Apa Itu Volatilitas? – Jenis dan Faktor Volatilitas Bitcoin

Posted on May 14, 2021 in Articles, Investasi, Kriptopedia
Apa Itu Volatilitas? – Jenis dan Faktor Volatilitas Bitcoin
View all Articles

Volatilitas adalah suatu ukuran statistik, terkait dengan instrumen pasar keuangan yang merupakan konsisten disengaja dalam fluktuasi suatu harga aset dan dicatat sebagai kisaran perubahan harga pada selisih antara harga maksimum dan minimum dalam satu periode tertentu pada sesi perdagangan,harian perdagangan, bulan, dan lain-lain. 

Volatilitas disebut juga sebagai “market mood” untuk melihat apakah suatu harga aset mengalami lonjakan tajam atau melemah (kisaran fluktuasi) yang artinya sedang mengalami volatilitas yang tinggi. Volatilitas berbeda dengan risiko, dalam hal ini volatilitas dapat digunakan untuk mengukur suatu peluang risiko, namun ukuran ini tidak dapat dijadikan patokan sebagai sumber risiko pada transaksi. 

Dalam suatu pasar sekuritas, volatilitas seringkali dikaitkan dengan perubahan di kedua arah. Contohnya, ketika aset kripto naik dan turun lebih dari satu persen selama periode tertentu, itu disebut pasar yang “tidak stabil”. Ketidakstabilan inilah yang menjadi faktor utama saat kontrak opsi harga. 

Volatilitas sering mengacu pada jumlah ketidakpastian yang terkait dengan ukuran perubahan nilai sekuritas. Volatilitas yang tinggi berarti nilai sekuritas memiliki potensi tersebar di rentang nilai yang lebih besar. Berarti, harga sekuritas dapat berubah secara dramatis dalam suatu periode di waktu yang singkat di kedua arah. 

Selain itu, volatilitas yang lebih rendah berarti nilai suatu sekuritas tidak berfluktuasi secara dramatis dan cenderung lebih stabil. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengukur variasi aset adalah dengan mengukur pengembalian harian (persen pergerakan setiap hari) dari aset tersebut. 

Jenis Volatilitas 

1. Historical Volatility

Historical Volatility atau volatilitas historis serupa dengan deviasi standar dari nilai aset dalam jangka waktu tertentu yang dihitung dari harga historis. 

2. Expected Volatility

Expected volatility dihitung dari suatu harga saat ini dengan asumsi bahwa nantinya harga pasar pada suatu aset dapat mencerminkan risiko yang diharapkan.  

Oleh banyak ahli, volatilitas dianggap sebagai salah satu indikator informasi paling penting untuk suatu keputusan tentang membuka atau menutup posisi suatu aset. 

Nilai Bitcoin secara historis cukup fluktuatif, misalnya dalam rentang waktu dari Oktober 2017 hingga Januari 2018, volatilitas harga Bitcoin mencapai hampir delapan persen. Ini lebih dari dua kali lipat volatilitas Bitcoin dalam periode 30 hari yang berakhir pada 15 Januari 2020. 

Lalu mengapa harga Bitcoin dengan begitu mudahnya berubah dari waktu ke waktu? Berikut adalah ulasan dari faktor di balik volatilitas Bitcoin.

Faktor di Balik Volatilitas Bitcoin

1. Berita Buruk Mempengaruhi Tingkat Adopsi

Suatu peristiwa atau berita yang menimpa aset kripto, termasuk peristiwa geopolitik atau pernyataan pemerintah bahwa kemungkinan aset kripto, seperti Bitcoin akan diatur atau isu ditarik bisa mempengaruhi volatilitas Bitcoin.

Misalkan saja, berita kebangkrutan Mt.Gox pada awal 2014, atau penggunaan Bitcoin profil tinggi dalam transaksi narkoba melalui Silk Road yang berakhir dengan penutupan pasar FBI pada Oktober 2013. 

Semua insiden tersebut akhirnya mengakibatkan kepanikan publik dan terpengaruhnya nilai Bitcoin, hingga mendorong nilai Bitcoin. Hal ini dapat mempengaruhi dan menjadi salah satu faktor di balik volatilitas Bitcoin.

2. Permasalahan dalam Mengevaluasi Nilai Aset Kripto

Aset kripto, kurang memiliki nilai intrinsik yang dapat menghasilkan pendapatan seperti produk atau layanan biasa. Bukan hanya itu saja, kripto merupakan aset yang relatif baru, para investor memiliki tantangan dalam mengevaluasi nilai aset kripto melalui metode penilaian tradisional. Digunakan sebagai store of value (yang disimpan dan ditukar dengan barang dan jasa di masa depan), nilainya langsung sesuai dengan persepsi. Hal ini nantinya dapat membuat aset kripto rentan terhadap sentimen pasar dan penggambaran oleh media. 

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Koreksi di Pasar Aset Kripto?

3. Ketidakpastian Nilai Bitcoin di Masa Depan

Volatilitas Bitcoin juga sebagian besar didorong oleh persepsi yang berbeda-beda tentang nilai intrinsik mata uang kripto sebagai penyimpan nilai dan metode transfer nilai. Penyimpan nilai adalah fungsi di mana aset dapat berguna di masa depan dengan beberapa prediktabilitas. 

Sebuah penyimpan nilai dapat disimpan dan ditukar dengan barang atau jasa di masa depan. Metode transfer nilai adalah setiap objek atau konsep yang digunakan untuk mengirimkan properti dalam bentuk aset dari satu pihak ke pihak lain. Volatilitas pada Bitcoin saat ini, menjadikan nilai aset kripto ini menjadi tidak jelas, tetapi juga tetap menjanjikan. 

4. Risiko bagi Holder yang Memegang Aset Besar

Volatilitas pada aset kripto Bitcoin juga sebagian besar didorong oleh para holder yang memegang aset dalam jumlah besar dari aset kripto yang beredar. Para investor ini nanya berpotensi dapat menciptakan perubahan besar di dalam pasar pada pembelian aset baru atau likuiditas kepemilikan saat ini. 

Untuk investor bitcoin dengan kepemilikan saat ini di atas sekitar $ 10 juta, tidak jelas bagaimana mereka akan melikuidasi posisi sebesar itu menjadi posisi fiat tanpa menggerakkan pasar secara drastis. Bitcoin belum mencapai tingkat adopsi pasar massal yang diperlukan untuk memberikan nilai opsi kepada holder yang memegang aset dalam jumlah besar. 

———————————————

Download aplikasi Zipmex di smartphone Anda. Anda dapat membeli aset kripto dengan harga paling kompetitif di pasaran. Aset kripto yang Anda beli nantinya akan tersimpan aman, karena Zipmex telah terlegalisir di Bappebti dan Kominfo. Selain itu seluruh aset Anda, nantinya akan mendapatkan asuransi perlindungan dari BitGo sebesar 100 juta dolar AS.