Bancor

Bancor (BNT) adalah token yang digunakan untuk memenuhi trading dan untuk menyediakan likuiditas pada decentralized exchange (DEX).

Apa Itu Bancor? 

  • Bagi Anda yang berminat untuk beli Bancor (BNT) dengan konversi harga BNT to IDR atau BNT to USD hari ini. Ada baiknya, ketahui terlebih dahulu informasi atau berita terkini mengenai Bancor di bawah ini.
  • Bancor adalah gabungan dari serangkaian smart contract yang mengelola konversi token on-chain. Protokol Bancor membuat proses konversi token menjadi lebih mudah dan cepat tanpa harus melalui exchange.
  • Token yang digunakan dalam jaringan membantu untuk melakukan konversi dengan lancar karena tidak ada exchange atau platform pihak ketiga yang diperlukan dalam self-governing pool untuk token yang didukung oleh jaringan Bancor.
  • BNT adalah native token yang dibangun melalui teknologi blockchain. BNT adalah default untuk semua smart token yang dibuat melalui jaringan. Tujuannya adalah sebagai bentuk solusi jangka panjang untuk masalah likuiditas, sehingga token ini berbeda dari market maker lainnya.
  • Ekosistem Bancor memiliki dua model token pada blockchainnya, yaitu liquid token dan relay token.

Key Metrics

TickerBNT
Nama TokenBancor
Tipe Token atau ProtokolERC-20
Jumlah Pasokan Token230 Juta
Pasokan yang Beredar Saat IniLihat di Coinmarketcap
Kapitalisasi PasarLihat di Coinmarketcap
Tanggal Pembuatan Token2016
Apakah Token Ini Dapat Ditambang?Tidak, Anda tidak bisa mining BNT

Siapa Penemu Bancor? 

Bancor didirikan oleh empat pengusaha berpengalaman, yaitu Eyal Heartzog, Guy Benartzi, Galia Benartzi, dan Yudi Levi.

Eyal Hertzog adalah arsitek produk protokol BNT yang telah menjadi pengusaha teknologi selama lebih dari 20 tahun. Sebelumnya Hertzog mendirikan MetaCafe, sebuah situs berbagi video teratas di Israel dengan lebih dari 50 juta pengguna. Sementara Yudi Levi yang merupakan CTO Bancor, sebelumnya ikut mendirikan AppCoin.

Selain itu, Guy Benartzi merupakan chief executive di Bancor. Galia Benartzi, yang sebelumnya merupakan CEO dan pendiri Particle Code, saat ini menempati posisi sebagai protocol business developer di Bancor.

Apa Tujuan Bancor (BNT)?

Tujuan diciptakan Bancor adalah untuk menciptakan likuiditas bagi altcoin. Selain itu, aset digital ini juga dibuat untuk memberi imbalan kepada liquidity provider dengan menggunakan smart contract Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi tiap transaksi yang terjadi pada liquidity pool token tanpa perlu mencocokkan pembeli dan penjual.

Insight

  • Protokol Bancor menggunakan smart contract Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi tiap transaksi yang terjadi pada liquidity pool token tanpa perlu mencocokkan pembeli dan penjual.
  • Token BNT memiliki persediaan terbatas, yaitu sebanyak 69 juta token. Saat halaman ini ditulis, sebanyak 65 juta BNT sudah beredar di pasar perdagangan aset kripto.
  • Tidak seperti banyak koin DEX lainnya, BNT memungkinkan terjadinya transaksi antar koin pada blockchain yang berbeda, seperti di Ethereum dan EOS. Ke depannya Bancor berencana untuk menambahkan lebih banyak chain pada ekosistem Bancor.
  • Seiring dengan bertambahnya likuiditas ke pool Bancor, permintaan BNT diperkirakan akan terus meningkat. Pasalnya, setiap pool di Bancor harus dapat menampung sejumlah BNT.
  • Bancor berupaya menstabilkan harga untuk koin yang terkunci di platform dengan menggunakan Oracles – seperti halnya Chainlink – untuk relay harga dari sumber eksternal ke dalam sistem dengan tepat.
  • Protokol Bancor memungkinkan token lain untuk dapat dilikuidasi juga. Namun, token tersebut harus mematuhi standar ERC-20 atau EOS.
  • Ekosistem Bancor memiliki dua jenis token, yaitu:
    • Liquid token. Token otomatis dengan cadangan tunggal yang mampu mencetak dan menghancurkan token itu sendiri, serta mampu mengirim atau menghapus token server pada smart contract. Liquid token diperlukan untuk memesan BNT atau turunan dari token BNT agar dapat menggunakan layanan yang dimiliki jaringan Bancor.
    • Relay token. Token ini digunakan dalam staking untuk menyediakan likuiditas. Token ini dapat menunjukkan proporsi jumlah yang di staking dengan nilai total di pool, sehingga pemegang token akan mendapatkan persentase dari pendapatan Bancor di masa yang akan datang.

Risiko

  • Bancor tidak ditujukan bagi trader atau investor yang tidak terbiasa dengan ekosistem Ethereum. Meskipun protokol mengizinkan token lain untuk dilikuidasi, token yang diizinkan tetap harus mematuhi standar ERC-20 atau EOS.
  • BNT tidak memiliki dukungan mata uang fiat. Oleh karena itu, BNT mungkin dianggap berisiko bagi trader yang masih belum berpengalaman dalam protokol ini.
  • Bancor tidak menyediakan atau mendukung platform trading dan margin trading. Sebab interface yang dimiliki hanya terdiri dari order box sederhana. Oleh karena itu, pemula di jaringan Bancor mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk dapat mempelajari jaringan ini.

Berita dan Update

  • Pada bulan Januari silam, Bancor mencoba untuk meningkatkan likuiditas pada native tokennya. Upaya yang dilakukan oleh Bancor adalah dengan mendistribusikan beberapa ETH/BNT senilai 60 ribu dolar AS atau setara dengan Rp854 juta ke berbagai wallet yang telah memenuhi syarat minimum BNT. Pada tahun 2017, protokol tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 144 juta dolar AS atau senilai Rp2 triliun selama Initial Coin Offering (ICO).
  • Pada saat halaman ini ditulis, Bancor telah memfasilitasi sejumlah transaksi hingga mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS atau Rp28 triliun yang melibatkan beberapa token termasuk token cross-chain.
  • Pada bulan April 2021 Bancor meluncurkan Vortex, sebuah mekanisme baru yang memungkinkan pengguna meningkatkan efisiensi modal mereka sambil menyediakan likuiditas di kumpulannya. Vortex membantu pengguna yang menyediakan likuiditas di BNT untuk dapat meminjam dana sambil terus mendapatkan hasil dari biaya swap.
  • Laporan peningkatan decentralized exchange Bancor v2.1 mencakup kinerja decentralized exchange selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan dokumen tersebut, total likuiditas meningkat hampir 1000 persen. Lonjakan likuiditas ini menghasilkan sekitar 1,12 juta dolar AS atau senilai Rp15 miliar dalam biaya swap kumulatif.

Community & Whitepaper Links

Disclaimer
Semua investasi bersifat spekulatif, memiliki risiko, dan ketidakpastian yang substansial. Investor harus memahami sifat aset digital termasuk persyaratan pengembalian dan risiko aset. Kami mendorong investor untuk sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.

Read more