Proof of Stake vs Proof of Work, Apa Bedanya?

Posted on May 15, 2021 in Articles, Investasi, Kriptopedia
Proof of Stake vs Proof of Work, Apa Bedanya?
View all Articles

Untuk Anda yang baru mulai terjun di dunia kripto dan ingin memulai aktivitas penambangan pada aset kripto untuk mengisi wallet kripto Anda, tentu akan mempelajari berbagai sistem yang berkaitan dengan aset kripto. Secara garis besar, inti dari setiap aset kripto terletak dari jaringan komputer yang nantinya akan membantu mengamankan perangkat lunak dari para penyerang, dan tentunya juga mengatur penerbitan unit baru dari pasokan suatu aset kripto. Sistem ini disebut dengan mekanisme konsensus. Saat ini, sudah terdapat dua mekanisme konsensus yang paling banyak digunakan adalah proof of work (PoW) dan Proof of Stake (PoS). 

Kedua sistem mekanisme konsensus ini bertugas untuk mengatur proses di mana transaksi antara pengguna diverifikasi dan nantinya akan ditambahkan ke buku besar blockchain. Belum lama ini, para penambang mulai menyarankan untuk beralih dari Proof of Work (PoW), menjadi Proof of Stake (PoS).

Memahami perbedaan kedua sistem ini menjadi perlu, karena nantinya dapat membantu Anda mengevaluasi, apakah Proof of Stake (PoS) mungkin memiliki manfaat tambahan yang tentunya menjadi keunggulan dibandingkan dengan  Proof of Work (PoW). Dalam artikel kali ini, Zipmex akan mengulas perbedaan antara kedua sistem konsensus ini. Berikut, simak artikelnya. 

Apa Itu Proof of Stake (PoS)?

Proof of Stake (PoS) adalah sebuah konsep pada aset kripto yang menjelaskan bahwa Anda sebagai pengguna dapat menambang atau memvalidasi transaksi aset kripto Anda, sesuai dengan jumlah koin yang Anda pegang. Sebagai penggambaran, semakin banyak aset kripto (Bitcoin atau Altcoin) yang dimiliki oleh penambang, maka nantinya mereka memiliki daya tawar yang tinggi dalam menambang suatu aset kripto. 

Proof of Stake (PoS) dinilai oleh banyak pihak sebagai alternatif dari sistem Proof of Work. Proof of Stake dapat memberi celah yang sempit bagi penambang aset kripto untuk dapat menyerang atau bahkan memanipulasi suatu jaringan pada aset kripto. 

Apa Itu Proof of Work (PoW)?

Proof of Work (PoW) adalah sebuah sistem yang memiliki tujuan utama untuk mencegah adanya serangan cyber, seperti mengirim email berbahaya, mengirimkan email spam atau seperti serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dapat menghabiskan tenaga pada sumber daya sistem komputer dengan mengirimkan beberapa permintaan palsu. 

Proof of Work (PoW) mendeskripsikan sistem yang memerlukan upaya yang tidak sedikit tetapi layak untuk mencegah penggunaan suatu daya komputasi yang sembrono atau berbahaya. 

Baca juga: Apa Itu Proof of Work (PoW)?

Perbedaan Proof of Stake dan Proof of Work

Pada dasarnya, Proof of Work (PoW) digunakan untuk menentukan bagaimana blockchain mencapai konsensus. Dengan kata lain, bagaimana jaringan dapat memastikan bahwa transaksi tersebut valid dan bahwa seseorang tidak mencoba melakukan hal buruk, seperti membelanjakan dana yang sama dua kali untuk mendapatkan keuntungan yang sama. 

Kriptografi menggunakan persamaan matematika yang sangat sulit sehingga hanya komputer canggih yang dapat menyelesaikannya. Tidak ada persamaan yang sama, artinya setelah diselesaikan, jaringan mengetahui bahwa transaksi tersebut asli.

Banyak blockchain lain yang menyalin kode Bitcoin asli dan karenanya, juga menggunakan model Proof of Work (PoW). Meskipun Proof of Work (PoW) adalah penemuan yang luar biasa, namun tetap saja masih ada kekurangan di dalamnya. Tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga sangat terbatas dalam jumlah transaksi yang dapat diproses pada saat bersamaan. 

Akibatnya, mekanisme konsensus lainnya telah dibuat dengan salah satu model yang paling populer, yakni Proof of Stake (PoS). Proof of Stake (PoS) pertama kali dibuat pada tahun 2012 oleh dua pengembang bernama Scott Nadal dan Sunny King. 

Proyek blockchain pertama yang menggunakan model Proof of Stake adalah Peercoin. Manfaat awal yang dihasilkan sejak menggunakan sistem yang baru adalah sistem penambangan yang lebih setara, transaksi yang lebih terukur, dan lebih sedikit ketergantungan pada listrik.

Hasilnya, mata uang kripto terpopuler kedua di dunia, yakni Ethereum, sedang dalam proses untuk mencoba beralih dari Proof of Work ke Proof of Stake. Proof of Stake (PoS) hadir sebagai alternatif, PoS juga termasuk ke dalam algoritma dan memiliki tujuan yang sama dengan PoW, tetapi memiliki proses yang lebih efisien. 

Proof of Stake adalah Alternatif Proof of Work

Sistem Proof of Stake (PoS) dibuat untuk memberikan koreksi pada kelemahan yang berada di sistem Proof of Work (PoW).  Dalam sistem PoW, setiap transaksi yang Anda lakukan harus memiliki kapasitas maksimal satu Megabyte (MB). Transaksi tersebut kemudian diduplikasi di seluruh komputer atau nodes dimiliki oleh penambang aset kripto yang terdaftar di dalam jaringan blockchain di seluruh dunia. Untuk dapat memverifikasi setiap transaksi, penambang harus bisa memecahkan puzzle yang dikenal dengan Proof of Work (PoW)

Dengan begitu, memverifikasi transaksi menggunakan sistem PoW terbilang sulit karena nantinya akan melibatkan banyak komputer. Dengan banyaknya komputer yang digunakan, maka konsumsi listrik juga akan meningkat. 

Oleh karena itu PoS hadir sebagai solusi atas kekurangan dari PoW. PoS, mengizinkan penambang untuk menambang aset kripto dan memvalidasi transaksi sesuai dengan kepemilikan pada aset kripto. Sehingga, kebutuhan listrik bisa dikurangi dan biaya yang nantinya dibutuhkan akan lebih sedikit dan efisien. 

———————————————

Zipmex adalah platform exchange legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti).

Yuk, ikuti perkembangan dunia aset digital hanya di akun media sosial Zipmex: InstagramFacebook, dan Twitter.