Ethereum vs Bitcoin, Apa Bedanya?

Posted on May 15, 2021 in Articles, Berita Kripto, Investasi, Kriptopedia
Ethereum vs Bitcoin, Apa Bedanya?
View all Articles

Ketika Anda memasuki dunia kripto, mungkin Anda pernah penasaran dengan apa perbedaan antara Ethereum vs Bitcoin. Bitcoin dan Ethereum diketahui menjadi salah satu aset kripto yang paling populer, jika dibandingkan dengan aset kripto lainnya. 

Saat ini, pemegang kapitalisasi terbesar masih diraih oleh Bitcoin. Dilansir dari CNBC Indonesia, Bitcoin memiliki nilai kapitalisasi sekitar 1,1335 triliun dolar dari total 2,1 triliun dolar AS atau berkisar lebih dari 50 persen. Lalu, Ethereum memegang 11,8 persen atau 248,5 miliar dolar AS. 

Perlu Anda ketahui bahwa aset kripto Bitcoin lebih senior dibandingkan dengan Ethereum. Berdasarkan data, perdagangan pertama Bitcoin dimulai pada tahun 2009, sementara itu Ethereum menyusul di enam tahun kemudian. 

Dalam beberapa aspek, kedua aset kripto tersebut memiliki perbedaan. Pada artikel kali ini, Zipmex akan membahas mengenai Ethereum vs Bitcoin lebih dalam, simak artikel berikut ya!

Apa Itu Ethereum ?

Ethereum adalah jaringan peer to peer publik atau blockchain dengan aset kripto digitalnya yang disebut Ether. Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin di tahun 2014. Ethereum memiliki tujuan untuk menjadi platform di mana smart contracts diciptakan dan dijalankan.

Jika Bitcoin ditujukan untuk dapat menyimpan daftar saldo dan transaksi di blockchain. Ethereum dibuat untuk menyimpan berbagai jenis data yang nantinya bisa diakses serta digunakan oleh program-program mobile computer di blockchain Ethereum.  

Pengembang di seluruh dunia dapat membuat dan menjalankan platform yang terdesentralisasi pada blockchain Ethereum. Dengan tujuan dan kegunaan Ethereum untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpan informasi pribadi, tata kelola dan lainnya, dengan menggunakan sifat transparansi yang dimiliki oleh blockchain. 

Baca juga: Di Mana Pendiri Ethereum Berada?

Apa Itu Bitcoin? 

Bitcoin adalah aset kripto atau aset digital berbasis blockchain pertama di dunia. Bitcoin diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto di tahun 2009. 

Pada beberapa negara, Bitcoin digunakan sebagai suatu alat transaksi pengganti mata uang fiat, tanpa menggunakan perantara seperti, jasa bank. 

Sama seperti Ethereum, semua transaksi yang dilakukan Bitcoin, akan tercatat dalam jaringan blockchain yang bersifat publik dan transparansi. 

Sebagai salah satu aset kripto dengan margin yang signifikan. Keunggulan bitcoin ialah memiliki likuiditas yang lebih besar dibandingkan dengan aset kripto lainnya yang berada di pasaran. Dengan likuiditas yang tinggi, memungkinkan pengguna untuk bisa mempertahankan nilai substansialnya saat mengkonversikan Bitcoin ke dalam mata uang fiat. Sebagai salah satu aset kripto dengan kapitalisasi terbesar, ratusan toko online di beberapa negara telah menerima Bitcoin menjadi salah satu metode pembayaran. 

Dengan bertransaksi menggunakan Bitcoin, biaya transaksi yang dimilikinya lebih rendah dibandingkan dengan paypal. Sementara itu pembayaran digital lainnya bisa mengeluarkan biaya transaksi dua hingga tiga persen, dengan Bitcoin biaya yang dikeluarkan tidak lebih dari satu persen. Keunggulan lainnya dengan menggunakan Bitcoin, nantinya transaksi internasional menjadi lebih mudah. 

Baca juga: Berapa Banyak Bitcoin yang Hilang dan Tidak Bisa Diakses?

Ethereum vs Bitcoin, Apa Perbedaannya?

Bitcoin adalah aset kripto yang memiliki tujuan untuk menyimpan nilai, dan cara untuk bisa mengirim uang kepada seseorang. Sementara itu, Ethereum merupakan cara yang digunakan untuk mengirimkan uang kepada seseorang hanya ketika hal-hal tertentu saja. 

Ethereum juga memiliki perbedaan fungsi, di mana sebagai platform pembangunan smart contract, yang memungkinkan mengirim token yang mewakili nilai. Nilai-nilai ini dapat berupa hal-hal selain mata uang digital, yang membuatnya berbeda dari Bitcoin. 

Walaupun jaringan Bitcoin dan Ethereum didukung oleh prinsip buku besar terdistribusi dan kriptografi, namun keduanya tetap memiliki perbedaan secara teknis. Jika jaringan Ethereum mungkin bisa berisi kode yang dapat dieksekusi, sedangkan data yang terdapat di jaringan Bitcoin, umumnya hanya untuk menyimpan catatan. 

Dalam segi kecepatan transaksi, Ethereum lebih cepat dibandingkan dengan Bitcoin. Lalu, pasokan koin pada Bitcoin terbatas hanya 21 ribu koin saja, yang akhirnya menciptakan penawaran dan permintaan yang sehat untuk penyimpanan nilai. Sementara itu, Ethereum, tidak terbatas, pasokan Ethereum terus diproduksi.  

Secara sejarah, Ethereum berada di belakang Bitcoin sebagai peringkat teratas pada kapitalisasi pasar. Meski begitu, ekosistem pada jaringan Ethereum jauh lebih kecil dibandingkan Bitcoin. Pada Januari 2020, kapitalisasi pasar Ethereum hanya di bawah 16 miliar dolar AS, sementara Bitcoin 10 kali lipat dari 147 miliar dolar AS. 

———————————————

Zipmex adalah platform exchange legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti).

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex: InstagramFacebook, dan Twitter.