdasarkan sistem pelaporan kredit. Teknologi blockchain membuka kemungkinan pinjaman peer-to-peer (P2P). Sehingga proses peminjaman lebih terprogram kompleks yang memiliki proses pinjaman yang lebih cepat dan lebih aman secara umum.

Dengan menghilangkan pihak ketiga dalam industri pinjaman dan kredit, blockchain dapat membuat bank lebih aman untuk memberikan pinjaman uang. Tentu saja dengan memberikan suku bunga yang lebih rendah.

penipuan Blockchain dalam Industri Keuangan
Pexels/Sora Shimazaki

Mencegah Penipuan

Blockchain dapat menyimpan seluruh informasi dalam ledger. Setiap informasi transaksi dicatat dalam setiap blok, bersama dengan hash yang mengacu pada blok sebelumnya. Setiap orang yang memiliki akses dalam jaringan blockchain juga dapat menerima salinan transaksi. 

Berkat adanya fitur ini, blockchain lebih tahan terhadap serangan pembobolan, peretasan, dan jenis penipuan keuangan lainnya.

Verifikasi yang Lebih Cepat

Bank konvensional dapat menghabiskan waktu hingga 3 bulan untuk menuntaskan proses verifikasi. Mulai dari melakukan verifikasi kartu identitas, alamat, dan data biometrik. Proses verifikasi yang berjalan lambat ini tentunya dapat menyebabkan beberapa pelanggan tidak nyaman dalam bertransaksi. 

Berdasarkan survei yang dilakukan Thomson Reuters, 12 persen pelanggan dan bisnis mengatakan bahwa mereka memilih untuk mengganti bank karena proses verifikasi yang lamban. 

Blockchain dapat mempersingkat proses verifikasi melalui fitur KYC. Solusi yang dilakukan oleh adalah dengan menyimpan informasi KYC dalam blockchain. Teknologi yang bersifat terdesentralisasi akan memudahkan semua institusi yang membutuhkan KYC untuk mengakses informasi tersebut.

Transparansi

Blockchain mampu menyajikan transparansi di antara lembaga keuangan dan pelanggan. Dengan demikian, transparansi ini juga dapat memudahkan pelaporan regulasi dan pemantauan oleh bank sentral, apabila bank sentral sebagai regulator juga memiliki akses menuju blockchain.

Mencegah Kesalahan Transaksi

Salah satu fitur utama yang dimiliki blockchain adalah bahwa setiap data yang dicatat pada suatu blok tidak dapat diubah. Setiap data yang direkam pada blockchain dapat dilacak secara real-time dan meninggalkan jejak audit yang sangat mendetail. Dengan begitu, penggunaan blockchain dapat mencegah kesalahan atau error dalam transaksi.

Peningkatan Kinerja Kontrak dengan Smart Contract

Smart contract adalah fitur dalam blockchain yang dijalankan secara otomatis apabila kondisi atau persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya sudah terpenuhi. Smart contract harus memiliki landasan hukum yang kuat dan dapat mematuhi segala kepatuhan terhadap peraturan pada seluruh yurisdiksi.
Dengan menggunakan smart contract, perusahaan penyedia layanan keuangan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi beragam program atau campaign yang ingin dijalankan. Langkah ini tentu jauh lebih memudahkan perusahaan ketimbang menggunakan kontrak konvensional yang mesti dilakukan secara konvensional.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter