Perbedaan Aset Likuid dan Tak Likuid dalam Investasi Kripto

Posted on April 09, 2021 in Articles, Investasi
Perbedaan Aset Likuid dan Tak Likuid dalam Investasi Kripto
View all Articles

Likuiditas adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini disebabkan karena likuiditas dapat berdampak besar dalam segi nilai tukar dan keuntungan di masa mendatang. Investor yang baik biasanya akan memilih aset likuid dalam investasinya. 

Alasannya sederhana. Likuiditas adalah kemampuan sebuah aset untuk diperjualbelikan atau diubah menjadi uang tunai. Sehingga, semakin tinggi tingkat likuiditasnya, maka aset itu makin baik untuk dijadikan sebagai alat investasi. 

Menariknya, likuiditas bukan hanya dipertimbangkan untuk instrumen investasi konvensional saja, tetapi juga aset kripto. Lantas, seperti apa likuiditas dalam industri kripto? Apabila ada aset kripto yang dianggap likuid, apa itu berarti ada aset yang tak likuid? 

Simak ulasan lengkap yang telah Zipmex rangkum berikut ini. 

Apa Itu Aset Likuid dan Aset Tidak Likuid?

Aset likuid dan likuiditas mungkin terdengar sama, namun sejatinya kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, likuiditas mengacu pada karakteristik sebuah aset. Semakin singkat rentang waktu sebuah aset ditukar menjadi uang tunai, semakin tinggi pula likuiditasnya. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian aset likuid dan aset tidak likuid.

Aset likuid adalah aset yang pencairannya menjadi uang tunai mudah dilakukan dan harganya disesuaikan dengan harga pasar. Aset likuid biasanya mudah mengalir, dari satu pemilik ke pemilik lain, atau dari satu tempat ke tempat lain. Contoh aset likuid adalah emas atau logam mulia, uang tunai, reksadana, aset pasar uang, dan lain-lain.

Aset tidak likuid (aset non likuid) adalah aset yang sulit diubah menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengurangi nilainya secara langsung. Aset tak likuid terdiri dari berbagai produk investasi alternatif yang memiliki nilai cenderung stabil. Misalnya seperti properti, private equity dan modal ventura, pembiayaan infrastruktur, bahkan karya seni dan mobil yang dapat dikoleksi.

Aset non likuid cenderung memiliki pasar yang sulit dan kaku. Sehingga, sulit bagi investor untuk mengubah asetnya menjadi uang tunai dalam waktu dekat. Contoh aset tidak likuid adalah jika Anda memiliki rumah, Anda tidak bisa begitu saja menjualnya dalam hitungan menit. 

Pasalnya, proses penjualan tersebut juga memakan waktu yang panjang dan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Bahkan, untuk mempertemukan penjual dan pembeli yang cocok pun membutuhkan waktu. 

Kelas Aset Berdasarkan Likuiditas

1. Tunai

Uang tunai adalah aset dengan tingkat likuiditas paling tinggi. Uang tunai tidak memerlukan proses konversi untuk mendapatkan atau mempertahankan nilainya. Uang tunai adalah aset keuangan yang harus selalu Anda miliki, walau hanya dalam jumlah yang kecil. 

Ada dua cara menggunakan uang tunai dalam bertransaksi. Anda bisa melakukan transaksi dengan memanfaatkan uang kertas atau logam, atau memanfaatkan layanan dompet digital. Anda juga bisa menggunakan kartu kredit atau debit sesuai dengan kebutuhan. 

2. Sekuritas

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang mewakili posisi investor dalam sebuah perusahaan. Beberapa instrumen investasi yang termasuk dalam kategori sekuritas antara lain saham, obligasi, dan surat berharga. Biasanya sekuritas dijadikan sebagai investasi jangka pendek, dengan kurun waktu kurang dari setahun.

Ketiga aset ini dapat diperjualbelikan dengan mudah. Nilainya mudah berubah sesuai dengan kondisi permintaan dan penawaran pasar. Penjualannya dapat dilakukan di berbagai saluran, sesuai dengan jenis asetnya. Misalnya saham, Anda bisa mencairkan saham dengan menjualnya di Bursa Efek atau platform investasi terkait. 

3. Aset Tetap

Pada aset tetap biasanya digunakan untuk investasi jangka panjang dengan kurun waktu lebih dari 1 tahun. Aset tetap adalah aset yang memiliki tingkat likuiditas rendah, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menukarkannya menjadi uang tunai. Beberapa contoh aset tetap adalah kendaraan, tanah, rumah, dan real estate

Kripto sebagai aset likuid
Unsplash/Nick Chong

Likuiditas di Pasar Kripto

Pengertian likuiditas dalam dunia aset kripto sebenarnya tak jauh beda dengan investasi konvensional. 

Dalam aset kripto, likuiditas adalah tingkat kemudahan cryptocurrency ketika ingin dicairkan atau ditarik dalam bentuk mata uang fiat atau aset lainnya yang dapat diperdagangkan. Sayangnya, tidak semua aset kripto memiliki tingkat likuiditas yang sama.

Untuk aset kripto populer yang berada di 10 besar urutan Coinmarketcap seperti Bitcoin, Ethereum, atau Ripple, tingkat likuiditasnya tidak perlu diragukan. Tingginya angka permintaan pasar membuat 10 besar aset kripto ini memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Anda bisa dengan mudah melakukan jual beli dengan mudah di bursa aset kripto di seluruh dunia.

Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas Aset Kripto

Tidak semua aset memiliki tingkat likuiditas yang sama, terdapat empat faktor yang dapat mempengaruhi likuiditas aset kripto. 

1. Trading Volume

Nilai trading volume aset kripto merupakan salah satu indikator yang tepat dalam menentukan tingkat likuid kripto. Hal ini disebabkan karena trading volume dapat merinci jumlah aset kripto tertentu yang telah dibeli dan dijual dalam periode tertentu. Trading volume suatu aset dapat  menandakan tinggi dan rendahnya minat pasar terhadap aset kripto tertentu.

2. Popularitas

Keberhasilan aset kripto berbanding lurus dengan tingkat penerimaannya dalam masyarakat. Itu berarti, popularitas dapat menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan likuid kripto. Semakin populer suatu aset, maka tingkat permintaanya pun akan makin tinggi. Seiring dengan hal itu, tingginya permintaan aset kripto akan membuat harganya turut naik.

Harga yang meningkat membuat kapitalisasi pasar (market cap) semakin besar. Hal inilah yang menyebabkan banyak altcoin yang berlomba lomba untuk meningkatkan nilai aset dan likuiditas mereka. Agar posisi aset kripto tersebut juga dapat meningkat dalam daftar market cap.

3. Regulasi 

Setiap negara tentunya mempunyai regulasi yang berbeda dalam adopsi aset kripto. Regulasi yang diterapkan suatu negara dapat mempengaruhi tingkat likuiditas aset kripto tertentu. Cryptocurrency akan lebih mudah berkembang di kawasan-kawasan yang telah membuka diri pada aset digital, misalnya Australia, Thailand, atau Belanda. 

Negara dengan regulasi yang luwes terhadap aset kripto akan membuat para pegiat untuk lebih memilih berkunjung ke negara-negara tersebut. Sebab, di negara tersebut, pegiat aset kripto dapat membeli, bertransaksi, menyimpan, atau menjual cryptocurrency sesuai kebutuhan mereka. 

Likuiditas aset kripto akan lebih tinggi di negara tersebut, ketimbang di negara dengan regulasi yang melarang atau memiliki peraturan ketat akan aset digital.

4. Platform Trading atau Investasi

Likuiditas kripto juga dapat dipengaruhi oleh keberadaan platform trading atau investasi yang menaunginya. Semakin banyak platform populer dan teregulasi, maka kebutuhan investasi aset kripto juga dapat dipenuhi. Kemudahan investasi atau trading aset kripto tersebut akan menarik lebih banyak trader atau investor. 

Artinya, aset kripto yang tersedia dalam platform tersebut akan memiliki trading pool yang likuid. Tingginya trading volume dalam platform jual beli aset kripto juga dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Platform exchange yang sudah memiliki nama besar dan terkenal dapat menjadi sumber likuiditas tinggi karena memiliki trading volume yang besar.

Salah satu contoh platform exchange yang teregulasi di Indonesia adalah Zipmex. Di Zipmex, Anda bisa menjual atau membeli aset kripto yang likuid. Di luar dari 10 besar aset kripto dalam daftar Coinmarketcom, Zipmex juga memiliki native token likuid bernama Zipmex Token atau ZMT.

Diluncurkan pada 17 Desember 2020 dengan harga 0,15 dolar Amerika atau setara dengan Rp 2.191. Namun, seiring dengan tingginya permintaan pasar, ZMT menjadi salah satu aset kripto dengan likuiditas tinggi di Zipmex. Ketika artikel ini diturunkan (9/10/2021), harga ZMT sudah mencapai angka Rp 39.601. 

Likuiditas Bursa vs Likuiditas Aset Kripto aset likuid
Unsplash/Austin Distel

Likuiditas Bursa vs Likuiditas Aset Kripto

Ada dua jenis likuiditas yang akan Anda temui dalam bursa aset kripto, yaitu likuiditas bursa dan likuiditas aset kripto. Likuiditas bursa dan aset kripto berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung pada faktor yang diukur. 

Dalam likuiditas bursa, tingkat likuiditas diukur berdasarkan jumlah aset kripto tertentu yang dapat dijual pada bursa tersebut tanpa mengalami slippage yang besar. Sedangkan dalam likuiditas aset kripto, Anda akan melihat order book dari semua bursa tempat aset tersebut dapat diperdagangkan. 

Seberapa Penting Likuiditas pada Aset Kripto?

Likuiditas dalam aset kripto merupakan hal yang penting. Trader dan investor merasa lebih tertarik untuk membeli aset kripto dalam platform jual beli dengan tingkat likuiditas yang lebih tinggi. Hal itu dilakukan agar mereka dapat masuk dan keluar dari bursa aset kripto tanpa menghadapi kesulitan. 

Lebih dari itu, likuiditas juga membantu investor maupun trader meminimalisasi kerugian akibat volatilitas harga. Aset kripto dikenal memiliki volatilitas yang tinggi dan cenderung signifikan. Dengan memilih aset kripto yang likuid, trader jadi lebih tanggap terhadap perubahan harga dan menentukan strategi yang tepat. 

———————————————

Aset kripto legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset kripto hanya di akun media sosial Zipmex:

Instagram Facebook Twitter